Dakwahpos.com, Bandung-Menjadi bagian panitia dari sebuah acara besar seperti Ospek Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam memberikanku pengalaman yang berharga dan berkesan. (Selasa,28/11/2025).
Ketika sebagian besar peserta mengenali panitia yang tampil didepan, namun ada sosok penting yang tidak terlihat, ia bekerja tanpa henti dibalik layar merupakan bagian dari publikasi, dekorasi, dan desain (PDD) yaitu posisi operator.
Seperti yang dialami oleh saya sendiri Selvi Selviana seorang mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Semester 3 yang bertugas sebagai operator dalam ospek jurusan dengan nama lain "OMBAK" di tahun 2025 ini.
"Keliatannya memang mudah, namun tugasnya luas, kami perlu paham dan fokus dalam menjalankan Microsoft itu, intinya, kami menjadi otak teknis yang memastikan semua alur acara berjalan mulus melalui visual dan tepat waktu" ujar Saya.
Sebagai operator proyektor saya Selvi Selviana bertanggungjawab mengenai beberapa teknis yaitu, persiapan dan uji coba dari masing-masing pemateri dan divisi tersusun rapih dan kompatibel dengan perangkat, berkoordinasi dengan pembica untuk mengetahui kapan saya harus berbuat.
Selama acara berlangsung, fokus juga terbagi antara arahan, mengamati panggung, dan mengoperasikan laptop. Mulai dari menampilkan slide materi, memutar video, hingga menyesuaikan backsound.
"Namun ada bagian yang paling menegangkan, ketika tiba-tiba proyektor ngeblank, suara tidak keluar, laptop ngelag, dan masih banyak permasalahan yang harus dihadapi, kita harus sigap, cepat, tenang dan langsung mencari solusi karena semua mata tertuju pada layar"Ucapnya.
Peran yang dijalankan Selvi Selviana membuktikan bahwa dalam sebuah produksi acara, teknologi dan manusia harus bersinergi. Seorang operator harus kompeten tidak hanya teknisi, tetapi juga storyteller visual yang turut menulis kesuksesan acara. (Reporter: Selvi Selviana KPI/3B).
Tidak ada komentar
Posting Komentar