Dakwahpos.comd, Bandung- Pelaksanaan PKM OMBAK (Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa dan Orientasi Mahasiswa Baru) Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) bukan sekadar agenda pengenalan kampus, tetapi juga ruang pembelajaran nilai-nilai komunikasi dan dakwah. Di tengah era digital, kegiatan ini tidak lepas dari sorotan media sosial mahasiswa, baik dalam bentuk dokumentasi, laporan kegiatan, maupun opini publik. Karena itu, prinsip jurnalisme dakwah menjadi relevan dikenalkan sejak awal kepada mahasiswa baru. Al-Qur'an menegaskan, "Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu suatu berita, maka telitilah kebenarannya" (QS. Al-Hujurat: 6), sebagai dasar etika dalam menyampaikan informasi.
Sebagai panitia PKM OMBAK, khususnya di bidang akomodasi, arus informasi menjadi bagian penting dalam kelancaran kegiatan. Informasi mengenai jadwal, konsumsi, tempat, dan teknis acara harus disampaikan secara jelas dan akurat. Dalam konteks ini, praktik komunikasi panitia mencerminkan prinsip dasar jurnalisme, yakni ketepatan dan tanggung jawab informasi. Bill Kovach menegaskan, "Jurnalisme bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi menjaga kebenaran dan nurani publik." Prinsip ini relevan diterapkan bahkan dalam lingkup kegiatan mahasiswa.
PKM OMBAK juga menjadi ruang pembelajaran awal bagi mahasiswa KPI tentang bagaimana dakwah dapat hadir melalui komunikasi yang santun dan informatif. Penyampaian informasi oleh panitia bukan hanya soal teknis, tetapi juga membentuk citra jurusan dan nilai-nilai Islam yang humanis. Quraish Shihab menyatakan, "Dakwah yang efektif adalah dakwah yang disampaikan dengan hikmah, bukan dengan paksaan." Oleh karena itu, gaya komunikasi dalam kegiatan orientasi harus mencerminkan dakwah yang mendidik, bukan menekan.
Dalam praktiknya, tantangan utama komunikasi kegiatan mahasiswa adalah kecepatan penyebaran informasi melalui grup pesan instan dan media sosial. Kesalahan kecil dalam penyampaian informasi dapat menimbulkan kebingungan bahkan persepsi negatif. Onong Uchjana Effendy menyebutkan, "Komunikasi yang tidak tepat akan melahirkan kesalahpahaman sosial." Hal ini menunjukkan bahwa prinsip jurnalisme dakwah—akurat, berimbang, dan bertanggung jawab—perlu diterapkan bahkan dalam kegiatan internal kampus seperti PKM OMBAK.
Melalui PKM OMBAK, mahasiswa KPI sejatinya sedang belajar praktik awal jurnalisme dakwah dalam kehidupan nyata. Dari sudut pandang panitia akomodasi, amanah informasi adalah kunci keberhasilan kegiatan. Kecepatan memang penting, tetapi ketepatan dan etika jauh lebih utama. Dengan demikian, PKM OMBAK bukan hanya orientasi mahasiswa baru, melainkan juga media pembelajaran nilai jurnalisme dakwah yang relevan dengan dunia komunikasi Islam di era digital.
Reporter: Izzuddin Nashrullah/ KPI 3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar