Dakwahpos.com, Bandung – Dalam ceramah bulanan di Masjid Al-Ikhlas Cimariuk, Ustaz Asep mengajak jamaah memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad melalui pembiasaan membaca shalawat. Ajakan itu ia sampaikan dalam pengajian akhir bulan yang dihadiri warga dari berbagai kalangan.
Dalam ceramahnya, Ustaz Asep menekankan bahwa shalawat bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Rasulullah dan bagian dari perintah Allah dalam Al-Qur'an. Ia mengutip sabda Nabi bahwa siapa pun yang bershalawat sekali, Allah akan membalasnya dengan sepuluh kebaikan, menghapus sepuluh kesalahan, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkat.
"Betapa ruginya orang yang enggan bershalawat. Padahal, keutamaannya begitu besar untuk kita semua," ujar Ustaz Asep, Sabtu (30/11/2025).
Ia juga menyinggung fenomena masyarakat yang lebih akrab dengan musik-musik populer, khususnya dari media sosial, sementara shalawat jarang terdengar di gawai mereka. Menurutnya, pola konsumsi seperti itu membuat nilai-nilai religius perlahan terpinggirkan.
"Banyak orang hafal lagu-lagu TikTok, tetapi tidak hafal shalawat. Padahal shalawat itu doa, berkah, dan tanda cinta kita kepada Nabi," kata Ustaz Asep.
Dalam sesi akhir ceramah, Ustaz Asep mengajak jamaah bersama-sama melantunkan shalawat sebagai bentuk latihan dan pembiasaan. Ia menyampaikan harapan agar kebiasaan ini dapat menjadi amalan yang menghadirkan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Sri Septia, KPI/3B
Dalam ceramahnya, Ustaz Asep menekankan bahwa shalawat bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Rasulullah dan bagian dari perintah Allah dalam Al-Qur'an. Ia mengutip sabda Nabi bahwa siapa pun yang bershalawat sekali, Allah akan membalasnya dengan sepuluh kebaikan, menghapus sepuluh kesalahan, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkat.
"Betapa ruginya orang yang enggan bershalawat. Padahal, keutamaannya begitu besar untuk kita semua," ujar Ustaz Asep, Sabtu (30/11/2025).
Ia juga menyinggung fenomena masyarakat yang lebih akrab dengan musik-musik populer, khususnya dari media sosial, sementara shalawat jarang terdengar di gawai mereka. Menurutnya, pola konsumsi seperti itu membuat nilai-nilai religius perlahan terpinggirkan.
"Banyak orang hafal lagu-lagu TikTok, tetapi tidak hafal shalawat. Padahal shalawat itu doa, berkah, dan tanda cinta kita kepada Nabi," kata Ustaz Asep.
Dalam sesi akhir ceramah, Ustaz Asep mengajak jamaah bersama-sama melantunkan shalawat sebagai bentuk latihan dan pembiasaan. Ia menyampaikan harapan agar kebiasaan ini dapat menjadi amalan yang menghadirkan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Sri Septia, KPI/3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar