Dakwahpos.com, Bandung - Museum Galeri Rasulullah di kompleks Masjid Al Jabbar Jalan Cimincrang No.14, Cimenerang, Kec. Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini menggelar pameran tematik yang menarik perhatian banyak pengunjung.
Pameran bertajuk "Kisah Dakwah Sembunyi-Sembunyi Rasulullah SAW" tersebut, menjadi bagian dari upaya edukasi sejarah Islam yang mendalam dan interaktif.
Pameran tersebut, menurut salah seorang pengelola galeri, ustadz Ahmad Fauzan, menampilkan rekonstruksi visual dan narasi interaktif tentang masa-masa awal kenabian Rasulullah SAW, ketika beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi demi menjaga keselamatan pengikutnya.
Pengunjung dapat melihat representasi rumah Arqam bin Abi Arqam yang menjadi tempat pertama bagi Rasulullah mengajarkan Islam secara rahasia.
"Tema dakwah sembunyi-sembunyi dipilih untuk menanamkan nilai kesabaran, strategi, dan keberanian dalam berdakwah di tengah tekanan sosial," ujar Ahmad Fauzan, Rabu (8/10/2025).
Ia menjelaskan, bahwa dakwah Rasulullah pada masa awal Islam, bukan sekadar penyampaian ajaran, tetapi juga proses membangun keimanan yang kokoh dan komunitas yang solid meskipun dilakukan secara terbatas.
"Pengunjung dapat mendengarkan rekaman penjelasan interaktif mengenai tokoh-tokoh sahabat yang pertama kali menerima Islam, seperti Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, dan Zaid bin Haritsah," tambah Fauzan.
Pameran tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang mengunjunginya, salah seorang diantaranya, Diah Permata.
"Pameran ini memberiku pemahaman mendalam tentang keteguhan Rasulullah SAW dalam menjaga risalah Allah di tengah ancaman dan tekanan," kata Diah.
Pameran tematik tersebut, menjadikan Masjid Al Jabbar tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi ruang edukasi spiritual dan budaya Islam yang menghidupkan kembali nilai-nilai dakwah Rasulullah SAW di era modern. Pameran tersebut juga menjadi sarana refleksi bagi umat Islam agar meneladani kesabaran dan kecerdikan Rasulullah dalam menyampaikan kebenaran.
Reporter: Dwi Rahayu Indah Pratiwi
KPI/3/D
Pameran bertajuk "Kisah Dakwah Sembunyi-Sembunyi Rasulullah SAW" tersebut, menjadi bagian dari upaya edukasi sejarah Islam yang mendalam dan interaktif.
Pameran tersebut, menurut salah seorang pengelola galeri, ustadz Ahmad Fauzan, menampilkan rekonstruksi visual dan narasi interaktif tentang masa-masa awal kenabian Rasulullah SAW, ketika beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi demi menjaga keselamatan pengikutnya.
Pengunjung dapat melihat representasi rumah Arqam bin Abi Arqam yang menjadi tempat pertama bagi Rasulullah mengajarkan Islam secara rahasia.
"Tema dakwah sembunyi-sembunyi dipilih untuk menanamkan nilai kesabaran, strategi, dan keberanian dalam berdakwah di tengah tekanan sosial," ujar Ahmad Fauzan, Rabu (8/10/2025).
Ia menjelaskan, bahwa dakwah Rasulullah pada masa awal Islam, bukan sekadar penyampaian ajaran, tetapi juga proses membangun keimanan yang kokoh dan komunitas yang solid meskipun dilakukan secara terbatas.
"Pengunjung dapat mendengarkan rekaman penjelasan interaktif mengenai tokoh-tokoh sahabat yang pertama kali menerima Islam, seperti Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, dan Zaid bin Haritsah," tambah Fauzan.
Pameran tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang mengunjunginya, salah seorang diantaranya, Diah Permata.
"Pameran ini memberiku pemahaman mendalam tentang keteguhan Rasulullah SAW dalam menjaga risalah Allah di tengah ancaman dan tekanan," kata Diah.
Pameran tematik tersebut, menjadikan Masjid Al Jabbar tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi ruang edukasi spiritual dan budaya Islam yang menghidupkan kembali nilai-nilai dakwah Rasulullah SAW di era modern. Pameran tersebut juga menjadi sarana refleksi bagi umat Islam agar meneladani kesabaran dan kecerdikan Rasulullah dalam menyampaikan kebenaran.
Reporter: Dwi Rahayu Indah Pratiwi
KPI/3/D
Tidak ada komentar
Posting Komentar