Di Masjid Al Ikhlas Cimariuk, Ustaz Nandang Hadirkan Safinatun Najah sebagai Ajakan Penata Kejernihan Hati

Dakwahpos.com, Bandung – Ustaz Nandang memimpin pengajian ibu-ibu di Masjid Al Ikhlas Cimariuk dengan membahas isi dan makna Safinatun Najah sebagai pedoman dasar dalam meraih keselamatan dan kejernihan hati.

Pengajian yang berlangsung pada Sabtu (15/11/2025) itu dihadiri puluhan jamaah ibu-ibu yang rutin mengikuti majelis taklim di lingkungan Cimariuk. Dalam penyampaian materinya, Ustaz Nandang menuturkan bahwa Safinatun Najah bukan sekadar kitab fiqih pemula, tetapi sebuah "kapal keselamatan" yang menuntun umat agar tetap berada di jalan yang selamat.

"Jika seseorang menjadikan syariat sebagai pegangan, maka ia seperti orang yang berada di atas perahu saat badai. Selama berada di dalamnya, insyaallah selamat," ujar Ustaz Nandang.

Pada kesempatan tersebut, Ustaz Nandang juga menjelaskan makna pembukaan kitab yang diawali dengan bacaan Bismillahirrahmanirrahim. Menurutnya, pembukaan ini menandakan pentingnya memulai segala amal dengan menyebut nama Allah sebagai bentuk pengagungan dan permohonan berkah.

"Setiap amal baik tanpa basmalah itu seperti ekor hewan yang buntung. Tidak sempurna. Karena itu, biasakan mulai apa pun dengan basmalah," tutur beliau saat memberikan penekanan kepada jamaah.

Selain membahas struktur kitab, Ustaz Nandang juga mengajak jamaah memahami konsep Lauh Mahfuz sebagai gambaran ketetapan Allah yang mencakup seluruh takdir makhluk. Penjelasan tersebut disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan keseharian jamaah sehingga mudah dipahami.

"Lauh Mahfuz itu seperti 'data terbesar' yang mencatat segala hal, dari takdir manusia sampai amal-amalnya," ungkapnya.

Para jamaah mengikuti pemaparan Ustaz Nandang dengan penuh perhatian. Ada yang mengangguk pelan, ada pula yang menuliskan poin-poin penting agar tidak terlewat, terutama ketika beliau membahas bagian fiqih tentang kewajiban membaca basmalah dalam shalat menurut mazhab Syafi'i. Ustaz Nandang mengingatkan bahwa ajaran-ajaran dasar seperti ini sering dianggap sepele, padahal justru perlu terus dihidupkan dalam praktik ibadah sehari-hari.

"Fiqih itu berbicara tentang amal lahir. Kalau dasar syariatnya kuat, insyaallah ibadah kita lebih teratur," jelas beliau.

Kegiatan pengajian ditutup dengan doa Bersama. Para jamaah menyampaikan harapan agar pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan keberkahan dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Seusai penutupan, sejumlah peserta mengaku merasa lebih tenang setelah mendapatkan penjelasan mengenai makna keselamatan dalam perspektif syariat.

Reporter: Sri Septia, KPI/3B

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024