Lebih lanjut, Aan Hani meluruskan persepsi bahwa fenomena alam seperti angin kencang atau gunung meletus adalah sumber malapetaka murni. Ia menjelaskan bahwa angin adalah pembawa kabar gembira dan gunung diciptakan sebagai pasak bumi yang menyediakan sumber makanan. Merujuk pada Surah Ar-Rum ayat 41, ia mengingatkan bahwa kerusakan di darat dan di laut sesungguhnya adalah akibat ulah tangan manusia sendiri, seperti penebangan hutan secara liar dan konversi hutan menjadi perkebunan sawit yang merusak daya serap tanah, bukan salah alam itu sendiri.
Menutup sesinya di tengah cuaca yang basah, Aan Hani mengajak jemaah untuk introspeksi diri alih-alih mengeluh. Ia menjelaskan bahwa bencana banjir dan longsor terjadi karena hilangnya pepohonan yang seharusnya menahan daya pukul air hujan terhadap tanah. Oleh karena itu, hujan tetaplah rahmat, sementara bencananya adalah teguran agar manusia kembali sadar untuk menjaga keseimbangan alam yang telah Allah ciptakan dengan sempurna.
Reporter: Asri Siti Syahidah, 3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar