Dakwahpos.com, Bandung, 5 Desember 2025 Pembangunan Masjid Ilaa Khairu Ummah di Jalan Kosambi, Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, terhenti selama lebih dari satu dekade. Masjid yang direncanakan berdiri tiga lantai ini baru terealisasi satu lantai.
Tanah masjid berasal dari wakaf seorang nenek yang mewarisi lahan tersebut tanpa sertifikat resmi. Pembangunan awal digerakkan masyarakat sekitar, sementara pengurus masjid kini menangani kelanjutan prosesnya. Salah satu pengurus masjid memberikan keterangan terkait kondisi terbaru.
Masjid berlokasi di lingkungan Pasirbiru, tepat di belakang kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pembangunan dimulai pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, namun berhenti setelah satu lantai selesai karena berbagai hambatan yang muncul dalam beberapa tahun pertama.
Ada dua penyebab utama, yaitu Status tanah tak bersertifikat, sehingga menimbulkan keraguan bagi para donatur untuk terus menyumbang. Dan Masalah internal dalam keluarga pewakaf, yang membuat pengelolaan pembangunan tidak berjalan lancar.
Selain itu, sempat terjadi perbedaan pendapat terkait nama masjid. Awalnya bernama Masjid Ilaa Khairi Ummah al-Muhammadiyah, namun warga yang mayoritas NU meminta agar nama Muhammadiyah dihapus demi menjaga keharmonisan. Walaupun bangunan belum rampung, kegiatan ibadah dan kajian tetap berjalan aktif. Pengurus berupaya memaksimalkan fasilitas yang ada untuk jamaah.
"Kami berusaha menjaga aktivitas masjid tetap hidup. Walaupun bangunan belum sempurna, yang penting kegiatan ibadah dan pembinaan terus berjalan," ujar salah satu pengurus masjid. Pengurus berharap persoalan tanah serta masalah internal dapat segera selesai sehingga pembangunan lantai dua dan tiga dapat dilanjutkan kembali.
Reporter: Imtinan Abidah KPI 3/A
Tanah masjid berasal dari wakaf seorang nenek yang mewarisi lahan tersebut tanpa sertifikat resmi. Pembangunan awal digerakkan masyarakat sekitar, sementara pengurus masjid kini menangani kelanjutan prosesnya. Salah satu pengurus masjid memberikan keterangan terkait kondisi terbaru.
Masjid berlokasi di lingkungan Pasirbiru, tepat di belakang kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pembangunan dimulai pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, namun berhenti setelah satu lantai selesai karena berbagai hambatan yang muncul dalam beberapa tahun pertama.
Ada dua penyebab utama, yaitu Status tanah tak bersertifikat, sehingga menimbulkan keraguan bagi para donatur untuk terus menyumbang. Dan Masalah internal dalam keluarga pewakaf, yang membuat pengelolaan pembangunan tidak berjalan lancar.
Selain itu, sempat terjadi perbedaan pendapat terkait nama masjid. Awalnya bernama Masjid Ilaa Khairi Ummah al-Muhammadiyah, namun warga yang mayoritas NU meminta agar nama Muhammadiyah dihapus demi menjaga keharmonisan. Walaupun bangunan belum rampung, kegiatan ibadah dan kajian tetap berjalan aktif. Pengurus berupaya memaksimalkan fasilitas yang ada untuk jamaah.
"Kami berusaha menjaga aktivitas masjid tetap hidup. Walaupun bangunan belum sempurna, yang penting kegiatan ibadah dan pembinaan terus berjalan," ujar salah satu pengurus masjid. Pengurus berharap persoalan tanah serta masalah internal dapat segera selesai sehingga pembangunan lantai dua dan tiga dapat dilanjutkan kembali.
Reporter: Imtinan Abidah KPI 3/A
Tidak ada komentar
Posting Komentar