Ditengah megahnya Mesjid Al-Jabar, Pejual Bandrek Kaki Lima Resah Pembeli Sepi

Dakwahpos.com, Bandung–Keberadaan Masjid Al-Jabar yang megah tidak serta merta membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi pedagang kaki lima sekitarnya, suasana sepi justru membuat penjual Bandrek harus bertahan ditengah penurunan omset. Penjual bandrek kaki lima mengalami kekhawatiran akibat sepinya pembeli di Masjid Al-Jabar akibat pengunjung tidak lagi ramai seperti di hari pertama dididirinnya Masjid Al-Jabar. Rabu, (08/10/2025). 

Ade selaku penjual bandrek disekitar lokasi Masjid Al-Jabar telah berjualan selama empat tahun, ia mengaku mengalami kondisi yang sangat berbeda saat hari pertama mesjid di resmikan . "Kalau sekarang nggak ada pembeli. Dulu juga nggak fokus di sini, soalnya kan jualan ke UIN. Kata orang-orang sepi juga, bapak mah gak pengaruh," ujarnya ketika ditemui di tempat usahanya.

Menurut pengakuannya, ramainya pengunjung masjid Al-Jabar tidak terlalu sering, bahkan pada hari libur saja suasana tetap sepi hingga membuat penjual Bandrek merasa sedih dan khawatir. "Kemarin juga sedih banget, dua puluh tujuh ratus juga kurang, jauh (dari biasanya)," keluhnya.
Penjual ini tidak hanya berjualan bandrek saja banyak macam jenis makanan dan minuman yang dijualnya seperti bajigur, bandrek, ubi, pisang, oncom, keripik hingga singkong rebus, namun produk andalannya ialah bajigur dan bandrek.

Salah satu tantangan yang dihadapi penjual ini adalah status lokasi yang tidak signifikan (dipinggir jalan) yang sebenarnya itu tidak boleh dilakukan. Dengan begitu harapannya, pedagang di sekitar masjid Al-Jabar bisa dirapihkan dan diberikan tempat yang lebih tertata. Meskipun sudah memiliki area parkir dan pasar yang disediakan nyatanya banyak pedagang lain memilih untuk berhenti karena sepi pembeli.

"Pengennya mah pedagang dirapihin, disuruh jualan dirapihin. Di parkiran juga sekarang mah ada tempat jualan, nggak ada yang jalan, banyak yang berhenti," ujarnya. Penjual mengharapkan dengan pengelolaan yang lebih baik lagi masjid yang megah ini menjadi daya tarik yang bukan hanya religion tetapi, mampu menggerakkan roda perekonomian pedagang kecil disekitarnya.
Reporter : Selvi Selviana KPI/3B

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024