Dakwahpos.com, Bandung- Ibu-ibu Muslimat ikuti kajian yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cibiru Hilir pada Jumat (21/11/2025) di Masjid Al-Mubarok Cibiru Hilir. Kajian ini membahas tentang sabar.
Kegiatan kajian ini dilaksanakan ba'da Dzuhur. Sebelum memulai kajian, para jemaah terlebih dahulu melantunkan beberapa sholawat bersama, dipimpin oleh salah satu jemaah yang menggunakan mic. Dilanjut dengan melaksanakan tadarus Al-Qur'an dan membaca tawasul serta maulid bersama-sama.
K. Aceng Abdul Wahid sebagai penceramah, menjelaskan bahwa manusia itu tidak terlepas dari yang namanya nikmat. Apabila kebaikan menimpa pada seseorang, kemudian Ia bersyukur atas kebaikan itu, maka baginya pahala. Dan apabila seseorang ditimpa keburukan kemudian Ia bersabar, maka baginya pahala.
"Nu ulah teh ketika nikmat diberikan ka urang, urang teu syukur, ketika musibah ditimpakeun ka urang, urang teu shobar. Tah teu kengeng teh kitu. ", jelasnya.
(Yang tidak boleh itu ketika nikmat diberikan kepada kita, kita tidak bersyukur, ketika musibah ditimpakan kepada kita, kita tidak sabar. Nah, yang tidak boleh itu seperti itu.)
Ustaz Aceng menjelaskan juga, bahwa sabar itu bermacam-macam, salah satu nya adalah sabar atas melaksanakan ketaatan. Seperti dalam mendirikan sholat fajar (shubuh) dan meninggalkan kelezatan tidur.
"Jadi, shobar ngalaksanakeun tho'at ketika urang bangun rek ngalaksanakeun sholat fajar, meninggalkan kelezatan tidur", lanjutnya.
(Jadi, sabar dalam melaksanakan tho'at ketika kita bangun akan melaksanakan sholat fajar, meninggalkan kelezatan tidur.)
Ustaz Aceng menyampaikan bahwa kehidupan dunia bukan tempat untuk bersenang-senang atau ber-enak-enak. Walaupun ada enaknya, hanya sementara. Karena semua yang ada di dunia hanyalah sementara.
Reporter : Dwi Yani Susanti, KPI 3/B
Tidak ada komentar
Posting Komentar