Dakwahpos.com, Bandung – Santri putra senior di Masjid Al Jawami Cileunyi mengikuti pembelajaran kitab nahwu pada Senin pagi (01/12/2025). Kelas berlangsung di ruang utama masjid dan dipimpin oleh seorang ustaz pembimbing yang mengajar langsung dari depan papan tulis.
Suasana masjid terlihat aktif sejak pagi. Para santri putra yang telah memasuki tingkat senior duduk berbaris rapi di sisi kiri dan tengah ruangan, membawa kitab nahwu masing-masing. Mereka tampak sudah terbiasa dengan suasana kelas seperti ini—tenang, fokus, dan penuh interaksi akademik.
Ustaz yang mengampu pelajaran berdiri di depan papan tulis, menuliskan contoh-contoh kalimat Arab dan menjelaskan kaidah nahwu satu per satu. Sesekali ia berhenti untuk memberi penekanan pada perubahan i'rab atau menjelaskan fungsi kata yang sedang dibahas. Para santri menyalin catatan tersebut sambil sesekali bertanya jika ada bagian yang belum dipahami.
Materi pagi itu mengulas tentang isim marfu' dan aturan-aturan yang membuat suatu kata berada dalam posisi rafa'. Pembahasan berlangsung cukup dinamis karena beberapa santri senior sudah memiliki dasar yang kuat, sehingga diskusi berjalan lebih mendalam dibanding kelas santri pemula.
Menurut salah satu pengurus bagian pendidikan, kelas nahwu ini menjadi salah satu pelajaran utama bagi santri senior karena menjadi fondasi penting untuk memahami ilmu-ilmu keislaman lainnya.
"Kalau santri sudah kuat di nahwu, mereka lebih mudah memahami tafsir, hadis, bahkan fikih. Itu sebabnya kelas ini selalu ditekankan setiap pekan," ujarnya.
Kegiatan belajar berlangsung kurang lebih satu jam sebelum ditutup dengan doa bersama. Para santri kemudian merapikan kitab masing-masing dan bersiap melanjutkan kegiatan harian lain di lingkungan masjid.
Reporter: Mutia Hartini Aliyudin /KPI 3D
Suasana masjid terlihat aktif sejak pagi. Para santri putra yang telah memasuki tingkat senior duduk berbaris rapi di sisi kiri dan tengah ruangan, membawa kitab nahwu masing-masing. Mereka tampak sudah terbiasa dengan suasana kelas seperti ini—tenang, fokus, dan penuh interaksi akademik.
Ustaz yang mengampu pelajaran berdiri di depan papan tulis, menuliskan contoh-contoh kalimat Arab dan menjelaskan kaidah nahwu satu per satu. Sesekali ia berhenti untuk memberi penekanan pada perubahan i'rab atau menjelaskan fungsi kata yang sedang dibahas. Para santri menyalin catatan tersebut sambil sesekali bertanya jika ada bagian yang belum dipahami.
Materi pagi itu mengulas tentang isim marfu' dan aturan-aturan yang membuat suatu kata berada dalam posisi rafa'. Pembahasan berlangsung cukup dinamis karena beberapa santri senior sudah memiliki dasar yang kuat, sehingga diskusi berjalan lebih mendalam dibanding kelas santri pemula.
Menurut salah satu pengurus bagian pendidikan, kelas nahwu ini menjadi salah satu pelajaran utama bagi santri senior karena menjadi fondasi penting untuk memahami ilmu-ilmu keislaman lainnya.
"Kalau santri sudah kuat di nahwu, mereka lebih mudah memahami tafsir, hadis, bahkan fikih. Itu sebabnya kelas ini selalu ditekankan setiap pekan," ujarnya.
Kegiatan belajar berlangsung kurang lebih satu jam sebelum ditutup dengan doa bersama. Para santri kemudian merapikan kitab masing-masing dan bersiap melanjutkan kegiatan harian lain di lingkungan masjid.
Reporter: Mutia Hartini Aliyudin /KPI 3D
Tidak ada komentar
Posting Komentar