Refleksi Nikmat Ilahi dan Teladan Kemanusiaan Rasul

Dakwahpos.com, Bandung- Dua pilar keimanan, yaitu keluasan Nikmat Rububiyyah Allah dan urgensi meneladani sifat wajib para Nabi dan Rasul, adalah dua pondasi penting untuk dapat membangun kehidupan yang berkah dan mencapai khusnul khatimah bagi seorang mukallaf.

Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu berada dalam pemeliharaan Allah, yang disebut Nikmat Rububiyyah , dimana rezeki dan sistem kehidupan diberikan secara merata kepada seluruh manusia tanpa memandang keimanan. Oleh karena itu, umat manusia wajib bersyukur dan berupaya mencari rida-Nya. Karena tidak mungkin Allah menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia, melainkan pasti memiliki manfaat.

1. Keluasan Nikmat Rububiyyah
Nikmat pemeliharaan Rububiyyah ini diberikan Allah secara merata kepada seluruh manusia, tanpa memandang status keimanan. Oksigen, sinar matahari, dan makanan diberikan kepada orang mukmin, kafir, maupun munafik. Bahkan, sistem dalam tubuh kita, seperti detak jantung yang memompa darah, diatur sepenuhnya oleh Allah, baik pada tubuh orang mukmin maupun kafir. Kesadaran ini diperkuat dengan firman Allah dalam Surah Ar-Rahman
:فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ  
(maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan).

2. Mengagungkan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Bulan Rabiul Awwal merupakan momen penting untuk meniatkan pengagungan dan penghormatan (Ta'dziman Wa Takliman) atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad sesungguhnya tidak memerlukan sholawat dari umatnya, tetapi umatnyalah yang membutuhkan beliau. Ibarat menadahkan limpahan rahmat dan syafa'at dari beliau. Harapan terbesar sebagai manusia adalah diangkat menjadi umat beliau dan memperoleh syafa'atnya di hari kiamat. 

3. Empat Sifat Wajib Rasul
Melalui pembelajaran kitab Aqidatul Awam karya Syekh Ahmad Marzuki , umat muslim wajib mengetahui dan meyakini empat sifat wajib bagi para Rasul. Sifat-sifat ini juga dimiliki oleh semua Nabi. Yaitu Sidiq (benar), Amanah (dapat di percaya), Tabligh (menyampaikan), Fathonah (cerdas). Penting untuk dipahami bahwa Rasul pasti seorang Nabi, tetapi Nabi belum tentu menjadi Rasul. Nabi adalah laki-laki yang diberi wahyu tetapi tidak diperintahkan menyampaikan risalah kepada umatnya. Sebaliknya, Rasul diberi wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan risalah kepada umatnya. Nabi dan Rasul yang wajib diketahui berjumlah dua puluh lima orang.

4. Kemanusiaan Rasul yang Terjaga
Selain sifat wajib, Rasul juga memiliki sifat Jaiz atau sifat kemanusiaan (A'radul Basyariyyah). Rasul dapat mengalami hal-hal layaknya manusia biasa seperti sakit ringan, makan, minum, berjalan, dan menikah. Namun, sifat-sifat kemanusiaan ini tidak pernah mengurangi martabat dan derajat mereka. Para Nabi dan Rasul dijaga (ma'sum) oleh Allah dari perbuatan dosa dan maksiat, layaknya Allah menjaga para Malaikat. Menariknya, derajat para Nabi dan Rasul melebihi derajat para Malaikat.

Memperdalam ilmu agama adalah upaya untuk memperbaiki urusan agama. Seseorang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka ia akan diberikan pemahaman mendalam tentang agama (Maa Yuridillahu Khoiron Yufaqqihu Fiddin). Umat muslim wajib mengimani bahwa Allah memiliki para Nabi dan Rasul.

Sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Baqarah: 285:
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Mereka juga berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali."

Dengan terus meneladani empat sifat wajib Rasul, harapannya dapat menjaga diri dari perbuatan yang merusak nilai-nilai ajaran Islam, serta mendapatkan jaminan khusnul khatimah.

Reporter: Tiara Nur`ilma, KPI/3D
 

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024