Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW di Tengah Krisis Keteladanan

Dalam khutbah Jum'at di Masjid Pemuda Raheela, Ustadz Usy Yusuf Ibrahim Lc mengingatkan jamaah untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai figur teladan utama dalam kehidupan. Seruan ini terasa sangat relevan di tengah masyarakat modern yang sering kehilangan arah dalam menilai siapa yang pantas dijadikan panutan.

Sumber:
Khutbah Jum'at Ustadz Usy Yusuf Ibrahim Lc di Masjid Pemuda Raheela, Bandung, 11 Oktober 2025.


Ustadz Usy Yusuf Ibrahim Lc menegaskan bahwa nikmat terbesar dalam hidup bukanlah harta atau kesehatan, tetapi nikmat iman. Melalui keimanan kepada Allah dan keyakinan kepada Rasulullah SAW, manusia menemukan arah hidup yang benar. Dalam khutbahnya, beliau menuturkan, "Keimanan kepada Allah dan keyakinan kepada Rasulullah SAW adalah karunia yang tidak dapat ditukar dengan apapun. Melalui Rasulullah, Allah menunjukkan jalan keselamatan agar kelak kita dapat bertemu dengan-Nya di surga."

Pesan ini seolah menjadi tamparan lembut bagi umat Islam masa kini. Di era media sosial, manusia mudah terpesona oleh gemerlap dunia dan figur-figur populer yang sering kali jauh dari nilai-nilai akhlak. Banyak orang mengidolakan atlet, artis, atau tokoh publik, namun melupakan sosok Nabi Muhammad SAW yang justru membawa ajaran kasih sayang, kejujuran, dan keadilan.

Ustadz Usy Yusuf juga menekankan pentingnya takwa yang berlandaskan ilmu dan kesadaran, bukan sekadar kebiasaan atau ikut-ikutan. Ia mengibaratkan takwa sebagai bara api: panas, menyakitkan, namun tetap harus digenggam. Artinya, menjaga ketakwaan memang tidak mudah, tetapi itulah jalan menuju keberkahan hidup.

Melalui QS. Al-Ahzab ayat 21, beliau mengingatkan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan terbaik bagi umat Islam. Keteladanan itu mencakup seluruh aspek kehidupan — mulai dari kesabaran dalam menghadapi ujian, kejujuran dalam berdagang, kelembutan dalam berdakwah, hingga keberanian dalam menegakkan kebenaran. Akhlak Rasulullah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.


Seruan Ustadz Usy Yusuf Ibrahim menjadi refleksi penting bagi umat Islam di zaman modern ini. Di tengah derasnya arus gaya hidup materialistis dan krisis moral, umat harus kembali menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan sejati. Meneladani akhlaknya berarti menegakkan kejujuran, menebar kasih, dan menjaga amanah dalam setiap langkah hidup. Hanya dengan cara itu, umat Islam dapat mencapai keselamatan di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat.


Reporter : Muhammad Dafi Saefuddin, KPI/3D

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024