Perkuat Akhlak Generasi Muda, Remaja Masjid Al-Ikhlas Cipadung Adakan Pengajian Anak-Anak
Tumbuhkan Inspirasi Masyarakat DKM Al ikhlas Gelar Pengajian Rutin Mingguan
Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Al-Ikhlas Cipadung menggelar program inovatif bagi masyararakat, pada Kamis 19 September 2024, bertujuan untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan dan Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalanggan masyarakat sekitar.
Masjid Al Ikhlas terus berusaha meningkatkan ukhuwah masyarakat. Oleh karena itu, DKM Al Ikhlas selalu mengadakan kegiatan keagamaan untuk membangun ukhuwah tersebut. Salah satu cara untuk mencapai kesuksesan ini adalah dengan mengadakan kegiatan yang dapat meningkatkan keimanan masyarakat.
Selain itu, Masjid Al Ikhlas juga menyelenggarakan berbagai program sosial seperti bakti sosial, pengajian rutin, dan kegiatan pendidikan untuk anak-anak. Semua ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas. Dengan demikian, Masjid Al Ikhlas tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Masjid Al Ikhlas juga aktif dalam mengadakan kegiatan-kegiatan khusus selama bulan Ramadhan, seperti buka puasa bersama, tarawih berjamaah, dan tadarus Al-Quran. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Selain itu, DKM Al Ikhlas sering mengundang cendekiawan untuk memberikan ceramah dan kajian keislaman. Ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan mendapatkan pencerahan dari para ahli.
Dengan berbagai kegiatan yang diadakan, Masjid Al Ikhlas berharap dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar. Semua upaya ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis, beriman, dan berilmu Berikut adalah beberapa ucapan dari masyarakat yang mendukung kegiatan di Masjid Al Ikhlas:
"Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan di Masjid Al Ikhlas, kami merasa lebih dekat satu sama lain dan lebih bersemangat dalam menjalankan ibadah. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan semakin banyak yang ikut serta."
"Terima kasih kepada seluruh pengurus Masjid Al Ikhlas yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian dengan pahala yang berlipat ganda", ujar jamaah
, ( 19 / 9 / 2024 ) .
Ayyasy Nurul Ain Akyas, KPI/ 3A
Iwan, Cleaning Servis Juga Ustaz dan Ketua RT di Cipadung
Ciptakan Generasi Muda Cinta Masjid, DKM Al Ikhlas Cipadung Adakan "Maghrib Mengaji"
Dakwahpos.com, Bandung, (27/11/23) DKM Al Ikhlas Cipadung Bandung terus berkomitmen dalam mengembangkan pendidikan agama dan keagamaan di kalangan anak-anak. Salah satu inisiatif terbaru yang menarik perhatian adalah kegiatan kajian rutin dengan tema "Maghrib Mengaji" yang diadakan setiap hari. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memperdalam pemahaman agama Islam kepada anak-anak sejak dini.
"Kajian 'Maghrib Mengaji' merupakan upaya DKM Al Ikhlas Cipadung untuk memberikan wadah edukatif kepada anak-anak dalam memahami dan menghafal ayat-ayat Al-Quran serta do'a sehari-hari. Dengan menggabungkan pembelajaran agama Islam dengan waktu maghrib, diharapkan anak-anak dapat merasakan keberkahan dan kedamaian dalam proses belajar mengaji." Ujar Ketua DKM Al Ikhlas.
Peserta kajian terdiri dari anak-anak usia 4 hingga 12 tahun yang berasal dari sekitar lingkungan masjid. Mereka diajak untuk belajar membaca Al-Quran, memahami makna ayat-ayat, memahami do'a-do'a keseharian, serta melibatkan diri dalam kegiatan interaktif yang memperkaya pemahaman mereka tentang Islam.
Selain meningkatkan pengetahuan keagamaan, kegiatan ini juga DKM Al Ikhlas berharap dapat membentuk karakter anak-anak dan memberikan mereka keterampilan berharga dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, terbentuknya kelompok kecil dalam kajian ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan persaudaraan di antara peserta.
"Semoga dengan adanya 'Maghrib Mengaji' ini dapat menimbulkan rasa kesadaran anak-anak untuk dekat dengan masjid dan semangat belajar Islam yang tinggi." Ujar Ketua DKM.
