dakwapos.com, Bandung – Ceramah Jumat di Masjid Nurul Amal Cinunuk menghadirkan pemateri Ghufran Ash-Shidiq yang membahas tema sunah berkuda pada masa Rasulullah SAW. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali nilai-nilai olahraga sunnah kepada jamaah serta mendorong umat memahami manfaat fisik dan spiritual dari keterampilan berkuda. (14 November 2025)
Ghufran menjelaskan bahwa berkuda merupakan aktivitas yang sering dilakukan Rasulullah dan para sahabat, terutama dalam konteks dakwah, perjalanan, dan kesiapan fisik. Menurutnya, keterampilan berkuda menjadi simbol kekuatan, ketangkasan, dan kedisiplinan seorang muslim.
Dalam ceramahnya, Ghufran menerangkan bahwa olahraga sunnah seperti berkuda, memanah, dan berenang bukan hanya anjuran, tetapi sarana membangun karakter. Ia menegaskan bahwa umat Islam perlu memaknai kembali sunnah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat diri dan masyarakat.
Selain aspek ibadah, Ghufran juga menyoroti manfaat kesehatan dari berkuda, di antaranya memperbaiki keseimbangan, memperkuat otot inti, serta meningkatkan fokus dan kontrol diri. Ia menekankan bahwa sunnah ini selaras dengan gaya hidup sehat yang dianjurkan Nabi.
"Berkuda bukan sekadar olahraga, tetapi latihan mental. Rasulullah mengajarkan agar umatnya kuat, terampil, dan siap menghadapi tantangan zaman," ujar Ghufran dalam ceramahnya.
Sebelum menutup ceramah, Ghufran mengajak jamaah untuk mendukung kegiatan olahraga sunnah di lingkungan masing-masing, terutama bagi generasi muda. Ia berharap semangat yang dicontohkan Rasulullah dapat kembali mengakar dalam kehidupan umat Islam masa kini.
Reporter : Diya Asyita Zamzami-KPI 3D
Ghufran menjelaskan bahwa berkuda merupakan aktivitas yang sering dilakukan Rasulullah dan para sahabat, terutama dalam konteks dakwah, perjalanan, dan kesiapan fisik. Menurutnya, keterampilan berkuda menjadi simbol kekuatan, ketangkasan, dan kedisiplinan seorang muslim.
Dalam ceramahnya, Ghufran menerangkan bahwa olahraga sunnah seperti berkuda, memanah, dan berenang bukan hanya anjuran, tetapi sarana membangun karakter. Ia menegaskan bahwa umat Islam perlu memaknai kembali sunnah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat diri dan masyarakat.
Selain aspek ibadah, Ghufran juga menyoroti manfaat kesehatan dari berkuda, di antaranya memperbaiki keseimbangan, memperkuat otot inti, serta meningkatkan fokus dan kontrol diri. Ia menekankan bahwa sunnah ini selaras dengan gaya hidup sehat yang dianjurkan Nabi.
"Berkuda bukan sekadar olahraga, tetapi latihan mental. Rasulullah mengajarkan agar umatnya kuat, terampil, dan siap menghadapi tantangan zaman," ujar Ghufran dalam ceramahnya.
Sebelum menutup ceramah, Ghufran mengajak jamaah untuk mendukung kegiatan olahraga sunnah di lingkungan masing-masing, terutama bagi generasi muda. Ia berharap semangat yang dicontohkan Rasulullah dapat kembali mengakar dalam kehidupan umat Islam masa kini.
Reporter : Diya Asyita Zamzami-KPI 3D
Tidak ada komentar
Posting Komentar