Dakwahpos.com, Bandung - Khutbah Jumat di Masjid Istiqomah PC Persis Cibiru, Kelurahan Cipadung pada kegiatan khutbah Jumat (28/11/2025), hadirin diperkenalkan pada pentingnya menjaga lisan sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Ceramah yang disampaikan oleh Ustaz Adi Setiadi, menekankan betapa lisan dapat menjadi sarana pahala sekaligus sumber dosa besar jika tidak dijaga dengan baik.
Pada kesempatan khutbah jumat, hadirin diingatkan akan nikmat terbesar yang dimiliki manusia, yaitu lisan. Ceramah yang disampaikan menyoroti fungsi lisan sebagai sarana komunikasi, yang bisa menjadi jalan pahala maupun pintu dosa. Ustaz Adi Setiadi ini menegaskan bahwa menjaga lisan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk syukur atas karunia Allah.
Ustaz Adi Setiadi menjelaskan bahwa lisan merupakan nikmat yang membedakan manusia dari makhluk lain, sesuai firman Allah, "Bukankah kami telah menjadikan untuknya sepasang mata dan lidah dan sepasang bibir?" Dengan lisan, manusia dapat berzikir, membaca Al-Qur'an, berdakwah, dan berbuat baik. Sebaliknya, lisan yang tidak dijaga akan menimbulkan dosa besar yang berdampak buruk di dunia dan akhirat.
Dalam ceramahnya, Ustaz Adi Setiadi mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, "Muslimani, seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.". Ungkapan ini menegaskan bahwa kejahatan lisan lebih berbahaya daripada tangan karena dapat menyebar dengan cepat dan menimbulkan berbagai konflik serta dosa besar seperti dusta dan ghibah.
Lebih lanjut, Ustaz Adi Setiadi mengingatkan lebih jauh tentang dosa besar akibat lisan, seperti berbohong dan menggosip, yang dapat mengantarkan seseorang ke neraka. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jauhilah kebohongan. Sebab kebohongan mengiring kepada keburukan dan keburukan akan mengiring kepada neraka.". Oleh karena itu, menjaga lisan merupakan bagian penting dari keimanan setiap muslim.
Ceramah juga menekankan bahwa setiap perkataan akan dicatat oleh malaikat, sehingga sangat penting untuk berhati-hati dalam berkata dan menulis. Ustaz Adi Setiadi menegaskan bahwa orang yang beriman hendaknya selalu berkata baik atau diam, seperti yang disabdakan Nabi, "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia berkata baik atau diam." Pada era digital saat ini, kehati-hatian dalam menyebarkan informasi menjadi semakin penting karena kebohongan dapat cepat tersebar melalui media sosial.
Kajian diakhiri dengan doa dan harapan agar seluruh hadirin senantiasa dimudahkan untuk menjaga lisannya, terhindar dari berbagai dosa, serta mendapatkan karunia Allah berupa ketakwaan dan keberkahan hidup. Semoga setiap kita dapat memetik pelajaran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari agar selamat di dunia dan akhirat.
Reporter : Ghania Khairatunnisa/ KPI 3A
Tidak ada komentar
Posting Komentar