Dakwahpos.com, Bandung - Ustazah Fariroh menggelar pengajian ibu-ibu di Masjid Baiturrahim Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Kamis (25/09/2025). Ustazah Fariroh mengangkat tema "Bahaya ghibah dalam kehidupan sehari-hari".
Dalam ceramahnya, Ustazah Fariroh menyampaikan bahwa ghibah merupakan perbuatan yang dibenci oleh Allah Swt serta dapat menghapus pahala kebaikan. Beliau mengingatkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, ghibah sering terjadi tanpa disadari.
Merujuk kepada Surat Qaf ayat 18, disampaikan bahwa setiap ucapan manusai akan dicatat oleh malaikat yang senantiasa mengawasi "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf : 18). Melalui ayat ini, Beliau mengingatkan jamaah DKM Baiturrahim Cipamokolan untuk senantiasa menjaga lisan dan menghindari membicarakan keburukan orang lain.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa jamaah menyampaikan keresahan mereka tentang sulitnya menghindari ghibah, terutama saat sedang kumpul keluarga atau arisan dengan teman. Salah satu ibu bertanya bagaimana cara bersikap ketika obrolan mulai mengarah pada membicarakan keburukan orang lain.
Ustazah Fariroh menjelaskan bahwa salah satu cara paling sederhana adalah mengalihkan pembicaraan ke topik lain, seperti membahas resep, anak, atau hal-hal yang positif. Jika tidak memungkinkan, lebih baik diam, atau pamit dengan alasan yang baik.
"Kalau kita gak nyaman, mending diem. Kita diem bukan berarti kita lemah, tapi nunjukin bahwa kita pengen ngejaga diri dari dosa," ujarnya.
Reporter: Muhammad Zaidan Dzulfikar, KPI/3B
Dalam ceramahnya, Ustazah Fariroh menyampaikan bahwa ghibah merupakan perbuatan yang dibenci oleh Allah Swt serta dapat menghapus pahala kebaikan. Beliau mengingatkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, ghibah sering terjadi tanpa disadari.
Merujuk kepada Surat Qaf ayat 18, disampaikan bahwa setiap ucapan manusai akan dicatat oleh malaikat yang senantiasa mengawasi "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf : 18). Melalui ayat ini, Beliau mengingatkan jamaah DKM Baiturrahim Cipamokolan untuk senantiasa menjaga lisan dan menghindari membicarakan keburukan orang lain.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa jamaah menyampaikan keresahan mereka tentang sulitnya menghindari ghibah, terutama saat sedang kumpul keluarga atau arisan dengan teman. Salah satu ibu bertanya bagaimana cara bersikap ketika obrolan mulai mengarah pada membicarakan keburukan orang lain.
Ustazah Fariroh menjelaskan bahwa salah satu cara paling sederhana adalah mengalihkan pembicaraan ke topik lain, seperti membahas resep, anak, atau hal-hal yang positif. Jika tidak memungkinkan, lebih baik diam, atau pamit dengan alasan yang baik.
"Kalau kita gak nyaman, mending diem. Kita diem bukan berarti kita lemah, tapi nunjukin bahwa kita pengen ngejaga diri dari dosa," ujarnya.
Reporter: Muhammad Zaidan Dzulfikar, KPI/3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar