Dakwahpos.com, Bandung — Sekelompok jemaah dari berbagai wilayah merasakan kedamaian spiritual saat melaksanakan ibadah di Masjid Raya Al-Jabbar, Kota Bandung, pada akhir pekan. Selain sebagai tempat beribadah, masjid megah ini juga menjadi ruang untuk merenung dan mencari ketenangan bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari rutinitas harian.
Masjid yang diresmikan pada akhir 2022 ini terkenal karena arsitekturnya yang megah serta atmosfer religius yang menentramkan. Bangunannya memadukan unsur modern dan islami, dengan cahaya alami yang masuk dari sisi kubah berbentuk geometris menyerupai kristal.
"Setiap kali beribadah di sini, saya merasakan kedamaian yang lebih. Suasananya damai dan udara terasa sejuk di pagi hari," ujar Rudi, jemaah asal Garut.
Aisyah, pengunjung asal Bandung Timur, juga merasakan hal serupa. Ia berpendapat bahwa Masjid Raya Al-Jabbar bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga sarana untuk refleksi dan memperkuat hubungan dengan Allah.
"Saya sering berkunjung pada sore hari, duduk di halaman sambil membaca Al-Qur'an. Rasanya sungguh menentramkan," ujarnya.
Selain menjadi destinasi spiritual, Masjid Raya Al-Jabbar juga berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan edukasi. Di kawasan ini, sering diadakan kajian islami, kegiatan remaja masjid, hingga wisata religi yang melibatkan masyarakat sekitar. Fasilitas yang tertata rapi serta lingkungan yang bersih menambah kenyamanan para pengunjung.
Masjid yang juga dikenal sebagai "Masjid Terapung" ini dikelilingi oleh danau buatan yang menambah keindahan pemandangan di sekitarnya. Saat matahari terbenam, pantulan cahaya dari permukaan air memberikan kesan menakjubkan, menjadikan area ini tempat favorit bagi wisatawan untuk bersantai dan berfoto.
Kini, keberadaan Masjid Raya Al-Jabbar bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat, tetapi juga simbol wisata religi yang memadukan keindahan arsitektur dan ketenangan spiritual bagi para jemaah yang datang dari berbagai daerah.
Reporter: Eka Praditama/KPI 3D
Tidak ada komentar
Posting Komentar