Dakwahpos.com, Cibiru- Suasana Masjid Al Amanah Pasirbiru pada sore hari ini begitu berbeda. Hujan deras yang mengguyur wilayah Pasirbiru, Cibiru tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk tetap melaksanakan tadarus. Meski ustadz yang biasa membimbing mengaji tidak dapat hadir karena terhalang cuaca, para santri kecil tetap melanjutkan kegiatan dengan penuh kemandirian. Senin ( 17/11/2025).
Sejak azan Magrib berkumandang, anak-anak mulai berdatangan sambil membawa mushaf masing-masing. Lantai masjid yang sejuk dan suara hujan yang jatuh di atap menjadi latar syahdu bagi kegiatan tadarus mereka. Di bawah pengawasan pengurus masjid, anak-anak mengatur tempat duduk, membuka Al-Qur'an, lalu membaca secara bergiliran.
"Walaupun ustadznya tidak datang, anak-anak tetap ingin mengaji. Mereka sudah terbiasa tadarus mandiri setiap sore," ujar Asep, salah satu pengurus masjid yang ikut mengawasi kegiatan.
Beberapa anak tampak memimpin teman-temannya, membantu mengoreksi bacaan dan menjaga ketertiban. Sikap saling membimbing yang tumbuh secara alami membuat suasana semakin hangat. Semangat mereka menunjukkan bahwa belajar Al-Qur'an tidak hanya bergantung pada kehadiran guru, tetapi juga pada kemauan dan kedisiplinan diri.
"Hujan-hujanan juga gapapa, yang penting bisa ngaji bareng teman-teman." Ucap Kia, salah satu murid TPA Al-Amanah.
Kegiatan tadarus mandiri ini berlangsung hingga menjelang Isya. Meskipun cuaca tidak bersahabat dan pengajar tidak dapat hadir, anak-anak Masjid Al Amanah membuktikan bahwa kecintaan mereka kepada Al-Qur'an tetap kuat dan tak tergoyahkan.
Dengan semangat seperti ini, Masjid Al Amanah terus menjadi tempat tumbuhnya generasi Qur'ani yang mandiri, disiplin, dan penuh motivasi.
Reporter : Khairunnisa Rahmadani/KPI3A
Sejak azan Magrib berkumandang, anak-anak mulai berdatangan sambil membawa mushaf masing-masing. Lantai masjid yang sejuk dan suara hujan yang jatuh di atap menjadi latar syahdu bagi kegiatan tadarus mereka. Di bawah pengawasan pengurus masjid, anak-anak mengatur tempat duduk, membuka Al-Qur'an, lalu membaca secara bergiliran.
"Walaupun ustadznya tidak datang, anak-anak tetap ingin mengaji. Mereka sudah terbiasa tadarus mandiri setiap sore," ujar Asep, salah satu pengurus masjid yang ikut mengawasi kegiatan.
Beberapa anak tampak memimpin teman-temannya, membantu mengoreksi bacaan dan menjaga ketertiban. Sikap saling membimbing yang tumbuh secara alami membuat suasana semakin hangat. Semangat mereka menunjukkan bahwa belajar Al-Qur'an tidak hanya bergantung pada kehadiran guru, tetapi juga pada kemauan dan kedisiplinan diri.
"Hujan-hujanan juga gapapa, yang penting bisa ngaji bareng teman-teman." Ucap Kia, salah satu murid TPA Al-Amanah.
Kegiatan tadarus mandiri ini berlangsung hingga menjelang Isya. Meskipun cuaca tidak bersahabat dan pengajar tidak dapat hadir, anak-anak Masjid Al Amanah membuktikan bahwa kecintaan mereka kepada Al-Qur'an tetap kuat dan tak tergoyahkan.
Dengan semangat seperti ini, Masjid Al Amanah terus menjadi tempat tumbuhnya generasi Qur'ani yang mandiri, disiplin, dan penuh motivasi.
Reporter : Khairunnisa Rahmadani/KPI3A
Tidak ada komentar
Posting Komentar