Dakwahpos, Bandung - Masjid Asy-Syiddiq Manglayang dipenuhi oleh jemaah ibu-ibu majelis taklim yang antusias mengikuti kajian pada Jumat, (12/12/2025). Dalam tausiyahnya, Entis Sutisna mengajak jemaah untuk merenungi hakikat bencana alam yang sering terjadi. Dia menegaskan bahwa unsur alam seperti hujan, angin, dan gunung sejatinya diciptakan Allah sebagai pembawa berkah dan bukan sumber malapetaka, sebagaimana hujan disebut "mubarak" (berkah) dalam Al-Quran. Mengutip Surah Ar-Rum ayat 41, Entis menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut sesungguhnya disebabkan oleh ulah tangan manusia sendiri, dan bencana hadir agar manusia merasakan sebagian akibat perbuatannya untuk kembali ke jalan yang benar.
Lebih lanjut, Entis memaparkan pandangan mendalam mengenai hikmah di balik musibah bagi orang-orang yang bertakwa. Beliau menguraikan sepuluh faedah musibah, di antaranya sebagai batu uji keimanan untuk membedakan mukmin sejati dengan orang munafik, serta sebagai sarana penggugur dosa dan pengangkat derajat di sisi Allah SWT. Dia menekankan bahwa musibah juga berfungsi untuk mengikis sifat sombong dan menjadi sarana agar hati kembali terpaut kepada Allah, mengingat manusia cenderung lalai dan berpaling jika terus-menerus diberi kenikmatan.
Menutup kajiannya, Ia mengajak para jemaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang ada sebelum dicabut oleh Allah, serta merespons setiap ujian dengan perbanyak tobat dan istighfar. Beliau mengingatkan bahwa musibah adalah cara Allah menegur hamba-Nya agar tidak terlena, sekaligus menjadi ladang pahala tanpa batas bagi mereka yang bersabar menghadapi ujian, bahkan kematian dalam keadaan tertentu bisa bernilai syahid. Pesan ini memberikan perspektif baru bagi para ibu-ibu majelis taklim dalam memandang ujian hidup, bukan sebagai hukuman semata, melainkan bentuk kasih sayang Allah.
Reporter: Asri Siti Syahidah, 3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar