Dakwahpos.com, Bandung - Semarak Kajian Rutin Malam Jumat di Masjid Al-Falah, Sindang Reret, tak hanya hadir dari siraman rohani Ustadz Nanang Haidir, tetapi juga dari kehangatan dan gotong royong para ibu-ibu warga setempat. Pada Kamis malam, 06 November 2025, suasana kebersamaan begitu terasa saat para ibu bahu-membahu menyiapkan hidangan ringan untuk seluruh jamaah yang hadir.
Aksi gotong royong ini menjadi pemandangan rutin yang selalu ada setiap malam Jumat. Beberapa jam sebelum kajian dimulai, dapur masjid atau rumah warga terdekat sudah ramai dengan aktivitas para ibu-ibu. Mereka bekerja sama menyiapkan aneka kudapan dan minuman hangat.
Menu yang disajikan selalu beragam, mulai dari snack basah seperti kue-kue tradisional, hingga gorengan hangat yang baru diangkat, sempurna untuk dinikmati setelah Sholat Isya. Makanan ringan ini disediakan secara sukarela, menjadi simbol sedekah kepada para pencari ilmu.
"Ini sudah menjadi tradisi kami, bentuk khidmah kami kepada jamaah dan ustadz. Rasanya senang sekali melihat jamaah bisa menikmati hidangan yang kami siapkan setelah lelah mencari ilmu," ujar salah satu koordinator gotong royong.
Meskipun malam itu Sindang Reret diguyur hujan deras, semangat para ibu-ibu ini sama sekali tidak luntur. Mereka tetap gesit dan ceria membagi tugas, mulai dari memasak, menata hidangan, hingga membersihkan area setelah kajian selesai.
Kajian yang dipimpin Ustadz Nanang Haidir dengan tema Iman dan Taqwa tersebut dihadiri antusias oleh warga dari berbagai kalangan. Namun, kebersamaan di balik sajian sederhana ini membuktikan bahwa semangat ukhuwah Islamiyah di Masjid Al-Falah tidak hanya diperkuat melalui doa dan ilmu, tetapi juga melalui aksi nyata gotong royong dan kepedulian.
Aksi mulia para ibu-ibu Sindang Reret ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas masjid lain dalam menciptakan suasana ibadah yang lebih hangat dan penuh kekeluargaan.

Reporter : Fathia Keysya Ramadhania / KPI 3C
Aksi gotong royong ini menjadi pemandangan rutin yang selalu ada setiap malam Jumat. Beberapa jam sebelum kajian dimulai, dapur masjid atau rumah warga terdekat sudah ramai dengan aktivitas para ibu-ibu. Mereka bekerja sama menyiapkan aneka kudapan dan minuman hangat.
Menu yang disajikan selalu beragam, mulai dari snack basah seperti kue-kue tradisional, hingga gorengan hangat yang baru diangkat, sempurna untuk dinikmati setelah Sholat Isya. Makanan ringan ini disediakan secara sukarela, menjadi simbol sedekah kepada para pencari ilmu.
"Ini sudah menjadi tradisi kami, bentuk khidmah kami kepada jamaah dan ustadz. Rasanya senang sekali melihat jamaah bisa menikmati hidangan yang kami siapkan setelah lelah mencari ilmu," ujar salah satu koordinator gotong royong.
Meskipun malam itu Sindang Reret diguyur hujan deras, semangat para ibu-ibu ini sama sekali tidak luntur. Mereka tetap gesit dan ceria membagi tugas, mulai dari memasak, menata hidangan, hingga membersihkan area setelah kajian selesai.
Kajian yang dipimpin Ustadz Nanang Haidir dengan tema Iman dan Taqwa tersebut dihadiri antusias oleh warga dari berbagai kalangan. Namun, kebersamaan di balik sajian sederhana ini membuktikan bahwa semangat ukhuwah Islamiyah di Masjid Al-Falah tidak hanya diperkuat melalui doa dan ilmu, tetapi juga melalui aksi nyata gotong royong dan kepedulian.
Aksi mulia para ibu-ibu Sindang Reret ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas masjid lain dalam menciptakan suasana ibadah yang lebih hangat dan penuh kekeluargaan.
Reporter : Fathia Keysya Ramadhania / KPI 3C
Tidak ada komentar
Posting Komentar