Dakwahpos.com, Subang- Derasnya arus informasi di era digital, menuntut umat Islam untuk memiliki sikap bijak dan penuh kehati-hatian. Demikian diungkapkan Ustadz Arif saat pengajian rutin di masjid Nurul Jami' Amanah, kelurahan Karanganyar, Kecamatan/ Kabupaten Subang, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya menjadi sarana untuk menyebarkan kebaikan, bukan justru menjadi sumber perpecahan akibat berita yang tidak jelas kebenarannya.
Ustadz Arif mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur'an sebagai landasan utama dalam menyikapi informasi, yaitu:
"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya."
(QS. Al-Hujurat: 6)
"Ayat tersebut, menegaskan kewajiban tabayyun sebelum menyebarkan berita, baik yang diterima melalui media sosial, pesan singkat, maupun percakapan sehari-hari. Sikap tergesa-gesa dalam menyebarkan informasi dapat menimbulkan fitnah, merusak persaudaraan, dan bahkan memicu konflik di tengah Masyarakat," ujar Ustadz Arif.
Selain ayat Al-Qur'an, Ustadz Arif menyampaikan hadits Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya menjaga lisan dan kejujuran. Rasulullah SAW bersabda:
"Cukuplah seseorang dikatakan berdusta apabila ia menceritakan setiap apa yang ia dengar."
(HR. Muslim)
Lebih lanjut, Ustad Arif mengajak jamaah untuk menjadikan iman dan takwa sebagai dasar dalam setiap aktivitas, termasuk dalam bermedia.
"Seorang Muslim tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Arif menyoroti peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk kebiasaan bermedia yang sehat. Orang tua, tambah Ustadz Arif, diimbau untuk memberikan teladan kepada anak-anak dalam menggunakan gawai dan media sosial secara bertanggung jawab.
"Serta menanamkan nilai-nilai kejujuran dan akhlak mulia sejak dini," tegasnya.
Para jamaah menyambut ceramah ini dengan antusias. Salah seorang pemuda di gang Panglejar 3, Akbar mengatakan, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, di mana berita bohong dan informasi provokatif mudah tersebar tanpa filter.
"Jadi harus cerdas bermedsos," katanya.
Sementara, tokoh Masyarakat setempat, Gus Eko mengatakan, melalui ceramah keagamaan tersebut, jamaah diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
"Khususnya dalam menyikapi informasi yang beredar di Masyarakat," ucapnya.
Reporter: Dwi Rahayu Indah Pratiwi
KPI/3D
Tidak ada komentar
Posting Komentar