Dakwahpos.com, Bandung- Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ar-Rahman Pasir Biru, mengadakan pengajian ibu-ibu pada Selasa (16/09/2025) sebagai langkah untuk mengajarkan pemahaman tentang pendidikan di era modern. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa jamaah ibu-ibu dari lingkungan sekitar masjid. Pengajian ini menjadi program pengajaran keagamaan DKM Ar-Rahman.
"Zaman sekarang serba canggih, semua serba digital. Anak-anak kita lebih cepat belajar main gadget daripada belajar ngaji. Mereka lebih hafal tokoh-tokoh di media sosial dibanding hafal doa-doa harian. Nah, inilah salah satu tantangan di era modern ini yang terjadi karena kurangnya peran seorang ibu untuk pendidikan anak," ungkapnya.
Pengajian kali ini menghadirkan penceramah yaitu Ustadzah Titin, yang membawakan materi berjudul "Pendidikan Di Era modern". Dalam ceramahnya, ia menyampaikan pentingnya menyikapi tantangan pendidikan di era modern ini. Pendidikan bukan hanya urusan sekolah tetapi itu dimulai dari orang tua, terutama ibu.
"Jangan sampai kita yang sudah makin tua kalah sama zaman. Modern boleh, teknologi boleh, tapi pendidikan agama jangan sampai ditinggalkan begitu saja, begitu pula jangan terlalu terbuai dengan semua hal baru karena dunia ini hanya sementara, yang bikin kita selamat di dunia sampai akhirat adalah iman, ilmu, dan akhlak," jelasnya.
Ia menekankan bahwa menyikapi tantangan pendidikan di era modern ini sangatlah penting. Sebagai orang tua harus bisa memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang baik. Anak-anak memang sering bermain gadget, maka bisa diajarkan untuk menonton kartun yang berbasis Islam maupun yang mengandung unsur pendidikannya. Jadi bukan menolak perkembangan zaman, namun harus lebih teliti dalam menggunakan teknologi sebagai sarana pendidikan.
"Pendidikan bukan cuma untuk anak, tapi juga untuk kita. Meski usia sudah lanjut, kita tetap butuh belajar. Belajar membaca Qur'an yang benar, belajar memperbaiki salat, belajar sabar menghadapi anak-anak, semua itu bagian dari pendidikan seumur hidup. Jadi jangan pernah merasa terlambat," ungkapnya.
Menyikapi tantangan pendidikan di era modern ini memang cukup sulit, terlebih lagi perkembangan teknologi semakin pesat sehingga para orang tua semakin besar perannya untuk selalu mendampingi anak-anaknya agar tetap terarah. Banyak yang merasakan bahwa di zaman sekarang serba canggih, semua serba digital. Anak-anak yang lebih cepat belajar memahami gadget daripada belajar ngaji, mereka lebih hafal tokoh-tokoh di media sosial dibanding hafal doa-doa harian. Seperti itulah tantangan di era modern ini.
"Dari kecil anak-anak kita harus dibiasakan cinta Al-Qur'an, insyaAllah sampai dewasa anak akan terbiasa dengan pendidikan yang Islami. Tapi kalau dari kecil hanya dibiasakan main gadget, ya tumbuhnya kemungkinan bisa kekurangan ilmu agama. Ibu-ibu, jangan sampai kita kalah sama zaman yang terus berkembang ini," ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat, terlihat dari semangat para jamaah hingga akhir acara. Pengajian kemudian ditutup dengan bermusafahah, dan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Ashar berjamaah di masjid, sehingga mempererat ukhuwah dan membawa keberkahan.
Reporter: Zahra Rihhadatul Aisy, KPI/3D
"Zaman sekarang serba canggih, semua serba digital. Anak-anak kita lebih cepat belajar main gadget daripada belajar ngaji. Mereka lebih hafal tokoh-tokoh di media sosial dibanding hafal doa-doa harian. Nah, inilah salah satu tantangan di era modern ini yang terjadi karena kurangnya peran seorang ibu untuk pendidikan anak," ungkapnya.
Pengajian kali ini menghadirkan penceramah yaitu Ustadzah Titin, yang membawakan materi berjudul "Pendidikan Di Era modern". Dalam ceramahnya, ia menyampaikan pentingnya menyikapi tantangan pendidikan di era modern ini. Pendidikan bukan hanya urusan sekolah tetapi itu dimulai dari orang tua, terutama ibu.
"Jangan sampai kita yang sudah makin tua kalah sama zaman. Modern boleh, teknologi boleh, tapi pendidikan agama jangan sampai ditinggalkan begitu saja, begitu pula jangan terlalu terbuai dengan semua hal baru karena dunia ini hanya sementara, yang bikin kita selamat di dunia sampai akhirat adalah iman, ilmu, dan akhlak," jelasnya.
Ia menekankan bahwa menyikapi tantangan pendidikan di era modern ini sangatlah penting. Sebagai orang tua harus bisa memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang baik. Anak-anak memang sering bermain gadget, maka bisa diajarkan untuk menonton kartun yang berbasis Islam maupun yang mengandung unsur pendidikannya. Jadi bukan menolak perkembangan zaman, namun harus lebih teliti dalam menggunakan teknologi sebagai sarana pendidikan.
"Pendidikan bukan cuma untuk anak, tapi juga untuk kita. Meski usia sudah lanjut, kita tetap butuh belajar. Belajar membaca Qur'an yang benar, belajar memperbaiki salat, belajar sabar menghadapi anak-anak, semua itu bagian dari pendidikan seumur hidup. Jadi jangan pernah merasa terlambat," ungkapnya.
Menyikapi tantangan pendidikan di era modern ini memang cukup sulit, terlebih lagi perkembangan teknologi semakin pesat sehingga para orang tua semakin besar perannya untuk selalu mendampingi anak-anaknya agar tetap terarah. Banyak yang merasakan bahwa di zaman sekarang serba canggih, semua serba digital. Anak-anak yang lebih cepat belajar memahami gadget daripada belajar ngaji, mereka lebih hafal tokoh-tokoh di media sosial dibanding hafal doa-doa harian. Seperti itulah tantangan di era modern ini.
"Dari kecil anak-anak kita harus dibiasakan cinta Al-Qur'an, insyaAllah sampai dewasa anak akan terbiasa dengan pendidikan yang Islami. Tapi kalau dari kecil hanya dibiasakan main gadget, ya tumbuhnya kemungkinan bisa kekurangan ilmu agama. Ibu-ibu, jangan sampai kita kalah sama zaman yang terus berkembang ini," ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat, terlihat dari semangat para jamaah hingga akhir acara. Pengajian kemudian ditutup dengan bermusafahah, dan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Ashar berjamaah di masjid, sehingga mempererat ukhuwah dan membawa keberkahan.
Reporter: Zahra Rihhadatul Aisy, KPI/3D
Tidak ada komentar
Posting Komentar