Dakwahpos.com, Bandung – Kajian yang berlangsung di Masjid Al-Muhajirin Margahayu, pada kamis ( 16 Oktober 2025) Ustad Sindu sampaikan Rasulullah Saw menghadapiujian berat dalam perjuangan dakwahnya di Makkah. Salah satunya ketika kaum Quraisy memboikot Bani Hasyim dan Bani Muththalib selama tiga tahun di lembah Abu Thalib. Dalam masa sulit itu, Nabi bersama para sahabat tetap sabardan teguh menyampaikan risalah Islam meski mengalamikelaparan dan tekanan hebat.
Menurut Ustaz Sindu Prawito dalam ceramahnya, peristiwapemboikotan tersebut menjadi bukti bahwa perjuangandakwah tidak pernah lepas dari ujian. Kaum Muslimin tetapbersabar dan tidak meninggalkan Rasulullah meskipun harushidup dalam penderitaan.
"Selama tiga tahun mereka terisolasi, tidak boleh berdagang, menikah, bahkan berhubungan sosial. Namun Nabi tidakberhenti berdakwah. Kesabaran beliau adalah contoh bagiumat Islam hingga kini," ujar Ustaz Sindu Prawito
Ustaz Ahmad juga menjelaskan bahwa setelah tiga tahun, Allah menunjukkan kuasa-Nya. Surat perjanjian boikot yang digantung di Ka'bah dimakan rayap, hanya tersisa tulisan Bismillah. Kejadian itu membuat beberapa tokoh Quraisysadar dan membatalkan boikot tersebut.
"Dari peristiwa itu kita belajar, makar manusia tidak akanpernah menang melawan kehendak Allah. Siapa yang bersabar, pasti mendapat pertolongan," tambahnya.
Peristiwa pemboikotan menjadi teladan keteguhan iman. Meski ditekan, Rasulullah saw tetap teguh berdakwah hinggaAllah menolong beliau melalui keislaman dua tokoh besar, Hamzah bin Abdul Muththalib dan Umar bin Khattab. Keteguhan itu menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam untuk terus sabar dan istiqamah di jalan dakwah.
Reporter : Putri Balqis ( KPI 3A)
Tidak ada komentar
Posting Komentar