Dakwahpos.com, Bandung – Jamaah Masjid Al-Falah 1 Sindangreret menggelar Ngaji Tafsir Al-Qur'an yang membahas QS Al-Mu'minun ayat 53–57. Dalam kajian tersebut, Ustaz Ilyas menjelaskan konsep istidraj, yaitu kondisi ketika kelapangan harta dan keturunan menjadi ujian dari Allah bagi manusia, Sabtu (13/12/2025).
Ustaz Ilyas menegaskan bahwa kemudahan rezeki tidak selalu menandakan kemuliaan di sisi Allah.
"Kegampangan boga harta jeung turunan anu seer teu salawasna tanda kahormatan ti Allah, tapi bisa jadi ujian pikeun urang sadayana," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa istidraj dapat terjadi ketika seseorang tetap merasa aman meskipun terus melakukan maksiat. Menurutnya, kondisi tersebut bukan bentuk kasih sayang Allah, melainkan ujian yang berat.
"Lamun jalma ngalakukeun maksiat tapi hirupna karasa aman-aman wae, éta lain tanda dipikanyaah, tapi ujian anu luar biasa," kata Ustaz Ilyas.
Dalam kajian itu, Ustaz Ilyas menyampaikan bahwa harta perlu diarahkan pada kebaikan agar tidak menjadi sebab kerusakan. Salah satu caranya dengan infak dan sedekah. Ia menyinggung fenomena orang yang memiliki harta berlimpah namun enggan mengeluarkan sedekah.
"Lamun harta teu dipaké keur kahadean, sanajan ngan sakadar infak saeutik, éta tandana aya masalah dina pamakéan harta," tuturnya.
Ia juga menyinggung kaum kafir Quraisy yang menganggap kekayaan sebagai bentuk penghormatan dari Allah, padahal mereka tetap meninggalkan salat dan menentang dakwah Nabi Muhammad SAW. Menurut Ustaz Ilyas, kondisi tersebut justru menambah dosa bagi mereka.
Selain itu, Ustaz Ilyas mengingatkan pentingnya sikap sabar dan syukur dalam setiap keadaan. Ia menyampaikan bahwa orang-orang yang takut akan azab Allah akan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan karena menyadari semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban.
Dalam kajian tersebut juga disampaikan peringatan tentang perpecahan umat. Ustaz Ilyas mengutip hadis mengenai umat-umat terdahulu yang terpecah menjadi banyak golongan, dan hanya satu golongan yang selamat, yakni Ahlusunah wal Jamaah.
Menutup kajian, Ustaz Ilyas menegaskan bahwa ukuran kemuliaan seorang hamba bukan terletak pada harta dan keturunan, melainkan pada ketakwaan dan amal saleh.
"Kedudukan jalma di sisi Allah lain diukur tina harta jeung turunan, tapi tina takwa jeung amal solehna," pungkasnya.
Reporter: Tazkiya Nurkamila, KPI 3/C
Ustaz Ilyas menegaskan bahwa kemudahan rezeki tidak selalu menandakan kemuliaan di sisi Allah.
"Kegampangan boga harta jeung turunan anu seer teu salawasna tanda kahormatan ti Allah, tapi bisa jadi ujian pikeun urang sadayana," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa istidraj dapat terjadi ketika seseorang tetap merasa aman meskipun terus melakukan maksiat. Menurutnya, kondisi tersebut bukan bentuk kasih sayang Allah, melainkan ujian yang berat.
"Lamun jalma ngalakukeun maksiat tapi hirupna karasa aman-aman wae, éta lain tanda dipikanyaah, tapi ujian anu luar biasa," kata Ustaz Ilyas.
Dalam kajian itu, Ustaz Ilyas menyampaikan bahwa harta perlu diarahkan pada kebaikan agar tidak menjadi sebab kerusakan. Salah satu caranya dengan infak dan sedekah. Ia menyinggung fenomena orang yang memiliki harta berlimpah namun enggan mengeluarkan sedekah.
"Lamun harta teu dipaké keur kahadean, sanajan ngan sakadar infak saeutik, éta tandana aya masalah dina pamakéan harta," tuturnya.
Ia juga menyinggung kaum kafir Quraisy yang menganggap kekayaan sebagai bentuk penghormatan dari Allah, padahal mereka tetap meninggalkan salat dan menentang dakwah Nabi Muhammad SAW. Menurut Ustaz Ilyas, kondisi tersebut justru menambah dosa bagi mereka.
Selain itu, Ustaz Ilyas mengingatkan pentingnya sikap sabar dan syukur dalam setiap keadaan. Ia menyampaikan bahwa orang-orang yang takut akan azab Allah akan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan karena menyadari semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban.
Dalam kajian tersebut juga disampaikan peringatan tentang perpecahan umat. Ustaz Ilyas mengutip hadis mengenai umat-umat terdahulu yang terpecah menjadi banyak golongan, dan hanya satu golongan yang selamat, yakni Ahlusunah wal Jamaah.
Menutup kajian, Ustaz Ilyas menegaskan bahwa ukuran kemuliaan seorang hamba bukan terletak pada harta dan keturunan, melainkan pada ketakwaan dan amal saleh.
"Kedudukan jalma di sisi Allah lain diukur tina harta jeung turunan, tapi tina takwa jeung amal solehna," pungkasnya.
Reporter: Tazkiya Nurkamila, KPI 3/C
Tidak ada komentar
Posting Komentar