Kerja Bakti Bersama, Guna Bangun Masjid Al-Ikhlas Cipadung
Dakwahpos.com, Bandung - Warga Masjid Al-Ikhlas Cipadung pada hari minggu (2/12/23) mengadakan kerja bakti bersama untuk meneruskan pembangunan masjid.
Kerja bakti ini dimulai pada Jam 08.00 WIB. Satu persatu para jamaah datang dengan membawa makanan, dan ada pula yang membawa perkakas bangunan.
"Pembangunan masjid ini sempat tersendak beberapa bulan ke belakang, dan sekarang kami para warga mulai melanjutkan pembangunannya," ungkap salah satu warga.
Ustaz Idas juga mengatakan pembangunan ini adalah upaya untuk memakmurkan masjid dan memperbagus karangan masjid, agar para jamaah selalu nyaman ketika beribadah.
Terakhir, ustaz idas mengajak kepada para jamaah baik warga maupun mahasiswa untuk ikut memakmurkan masjid dengan ikut membantu proses pembangunan.
Penulis, Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati
Farhan Habibi/KPI 3-B
Lahan Sempit, Dibangun Masjid Kecil Untuk Kegiatan Keagamaan Masyarakat
Pengajian Rutin Ibu-Ibu Masjid Jami Al-Ikhlas Cipadung: Peran Ibu Dalam Rumah Tangga
Pengajian ibu-ibu ini dibuka oleh Ibu Marsih selaku pembawa acara dan dilanjut dengan tausiyah yang diisi oleh ustazah Atina. Dalam Tausiyah nya beliau menyampaikan bahwa peran ibu dalam rumah tangga sangatlah mulia. Beliau juga menyampaikan pentingnya menjadi ibu yang shalihah dalam menjalankan peran sebagai istri dan juga ibu dalam bahtera rumah tangga.
"Bergembiralah anda wahai ibu-ibu, kita punya status mulia sebagai istri juga kita punya status mulia sebagai ibu. Kita bisa mengejar surga dari suami dengan melayani sepenuh hati dan di sisi lain kita bisa mengejar surga kita dengan mendidik anak-anak kita menjadi anak shalih yang kelak doanya akan terus mengalir walau kita sudah meninggal."
"Jangan lupa wahai ibu-ibu, kita niatkan semua tersebut karena Allah Swt semata, kita melayani suami kita dengan niat karena Allah, kita mendidik anak-anak kita dengan niat karena Allah. Niscaya derajat kita akan ditinggikan, dan Insya Alah menjadi berkah dan menjadi penyelamat kita di akhirat kelak, Amin yaa rabbal 'alamin," tutur ustazah Atina sebagai penutup.
Reporter: Irsyad Khairuddin Syarif, KPI 3/B
Khotbah Jumat Masjid Jami Al-Ikhlas Cipadung: Hati-Hati Dengan Dunia
Dakwahpos.com, Bandung – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al-Ikhlas Cipadung menyelenggarakan ibadah salat Jum'at membahas mengenai kehati-hatian kita terhadap dunia. Salat jumat kali ini dipimpin oleh Ustaz Rayhan Firdaus dan dihadiri oleh puluhan jemaah dari lingkungan Masjid Jami Al-Ikhlas Cipadung pada hari Jumat (03/11/2023).
Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan bahwa dunia ini tidak ada nilainya jika dibandingkan dengan surga, dunia ini hanya tempat bermain dan senda gurau. Beliau juga menyampaikan bahwa surga itu butuh tiket, maka carilah didunia ini tiket surga dengan melakukan kebaikan serta melaksanakan perintah allah.
"Tidak haram kita mencari dunia, tapi ingat carilah dunia untuk kita ketahui bersama bahwa dunia ini tidak ada nilainya, buktinya apa dunia tidak ada nilainya? bukti nya orang mati tidak membawa harta jabatan dunianya saat dikubur. Maka jadilah dengan apa yang Allah karuniakan kepada kita. Hidup di dunia memang butuh ongkos, manusia butuh ongkos butuh biaya maka secukupnya kita ambil, tapi ingatlah kita juga butuh ongkos untuk akhirat kita," ungkap Ustaz Rayhan Firdaus.
Kemudian, beliau menyampaikan bahwa dunia ini memang tempat ujian. Semua manusia diuji oleh allah dengan berbagai ujian. Beliau juga menyampaikan, sabar adalah kunci dari suatu ujian, maka bersabarlah dan tetaplah taat kepada allah dengan segala ujian yang diberi olehnya.
"Dunia ini memang tempat ujian bagi kita, ada yang diuji dengan hartanya, ada yang diuji dengan penyakitnya, tapi semua itu jikalau kita sabar dan paham bahwa ujian itu datang tanda bahwa allah ingin menggugurkan dosa-dosa kita dan meninggikan derajat kita maka sejatinya kita lulus dalam ujian dunia ini," tandas Ustaz Rayhan Firdaus.
Reporter: Irsyad Khairuddin Syarif, KPI 3/B
Khotbah Jumat Masjid Jami Al-Ikhlas Cipadung: Hidup Untuk Apa?
Dakwahpos.com, Bandung – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al-Ikhlas Cipadung menyelenggarakan ibadah salat Jumat membahas mengenai hakikat hidup manusia untuk apa. Salat jumat kali ini dipimpin oleh Ustaz Hilmy Fadlullah dan dihadiri oleh puluhan jemaah dari lingkungan RT3/RW13 Cipadung pada hari Jumat (27/10/2023).
Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan bahwa hidup kita seluruhnya hanya untuk mengabdi kepada Allah, karena pada akhirnya perjalanan yang panjang sungguh luar biasa kita akan menghadap kepangkuan Allah Swt. Beliau juga menyampaikan hidup ini hanya sebentar, hanya menunggu giliran, sampai pada masanya kita yang akan datang menghadap Allah swt.
"Jasad tubuh kulit dan daging itu dasarnya dari tanah akan hancur lebur berkeping masuk ke dalam tanah dan semua yang dari Allah roh datangnya dari Allah dan roh pun akan kembali menghadap allah SWT itulah hakikatnya manusia saudaraku," ungkap Ustaz Hilmy Fadlullah.
Kemudian, beliau juga menyampaikan bahwa jangan sampai kita terlena oleh kesibukan duniawi yang sifat nya hanya sementara. Akan tetapi sibukkanlah diri kita untuk selalu beribadah kepada allah menyiapkan bekal untuk di akhirat kelak.
"Selamatkan diri kita dengan harta, selamatkan diri kita dengan ibadah, selamatkan diri dengan apa yang kita punya, maka berbuatlah sesuai apa yang kita miliki. Yang harta beramal dan beribadahlah dengan harta itu, yang punya jabatan dan kekuasaan pakailah kekuasaan itu untuk menyelamatkan diri kita ini sampai kepada allah swt, yang punya kekuatan pakai kekuatan itu untuk datang ke masjid dan beribadah dan berbuat amal kebaikan diatas dunia ini. insyaallah semua yang kita punya kalau dipakai untuk menolong diri kita maka akan selamatlah kita di dunia dan di akhirat," ujar Ustaz Hilmy Fadlullah.
Reporter: Irsyad Khairuddin Syarif, KPI 3/B
Khutbah Jumat DKM Al-Ikhlas Cipadung, Arti Semangat Muslim Sejati
Dakwahpos.com, Bandung, Pada Jum'at hari ini (27/10/23) di Masjid Al Ikhlas Cipadung, Ustaz Ali Ibrahim, menggarisbawahi sifat-sifat penting seorang Muslim sejati dalam dunia yang terus berubah. Ustaz Ali menyoroti taqwa, atau ketaqwaan, sebagai pondasi utama. Ia mengajak jamaah untuk senantiasa menjalani hidup sesuai dengan ajaran Islam, menjauhi dosa dan memiliki kesadaran akan Allah SWT.
Selain itu, Ustaz Ali Ibrahim juga menekankan kasih sayang dan keadilan sebagai sifat-sifat esensial dalam khutbahnya. Beliau mengajak jamaah untuk berlaku adil dan memberikan kasih sayang kepada sesama tanpa pandang bulu.
Dalam dunia yang terus berubah, beliau mendorong umat Islam untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan konstribusi positif dalam masyarakat. Beliau menekankan bahwa sifat-sifat inilah yang akan menjadikan seorang Muslim sejati teladan dalam perubahan zaman.
Dengan khutbah ini, Beliau berharap dapat mengingatkan tentang pentingnya mempraktikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari di tengah perubahan zaman yang terus berlangsung. Para jamaah disemangati untuk menjadi Muslim sejati yang taat, penuh kasih sayang dan berkomitmen pada keadilan dalam masyarakat yang terus berubah seiring berkembangnya zaman.
