Dampak Polyworking terhadap Produktivitas dan Keseimbangan Hidup Anak Muda




Pada senin (22/09/2025) ALTF club adakan kajian fenomena polyworking agar menjadi 
Gambaran bagi generasi milenial dan Gen z dan memberikan wawasan yang penting terkait
tren yang cukup populer
Kondisi pandemi dan sistem Work From Anywhere (WFA) telah mengubah paradigma kerja 
menjadi lebih fleksibel dan berbasis target. Sebuah kesempatan sekaligus tantangan bagi anak 
muda yang ingin mengembangkan potensi diri melalui polyworking. Secara positif, 
polyworking membuka ruang bagi mereka untuk menambah penghasilan, memperluas jejaring, 
serta meningkatkan kemampuan kreatif dan adaptif.
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa sisi gelapnya juga nyata yakni; kelelahan fisik dan mental, 
serta risiko waktu ibadah dan keseimbangan hidup dikesampingkan. Pernyataan Choqi Isyraqi 
bahwa "manajemen waktu dan niat adalah kunci utama, bukan sekedar menambah jumlah 
pekerjaan" menjadi pengingat penting agar produktivitas tidak berujung pada kehancuran diri.
Polyworking bukanlah solusi mutlak untuk semua orang. Setiap individu perlu menyesuaikan 
pilihan kerja dengan kondisi dan tujuan pribadinya. Bagi yang sedang membangun portofolio 
dan mengembangkan kemampuan, polyworking dapat menjadi cara efektif untuk belajar dan 
berkembang. Namun, bagi mereka yang sudah mencapai kestabilan dalam pekerjaan, 
monoworking yang memberikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi 
cenderung lebih sesuai dan ideal.
Kita harus selalu mengingat bahwa dimensi spiritual tidak boleh terabaikan oleh kepentingan 
ekonomi. Choqi menegaskan bahwa jika kemiskinan tidak dihadapi dengan cara yang tepat, 
hal itu dapat berujung pada kekufuran. Pesan ini mengingatkan kita bahwa hidup yang 
harmonis tidak hanya bergantung pada materi, tetapi juga pada pemeliharaan nilai-nilai dan 
ikatan dengan Sang Pencipta.
Anak muda harus bijak memanfaatkan peluang di era polyworking dengan tidak melupakan 
fungsi waktu untuk refleksi dan ibadah. Kajian seperti ini sangat penting untuk membuka 
kesadaran dan membangun mindset yang tidak hanya mengejar kesuksesan duniawi, tetapi juga 
keberkahan hidup.

Muhammad Iqbal Najmi Kamil As/ KPI 3C

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024