Iman, Islam, dan Ihsan Jadi Pesan Utama Ustaz Saiful di Masjid Al-Ittihad Kopo, Bandung



Dakwahpos.com, Bandung — Dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Ittihad, Jl. Kopo, Gang Sukaleueur, Babakan Asih, Bandung, Ustaz Saiful menyampaikan pesan penting mengenai fondasi ajaran Islam yang terdiri dari iman, Islam, dan ihsan. Ia mengisahkan pertemuan Rasulullah SAW dengan seorang malaikat yang menyamar menyerupai manusia untuk memberikan pelajaran mendalam kepada para sahabat.

Ustaz Saiful menjelaskan bahwa dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah, yang tercantum dalam tafsir Ibnu Katsir, Rasulullah SAW ditanya oleh seseorang tentang hakikat agama.

"Wahai Rasulullah, apa iman itu?" tanya orang tersebut. Rasulullah menjawab, "Iman adalah engkau percaya kepada Allah, kepada malaikat, kepada kitab-kitab-Nya, kepada para rasul, dan beriman kepada hari akhir."

Menurut Ustaz Saiful, jawaban Rasulullah tidak berupa definisi panjang, melainkan langsung kepada inti, yaitu jenis-jenis yang harus diimani.

Beliau menegaskan kembali ucapan Rasulullah,

"Kau harus percaya kepada Allah, kepada malaikat, kitab, rasul, pertemuan dengan Allah, dan hari berbangkit, yaitu hari kiamat."

Selanjutnya, orang itu bertanya kembali tentang Islam. Rasulullah menjawab dengan poin-poin yang jelas.

"Islam adalah kau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Kemudian engkau mengerjakan salat, mengeluarkan zakat yang wajib, dan saum Ramadhan."

Ustaz Saiful menambahkan bahwa jawaban Rasulullah SAW menunjukkan bahwa Islam bukan hanya sekadar sujud, tetapi mencakup seluruh ibadah yang diperintahkan Allah.

"Jadi Islam itu engkau menyembah kepada Allah. Menyembah tidak hanya berupa sujud saja, tapi juga melaksanakan salat, zakat, saum, bahkan haji. Itu semua bagian dari menyembah Allah," ungkapnya.

Kemudian, pertanyaan berlanjut pada ihsan. Rasulullah SAW menjelaskan makna yang sangat mendalam.

"Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Kalau pun engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihatmu."

Ustaz Saiful menegaskan bahwa ketika seorang muslim menghadirkan ihsan dalam kehidupan sehari-hari, maka ia akan selalu merasa diawasi oleh Allah sehingga tidak akan berbuat syirik.

"Lamun ihsan téh hadir dina diri urang, urang bakal yakin yén Gusti Allah salawasna ningali urang. Kalawan kitu, moal aya nu tiasa ngajadikeun urang musyrik ka Allah," pungkasnya.

Khutbah Jumat ditutup dengan doa, dengan harapan jamaah dapat mengamalkan iman, Islam, dan ihsan dalam keseharian, sehingga menjadi hamba Allah yang senantiasa berada dalam ridha-Nya.

Reprter: Hadian Filah Akbar, KPI/3B

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024