dakwapos.com, Bandung – Ceramah bertema Manajemen Qolbu disampaikan oleh Yayat Supriatna kepada para jamaah di Masjid Nurul Amal Cinunuk, yang membahas bagaimana cara mengelola hati agar tetap bersih dan tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kajian ini digelar untuk memberikan pemahaman tentang posisi hati dalam menentukan kualitas ibadah dan akhlak seseorang. (28 November 2025)
Dalam penyampaiannya, Yayat menegaskan bahwa hati memiliki peran utama dalam mengendalikan perilaku manusia. Ia menjelaskan bahwa kualitas iman dan amal bergantung pada kebersihan hati dari sifat dengki, sombong, dan kelalaian.
Menurutnya, manajemen qolbu bukan hanya teori, tetapi harus diterapkan dalam rutinitas ibadah dan interaksi sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi zikir, muhasabah, dan menjauhi perkara yang dapat mengeraskan hati.
Yayat juga menguraikan bahwa masalah terbesar manusia sering bersumber dari hati yang tidak terjaga. Ia mengingatkan jamaah tentang perlunya menjaga niat, memperbaiki diri, dan terus mendekat kepada Allah.
"Jika hati baik, maka seluruh anggota tubuh akan mengikuti kebaikannya. Karena itu, mulailah perbaikan diri dari qolbu terlebih dahulu," ujarnya.
Menutup kajian, ia mengajak jamaah menjadikan manajemen qolbu sebagai bagian penting dalam perjalanan spiritual, agar kehidupan menjadi lebih terarah, tenang, dan penuh keberkahan.
Reporter : Diya Asyita Zamzami-KPI 3D
Dalam penyampaiannya, Yayat menegaskan bahwa hati memiliki peran utama dalam mengendalikan perilaku manusia. Ia menjelaskan bahwa kualitas iman dan amal bergantung pada kebersihan hati dari sifat dengki, sombong, dan kelalaian.
Menurutnya, manajemen qolbu bukan hanya teori, tetapi harus diterapkan dalam rutinitas ibadah dan interaksi sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi zikir, muhasabah, dan menjauhi perkara yang dapat mengeraskan hati.
Yayat juga menguraikan bahwa masalah terbesar manusia sering bersumber dari hati yang tidak terjaga. Ia mengingatkan jamaah tentang perlunya menjaga niat, memperbaiki diri, dan terus mendekat kepada Allah.
"Jika hati baik, maka seluruh anggota tubuh akan mengikuti kebaikannya. Karena itu, mulailah perbaikan diri dari qolbu terlebih dahulu," ujarnya.
Menutup kajian, ia mengajak jamaah menjadikan manajemen qolbu sebagai bagian penting dalam perjalanan spiritual, agar kehidupan menjadi lebih terarah, tenang, dan penuh keberkahan.
Reporter : Diya Asyita Zamzami-KPI 3D
Tidak ada komentar
Posting Komentar