Bandung, Dakwahpos.com – Masjid Al-Mubarokah Arcamanik adakan kegiatan Youth Talk Kajian Akhlak pada Sabtu (15/11/2025) dengan tema "Menjadi Muslim yang Tenang di Zaman Serba Cepat." Kegiatan ini diikuti oleh para warga sekitar lingkungan masjid.
Dalam penyampaian materi, Ustadz Hilmi Ramdhan menjelaskan bahwa ketenangan hidup tidak datang dari banyaknya fasilitas, tetapi dari hati yang dekat dengan Allah. "Saat ini manusia ingin semua serba cepat: informasi cepat, hasil cepat, dan jawaban cepat. Akibatnya, hati menjadi gelisah. Padahal dalam Islam, ketenangan itu hadir bersama sabar dan zikrullah," ujarnya.
Ia juga menyinggung fenomena media sosial yang membuat banyak orang merasa tertinggal dalam pencapaian hidup. "Scrolling itu ringan, tapi dampaknya bisa membuat jiwa lelah karena ikut membandingkan diri. Di sinilah sabar dan syukur menjadi tameng seorang muslim," ungkapnya.
Ustadz Hilmi kemudian mengutip QS. Ar-Ra'd ayat 28: "Alaa bidzikrillahi tathmainnal qulub," yang artinya: "Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." Menurutnya, ayat ini bukan hanya bacaan, tapi solusi nyata untuk kesehatan mental seorang muslim.
Kegiatan ini berlangsung interaktif karena disertai sesi tanya jawab. Beberapa peserta bertanya mengenai cara mengelola kesedihan, rasa tidak percaya diri, hingga cara konsisten dalam memperbaiki ibadah di tengah kesibukan.
Reporter: Najla Aulia Allifatul Fauziah, KPI/3B
Dalam penyampaian materi, Ustadz Hilmi Ramdhan menjelaskan bahwa ketenangan hidup tidak datang dari banyaknya fasilitas, tetapi dari hati yang dekat dengan Allah. "Saat ini manusia ingin semua serba cepat: informasi cepat, hasil cepat, dan jawaban cepat. Akibatnya, hati menjadi gelisah. Padahal dalam Islam, ketenangan itu hadir bersama sabar dan zikrullah," ujarnya.
Ia juga menyinggung fenomena media sosial yang membuat banyak orang merasa tertinggal dalam pencapaian hidup. "Scrolling itu ringan, tapi dampaknya bisa membuat jiwa lelah karena ikut membandingkan diri. Di sinilah sabar dan syukur menjadi tameng seorang muslim," ungkapnya.
Ustadz Hilmi kemudian mengutip QS. Ar-Ra'd ayat 28: "Alaa bidzikrillahi tathmainnal qulub," yang artinya: "Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." Menurutnya, ayat ini bukan hanya bacaan, tapi solusi nyata untuk kesehatan mental seorang muslim.
Kegiatan ini berlangsung interaktif karena disertai sesi tanya jawab. Beberapa peserta bertanya mengenai cara mengelola kesedihan, rasa tidak percaya diri, hingga cara konsisten dalam memperbaiki ibadah di tengah kesibukan.
Reporter: Najla Aulia Allifatul Fauziah, KPI/3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar