Dakwahpos.com, Bandung - Khotbah Jumat di Masjid Al-Masykur Cipadung Wetan berlangsung penuh penghayatan ketika Ustaz Mahmud menyampaikan pesan penting mengenai ancaman Allah Swt. bagi orang-orang yang tidak bertakwa. Tema khutbah tersebut merujuk pada QS. Al-Baqarah ayat 156 dan mengambil pelajaran dari kisah Nabi Nuh a.s. Jumat (5/12/2025)
Dalam khotbahnya, Ustaz Mahmud menjelaskan bahwa ayat "inna lillāhi wa inna ilaihi rāji'ūn" tidak hanya menjadi ungkapan ketika tertimpa musibah, tetapi juga pengingat bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah Swt.. Musibah, menurutnya, bukan semata peristiwa alam, melainkan dapat menjadi peringatan bagi manusia agar kembali kepada ketakwaan.
Ustaz Mahmud menekankan bahwa umat Islam harus memahami bagaimana sejarah umat terdahulu dapat menjadi pelajaran besar. Ia mencontohkan kaum Nabi Nuh a.s. yang ingkar peringatan dan akhirnya ditimpa bencana besar berupa banjir dahsyat. Menurutnya, kisah tersebut bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi gambaran nyata tentang konsekuensi dari mengabaikan perintah Allah Swt.
"Allah Swt. memberi peringatan dengan menurunkan bencana kepada umat manusia agar mereka bertakwa," ujar Ustaz Mahmud dihadapan para jemaah.
Pada kesempatan itu, Ustaz Mahmud mengingatkan jamaah agar tidak menjauh dari jalan kebaikan. Ia menegaskan bahwa ketakwaan adalah tameng utama dari berbagai bentuk bala dan kesulitan hidup. Jamaah tampak menyimak dengan khusyuk sambil menunduk, merenungi pesan-pesan yang disampaikan dari mimbar.
Reporter: Muhammad Haikal Sinatria, KPI 3/D
Dalam khotbahnya, Ustaz Mahmud menjelaskan bahwa ayat "inna lillāhi wa inna ilaihi rāji'ūn" tidak hanya menjadi ungkapan ketika tertimpa musibah, tetapi juga pengingat bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah Swt.. Musibah, menurutnya, bukan semata peristiwa alam, melainkan dapat menjadi peringatan bagi manusia agar kembali kepada ketakwaan.
Ustaz Mahmud menekankan bahwa umat Islam harus memahami bagaimana sejarah umat terdahulu dapat menjadi pelajaran besar. Ia mencontohkan kaum Nabi Nuh a.s. yang ingkar peringatan dan akhirnya ditimpa bencana besar berupa banjir dahsyat. Menurutnya, kisah tersebut bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi gambaran nyata tentang konsekuensi dari mengabaikan perintah Allah Swt.
"Allah Swt. memberi peringatan dengan menurunkan bencana kepada umat manusia agar mereka bertakwa," ujar Ustaz Mahmud dihadapan para jemaah.
Pada kesempatan itu, Ustaz Mahmud mengingatkan jamaah agar tidak menjauh dari jalan kebaikan. Ia menegaskan bahwa ketakwaan adalah tameng utama dari berbagai bentuk bala dan kesulitan hidup. Jamaah tampak menyimak dengan khusyuk sambil menunduk, merenungi pesan-pesan yang disampaikan dari mimbar.
Reporter: Muhammad Haikal Sinatria, KPI 3/D
Tidak ada komentar
Posting Komentar