Mahasiswa UIN KPI 3B, Mohammad Izza Izzulhaq
Ustaz Humaedi: Pentingnya Persaudaraan Sejati Antar Sesama Muslim di Dunia
Di awal khutbahnya, Ustaz Humaedi menyampaikan bahwasanya seorang mukmin harus memiliki rasa persaudaraan yang sejati. Karena setiap orang mukmin itu bersaudara dengan mukmin yang lain, seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 10 dan hadis Nabi Muhammad saw:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat."
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ، يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
Artinya: "Orang mukmin (terhadap mukmin lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lainnya saling kuat-menguatkan."
"Persaudaraan yang sejati itu setidaknya akan terjalin tiga hal. Pertama: Ukhuwah Islamiah, kedua: Ukhuwah Wathaniyah, dan ketiga: Ukhuwah Basyariyah atau Insaniyah," ujar Ustaz Humaedi.
Beliau juga mengajak kepada para jemaah untuk mendoakan saudara-saudara yang ada di Palestina yang sedang mengalami musibah. Selain itu kita juga bisa membantu mereka dengan ikut berdonasi melalui lembaga-lembaga yang terpercaya dan amanah.
Di penghujung khotbahnya, Ustaz Humaedi mengingatkan kepada jemaah bahwa sebagai umat muslim yang sejati dengan harus saling mengingatkan, mendoakan, dan saling menguatkan satu sama lainnya. Dan tidak lupa beliau juga mengingatkan untuk saling mengasihi serta mencintai satu sama lainnya karena Allah Swt.
Reporter: Farhan Habibi KPI 3B
Masjid Jami Al-Ikhlas Cipadung Rutinkan Pengajian Anak-Anak: Bangun Generasi Qur'ani
Pada pengajian rutin ini, ada anak yang sudah tahu cara membaca Al-Quran dan ada pula anak yang masih membaca Iqro. Pengajian Al-Qur'an ini ditujukan agar anak-anak dapat membaca Alquran dengan baik dan benar serta dapat membangun generasi Al-Qur'an.
Bu Neni selaku guru pengajian yang membimbing anak-anak menyatakan bahwa beliau mengajarkan kepada anak-anak cara membaca Al-Qur'an yang baik dan benar beserta tajwid dan sifat hurufnya.
"Pengajian rutin anak-anak ini bertujuan agar anak-anak selalu dekat dengan masjid dan pandai dalam membaca Al-Qur'an walau dimulai dengan belajar Iqro," ujar Bu Neni selaku guru ngaji.
Pengajian rutin anak-anak Masjid Jami Al-Ikhlas Cipadung ini merupakan landasan kokoh dalam membangun generasi Qur'ani yang mampu menjadi penerus yang baik dalam menunaikan kewajiban agama dan mewujudkan anak-anak yang lebih baik.
Reporter : Irsyad Khairuddin Syarif KPI 3/B
Bangun Silaturahmi dan Kegiatan sosial, Masjid Jami Al-Ikhlas Cipadung Selenggarakan Pengajian Rutin
Setiap Kamis malam, lebih dari tiga puluh warga berkumpul di Masjid Jami Al-Ikhlas, sebuah tempat yang menjadi saksi bisu bagi perjalanan rohani mereka. Pengajian ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, yang datang dengan semangat dan antusiasme.
Pengajian ini dipandu oleh Ustadz Zainal, seorang pemuka agama yang telah memberikan pengabdian selama lima tahun. Beliau membawakan materi-materi agama dengan gaya yang mudah dimengerti dan relevan untuk kehidupan sehari-hari, sehingga peserta pengajian merasa terhubung dengan pesan-pesan agama yang disampaikan.
Salah satu peserta pengajian, bapak Rofhan, berbagi pengalamannya, "Saya selalu merasa senang datang ke pengajian ini. Selain belajar agama, kami juga merasa seperti satu keluarga besar. Suasana di sini selalu penuh kehangatan dan kasih sayang. Ditambah dengan penyampaian ustadz Zainal yang enak dan nyaman di dengar."
Tidak hanya menjadi tempat pembelajaran agama, pengajian rutin ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kegiatan sosial. Masyarakat setempat sering kali berpartisipasi dalam program-program sosial, seperti penggalangan dana untuk membantu yang terkena musibah, atau berbagai kegiatan amal lainnya.
Kehadiran pengajian rutin ini juga telah memberikan dampak positif pada tingkat moral dan kebersamaan warga di Masjid Jami Al-Ikhlas. Terlepas dari perbedaan latar belakang dan status sosial, pengajian ini telah mendorong kerjasama dan toleransi di kalangan warga, menciptakan ikatan yang kuat di antara mereka.
"Kami percaya bahwa pengajian ini bukan hanya tentang beribadah, tetapi juga tentang memperkuat ukhwah masyarakat kami. Ini adalah momen di mana kami bisa bersatu, berbagi, dan belajar bersama," ujar bapak Ghofur, selaku ketua DKM yang aktif dalam mendukung pengajian ini.
Pengajian rutin di Masjid Jami Al-Ikhlas adalah bukti nyata bahwa agama dapat menjadi sarana untuk mempersatukan dan mencerahkan kehidupan masyarakat. Tetap bersemangat dan terus menyinari kehidupan warga setempat, pengajian ini membuktikan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat menjadi landasan kuat untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan harmonis.
Reporter: Irsyad Khairuddin Syarif, KPI/3B
Taman Baca Quran Masjid Al-Ikhlas Kecil Bermanfaat
Dakwahpos,com.Bandung-DKM al ikhlas mendirikan taman baca quran(TPQ) yang terletak di samping masjid masjid al ikhlas.meskipun masjid ini relatif kecil tetapi masjid ini sangat berguna untuk masyarakat sekitar salah satunya untuk kajian anak anak.selasa(13/10)
Anaka anak disini diajarkan dari awal dari huruf hijaiyah sampai anak anak fasih membaca alquran,selain itu mereka juga diajarkan cara menulis bahasa arab, hafalan doa doa sehari hari serta surah surah pendek.
Taman pengajian untuk anak anak disini hanya ada TPQ tidak ada tingkatan lain,TPQ disini menggunakan sistem kenaikan iqra.kajian ini berada dinaungan masjid al-ikhlas .Tingkatan disini anak anak yang mengaji berdasarkan kelas atau iqra,kelas iqra disini sampai iqra 6 dan dilanjut kelas alquran kajian ini berisikan anak anak tk sampai anak tingkatan sekolah dasar.
"Anak anak yang diajar disini banyak anak dari warga sekitar dan sekitar warga cipadung sedangkan untuk mengajarnya ada ibu ibu dan mahasiswi uin sunang gunung jati" ujar salah satu pengajar TPQ.
Reporter: Sarah leily azizah/3D
Masjid Al-Ikhlas Cipadung kurang partisipasi remaja
Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Al-Ikhlas yang berlokasi di Desa Cipadung, Cibiru, Bandung yang berada di sekitaran rumah warga dan kos-kos an mahasiswa. bangunan nya yang terdiri dari satu tingkat dan tidak terlalu besar, dan lantai satu untuk pria dan lantai dua untuk perempuan ibadah.
DKM Al-Ikhlas mempunyai beberapa kegiatan di setiap hari, bulan dan tahunnya. setiap malam jum'at di adakannya pengajian yasin, mayoritas yang mengikuti nya itu bapak-bapak, dan di setiap hari besar islam pun DKM Al-Ikhlas mengadakan kegiatan seperti isra mi'raj, maulid Nabi, dan tahun baru Islam.
Setiap hari senin ba'da dzuhur sampai ashar diadakannya kajian/pengajian yang diikuti oleh para remaja atau ibu-ibu yang setiap materinya dibawakan oleh khotib, dan dibuka dengan pembacaan surah Al-Fatihah dan sholawat bersama sebelum berlangsungnya kajian. Berbeda dengan pengajian di Masjid Al-Ikhlas yang bukan hanya mendengarkan ceramah saja, tapi para jamaah di perintahkan untuk memberi contoh sesuai dengan apa yang telah disampaikan.
"sejauh ini sih semakin berkembang kajian ini, hanya saja pemuda semakin hari semakin kesini jarang ber-antusias dalam mengikuti kegiatan ini" ujar pengurus masjid Al-Ikhlas. Sabtu (3/11/2018)
Reporter : Syifa Nurul Aulia KPI 3D

