Dakwahpos, Bandung – (17/10/2025) Masjid Nurul Hasanah menggelar ibadah salat Jumat berjamaah yang diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat sekitar kawasan Buah Batu, hingga luar wilayah Bandung Raya. Pada Jumat kali ini, khatib yang mengisi mimbar adalah Ustadz Aan kurnia, dengan tema khutbah yang sangat relevan dengan kondisi umat saat ini: "Menjaga Lisan dan Hati di Era Media Sosial".
Khutbah Jumat dimulai tepat setelah adzan kedua berkumandang. Pada khutbah pertama, ustadz mengawali dengan membacakan firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
Beliau menjelaskan bahwa di era media sosial yang serba cepat ini, banyak umat Islam terjebak dalam dosa lisan dan hati: ghibah, fitnah, adu domba, hoaks agama, hingga saling menghujat sesama muslim hanya karena perbedaan pilihan politik, mazhab, atau bahkan tim sepak bola. "Satu kali klik 'share' tanpa tabayyun bisa menghancurkan kehormatan saudara kita bertahun-tahun," tegas ustadz.
Pada khutbah kedua, ustadz mengingatkan sabda Rasulullah SAW:
« المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده »
"Seorang muslim adalah orang yang membuat muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya."
Beliau mengajak jamaah untuk menjadikan media sosial sebagai ladang pahala, bukan ladang dosa: menyebarkan ilmu yang bermanfaat, membela yang terzalimi dengan cara yang bijak, serta menahan jari sebelum mengetik kata-kata yang menyakitkan. "Jika tidak mampu berkata baik, maka diam itu lebih utama," pesan beliau.
Suasana khusyuk dan haru sangat terasa. Beberapa jamaah terlihat menunduk lama usai khutbah, seolah sedang muhasabah diri. Tak sedikit yang terlihat mengusap air mata, terutama para pemuda yang aktif di media sosial.
Usai salat, banyak jamaah yang mendatangi ustadz untuk bersalaman sambil meminta maaf lahir batin. "Ustadz, tadi seperti ditampar pakai Al-Qur'an dan hadits, tapi tamparan yang menyejukkan," ujar salah seorang jamaah sambil tersenyum.
Pengurus masjid menyatakan akan mengundang ustadz yang sama di pekan-pekan mendatang untuk seri khutbah bertema "Etika Bermedia Sosial dalam Islam", mengingat antusiasme dan dampak yang sangat terasa dari khutbah kali ini.
Reporter: Muhammad Fawaz Fairuzabadi
Tidak ada komentar
Posting Komentar