dakwahpos.com, Bandung – DKM Al-Ikhlas Cipadung menyelenggarakan program Maghrib Mengaji guna meminimalisir kenakalan remaja di RW 06. Sabtu (27/09/2025)
Program Maghrib Mengaji adalah suatu program pemerintah guna meningkatkan minat membaca dan memahami Al-Qur'an sekaligus membentuk karakter religius pada anak-anak dan remaja. Masjid Al-Ikhlas menjadi salah satu masjid yang menjalankan program ini. Ustaz Tasmono selaku guru ngaji dan yang memprakarsai Program Maghrib Mengaji mengatakan bahwa program ini bahkan sudah berjalan jauh sebelum program pemerintah digaungkan, tepatnya 13 tahun yang lalu.
"Kurang lebih ada 50 anak yang terdaftar, namun yang aktif mengaji setiap harinya tidak lebih dari 15 orang anak" ujar Pak Tasmono. Berdiri dari 2012 Maghrib Mengaji ini berlangsung untuk mengisi kekosongan dari waktu maghrib sampai isya. "Waktunya dari Maghrib sampai Isya' alasannya utamanya karena disini banyak anak-anak, mereka belum bisa ngaji, yasudah kasihan" sambungnya.
Sistem pembelajarannya bermacam-macam, fleksibel, dan kondisional. "Disini kan anak-anaknya masih pada Iqro ya, jadi kita fokusnya ke Iqro aja. Kadang-kadang ya menulis, karena anak-anak kan bosen kalua iqro terus, jadi ada menulisnya. Kadang-kadang ada nadzoman sedikit, terus baca surat-surat, ya yang simple-simpel aja" ujar Pak Tasmono menjelaskan.
Pak Solihin selaku Ketua DKM menambahkan, bahwa tujuan program ini juga bukan hanya untuk mengajarkan baca tulis Al-Qur'an kepada anak-anak, namun juga untuk mengurangi nongkrongnya anak-anak dan remaja di malam hari. "Kita inisiatif bagaimana untuk adakan pengajian dan ini gratis" tambahnya.
Pada malam ini (27/09) bukan hanya mengaji, namun anak-anak juga sedang berlatih untuk mempersiapkan penampilan esok hari yaitu peringatan maulid nabi. Berbagai macam penampilan, mulai dari pembacaan surat pendek, pidato, dan lain sebagainya diikuti dengan antusias dan semangat oleh anak-anak pengajian.
Reporter: Jauharatuzzahra Kurnia/KPI-3C
Program Maghrib Mengaji adalah suatu program pemerintah guna meningkatkan minat membaca dan memahami Al-Qur'an sekaligus membentuk karakter religius pada anak-anak dan remaja. Masjid Al-Ikhlas menjadi salah satu masjid yang menjalankan program ini. Ustaz Tasmono selaku guru ngaji dan yang memprakarsai Program Maghrib Mengaji mengatakan bahwa program ini bahkan sudah berjalan jauh sebelum program pemerintah digaungkan, tepatnya 13 tahun yang lalu.
"Kurang lebih ada 50 anak yang terdaftar, namun yang aktif mengaji setiap harinya tidak lebih dari 15 orang anak" ujar Pak Tasmono. Berdiri dari 2012 Maghrib Mengaji ini berlangsung untuk mengisi kekosongan dari waktu maghrib sampai isya. "Waktunya dari Maghrib sampai Isya' alasannya utamanya karena disini banyak anak-anak, mereka belum bisa ngaji, yasudah kasihan" sambungnya.
Sistem pembelajarannya bermacam-macam, fleksibel, dan kondisional. "Disini kan anak-anaknya masih pada Iqro ya, jadi kita fokusnya ke Iqro aja. Kadang-kadang ya menulis, karena anak-anak kan bosen kalua iqro terus, jadi ada menulisnya. Kadang-kadang ada nadzoman sedikit, terus baca surat-surat, ya yang simple-simpel aja" ujar Pak Tasmono menjelaskan.
Pak Solihin selaku Ketua DKM menambahkan, bahwa tujuan program ini juga bukan hanya untuk mengajarkan baca tulis Al-Qur'an kepada anak-anak, namun juga untuk mengurangi nongkrongnya anak-anak dan remaja di malam hari. "Kita inisiatif bagaimana untuk adakan pengajian dan ini gratis" tambahnya.
Pada malam ini (27/09) bukan hanya mengaji, namun anak-anak juga sedang berlatih untuk mempersiapkan penampilan esok hari yaitu peringatan maulid nabi. Berbagai macam penampilan, mulai dari pembacaan surat pendek, pidato, dan lain sebagainya diikuti dengan antusias dan semangat oleh anak-anak pengajian.
Reporter: Jauharatuzzahra Kurnia/KPI-3C
Tidak ada komentar
Posting Komentar