Dakwahpos.com, Bandung – Suasana Masjid Jami Al-Barru kecamatan Arcamanik, tampak khusyuk saat khutbah Jumat digelar. Pada kesempatan kali ini Jumat (15/11/25) Khatib mengangkat tema tentang siapa sebenarnya orang yang dianggap "bangkrut" dalam pandangan agama.
Dalam penjelasannya, khatib merangkum sebuah hadits masyhur tentang al-muflis. Beliau menjelaskan bahwa Rasulullah menggambarkan orang bangkrut sebagai seseorang yang datang pada hari kiamat dengan membawa banyak amal ibadah seperti shalat, puasa, dan sedekah, namun semua amal itu habis karena harus dibayarkan kepada orang-orang yang pernah ia sakiti.
Khatib kemudian membacakan kutipan hadits tersebut yang diriwayatkan Abu Hurairah: "Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat membawa shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia datang juga dengan membawa dosa mencaci, menuduh, mengambil harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul. Maka kebaikan orang itu diberikan kepada para korbannya; jika kebaikannya habis sebelum hutang dosanya terbayar, maka dosa-dosa mereka dibebankan kepadanya dan ia pun dilemparkan ke neraka."
Khatib menyampaikan bahwa inti dari hadits ini adalah peringatan keras untuk menjaga hubungan antarsesama. Menurutnya, ibadah ritual tidak akan cukup menolong seseorang jika akhlaknya buruk dan sering menyakiti orang lain. Agama bukan hanya soal hubungan dengan Allah, tetapi juga hubungan baik dengan manusia.
Untuk mempertegas pesan tersebut, khatib mengutip firman Allah dalam surat At-Thalaq ayat 2 "Allah menurunkan ayat-ayat-Nya sebagai pengingat, agar manusia bertakwa dan menjauhi perbuatan zalim. Ayat ini ditekankan sebagai bukti bahwa setiap perilaku manusia akan dimintai pertanggungjawaban, terutama yang menyangkut hak orang lain."
Khutbah ditutup dengan ajakan agar jamaah memperbaiki akhlak, menjaga lisan, menghindari ghibah, tidak meremehkan orang lain, serta berhati-hati dalam bertindak. Khatib berharap para jamaah dapat meningkatkan kualitas hubungan sosial, sehingga ibadah mereka tidak sia-sia dan selamat dari golongan orang yang bangkrut pada hari pembalasan.
Reporter: Sarah Fitrotunnisa KPI/3A
Tidak ada komentar
Posting Komentar