DKM Al-Muhajirin Hidupkan Semangat Dakwah Melalui Kajian Keimanan kepada Nabi dan Rasul

Dakwahpos, Bandung - DKM Al-Muhajirin Panghegar menggelar pengajian pekanan yang dilaksanakan pada Ahad malam (21/9/2025). Pengajian ini dilakukan setelah salat Magrib dan dihadiri oleh puluhan jamaah masjid sembari mengisi waktu menuju salat Isya.

Ustaz Riswandi yang diamanahkan sebagai pemateri pada kajian kali ini, mengangkat pembahasan mengenai iman kepada para nabi dan rasul. menurutnya, pembahasan rukun iman ini menjadi penting karena merupakan inti dari akidah islam.
"Akidah Islam itu lebih luas daripada rukun iman. Tapi rukun iman merupakan inti dari akidah Islam," ungkapnya

pada awal pembahasan, Ustaz Riswandi banyak membahas mengenai perbedaan antara nabi dan rasul. beliau menjabarkan terlebih dahulu mulai dari perbedaan, jumlah, hingga ke esensi dari setiap perannya.
"Ada perbedaan antara nabi dan rasul. Yang jelas bahwa setiap rasul itu adalah nabi, Tapi kalau nabi belum tentu rasul. Jumlah para nabi tentu lebih banyak daripada jumlah para rasul. Di dalam beberapa hadis disebutkan jumlahnya itu 124.000 Nabi. Nah di antaranya, 313 orang tersebut termasuk rasul," ujarnya.

"Nah, kemudian yang perlu juga disampaikan ada beberapa tokoh dalam Al-Qur'an yang diperselisihkan apakah itu nabi atau bukan rasul atau bukan. Misalkan Luqmanul Hakim, Zulkarnain, Khidir, Uzair serta tokoh agama lainnya," Ustaz Riswandi menambahkan.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan tugas para nabi dan rasul. bahwasanya mereka diutus untuk mengenalkan tuhan yang benar, serta mengajarkan tujuan hidup sesungguhnya yakni beribadah. selain daripada itu nabi dan rasul juga memiliki tugas memberi kabar gembira dan peringatan, menjadi teladan, menegakkan hujjah, dan menjelaskan syariat Allah Swt.

Di akhir, beliau memberi penekanan pada pentingnya umat islam agar menjalankan syariat Allah yang dibawa oleh nabi dan rasul.
"Tugas mereka yang keempat ini adalah menjelaskan syariat kepada manusia. Hukum itu kan aturan-aturan hidup manusia. Manusia ingin hidup tentram, ingin damai, ingin tertib, butuh hukum yang mengaturnya. Persoalannya ini siapa yang berhak membuat hukum? Kalau hukum dibuat oleh manusia, jelas Pak ini akan banyak kekurangan. Kenapa? Manusia akan membuat hukum untuk dirinya, akan subjektif. Nah, siapa yang berhak membuat hukum adalah yang membuat manusia. Yang paling tahu tentang manusia. sehingga kalau manusia itu melaksanakan hukum-hukum Allah, dia akan mendapatkan kehidupan yang baik. Kalau meninggalkan dia akan mendapat kehidupan yang sempit"

Reporter: Imam Aula Muminin, KPI/3A

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024