Dalam suasana penuh kehangatan dan keteduhan, para Muslimah Bandung menggelar pengajian rutin dengan tema yang menyentuh hati: "Gapapa Pernah Hancur, Asal Jangan Lupa Pulang."
Pengajian dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan dengan tausiyah yang berfokus pada muhasabah diri, mengajak setiap jamaah untuk kembali menengok perjalanan hidup, menyadari kekurangan, serta memperbaiki diri tanpa merasa putus asa. Penceramah, menekankan bahwa setiap manusia pasti pernah merasa jatuh atau hancur, namun yang terpenting adalah kemampuan untuk bangkit dan kembali mendekat kepada Allah.
"Patah hati, kegagalan, atau ujian hidup bukan akhir dari segalanya. Itu justru cara Allah mengingatkan kita agar kembali pulang kepada-Nya. Yang tidak boleh adalah menyerah," ujar beliau dalam ceramahnya.
Dalam tausiyahnya, ustazah juga mengajak para ibu-ibu untuk terus menjaga hati, merawat ibadah, serta memperbaiki hubungan dengan keluarga dan sesama. Sebab, muhasabah bukan hanya tentang mengoreksi diri, tetapi juga memperbaiki langkah menuju kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah.
Suasana haru sempat terasa ketika para jamaah diajak merenungkan perjalanan hidup masing-masing. Beberapa peserta tampak mengusap air mata, sementara yang lain saling menguatkan dengan senyum dan pelukan hangat.
Pengajian ditutup dengan doa bersama, memohon agar setiap jamaah diberi kekuatan dalam menghadapi ujian hidup, serta selalu diberi kemampuan "pulang". Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang semakin menambah rasa kekeluargaan di antara para peserta.
Dengan tema yang menyentuh dan pembahasan yang mendalam, pengajian kali ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa meskipun setiap orang pernah hancur, selalu ada jalan untuk pulang dan memperbaiki diri.
Reporter : Azzahra Nur Aulia Pinandita
Tidak ada komentar
Posting Komentar