Dakwahpos.com, Bandung – Allah Swt. menciptakan Manusia dan Jin bahwasannya semata – mata untuk beribadah kepada Allah Swt. Sebagaimana yang tertera dalam Q.S Adz – Dzariyat ayat 56 yang berbunyi:
ÙˆَÙ…َا Ø®َÙ„َÙ‚ْتُ الْجِÙ†َّ ÙˆَالْاِÙ†ْسَ اِÙ„َّا Ù„ِÙŠَعْبُدُÙˆْÙ†ِa
"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."
Dalam ayat tersebut, sejatinya, manusia dan jin merupakan makhluk yang Allah karuniakan akal dan kecerdasan sehingga keduanya dapat digunakan salahsatunya untuk beribadah kepada Allah Swt. Dalam konteks ini, ibadah sendiri dapat kategorikan menjadi dua elemen, yakni ibadah Mahdhoh dan Ghairu Mahdhoh
Ibadah Mahdhoh merupakan ibadah yang menghubungkan langsung kita dengan Allah Swt, contohnya adalah shalat fardhu'. Sedangkan ibadah Ghairu Mahdhoh merupakan ibadah yang pelaksanaannya dapat melalui perantara makhluk. Ibadah Ghairu Mahdhoh merupakan ibadah yang paling sering disebutkan oleh para ulama, yakni orang – orang yang senantiasa mempertahankan keimanannya kepada Allah dan selalu bersyukur atas apa yang didapatnya. Salahsatu bentuk syukur atas rezeki yang didapatkannya adalah dengan menyalurkan kembali harta kita dalam bentuk sedekah atau zakat.
Syukur sendiri secara pengucapan bahasa adalah Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Secara istilah adalah nikmat yang diberikan oleh Allah baik secara langsung atau tidak langsung. Nikmat yang datang langsung dari Allah contohnya adalah Kesehatan batin dan jasadnya, nikmat melalui perantara manusia lainnya banyak sekali, contohnya adalah pekerjaan.
Tanda lain orang bersyukur atas nikmatnya yang diberikan anugerah atau pemberian apapun dari sesama manusia hendaknya mengucapkan terimakasih, jazakumullah atau alhamdulillah sebagai bagian dari rasa syukur. Maka, jikalau orang yang tidak mengucapkannya sama sekali kalimat syukur itu kepada manusia, maka jangan harap bisa mengucapkan kalimat syukur kepada Allah.
Oleh karena itu, ibadah dapat dilakukan sebagai pengimplementasian rasa syukur salahsatunya dengan sedekah atas rezeki yang dieroleh. Begitu pula syukur, sebagai bagian dalam rangkaian ibadah Ghairu Mahdhoh dan Mahdhoh, maka perlu dilakukan dalam bentuk pengucapan hamdallah, atau jazakumullah khair. Keduanya saling berkesinambungan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Oleh: Haikal Firdaus (3C)
Penceramah: Ustadz Cece Sumarna, Masjid Nurul Hikmah, Cijagra
Tidak ada komentar
Posting Komentar