Dakwahpos.com, Cicalengka- Sejumlah ustad dari berbagai masjid di wilayah Cicalengka berkumpul dalam kegiatan kajian kitab kuning yang diselenggarakan pada Kamis pagi (02/11/2025) di salah satu masjid besar yang rutin menjadi tempat pembinaan keilmuan bagi para pengajar agama. Suasana kajian terlihat hangat dan penuh kekhidmatan, dengan para ustad duduk berjajar melingkar sambil memegang kitab masing-masing.
Kajian yang dimulai sejak pukul pagi ini difokuskan pada pendalaman materi fikih dan adab dalam kitab kuning. Salah satu ustad yang memimpin kajian menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dasar keagamaan bagi para pengajar.
"Kitab kuning adalah warisan ulama. Dengan mempelajarinya secara rutin, kita menjaga tradisi ilmu tetap hidup," ujarnya di hadapan para peserta.
Secara tidak langsung, ia juga menekankan bahwa seorang guru agama harus terus memperbarui ilmu agar mampu menyampaikan pemahaman yang benar kepada jamaahnya. Ia menyebutkan bahwa perkembangan zaman justru menuntut para ustad untuk semakin mendalami literatur klasik agar mampu menjawab persoalan masyarakat secara tepat.
Para ustad tampak berdiskusi dengan serius, sesekali membuka kitab, mencatat, atau menyampaikan pendapat. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun tetap ilmiah. Beberapa ustad yang hadir mengungkapkan bahwa forum seperti ini sangat penting sebagai sarana musyawarah dan bertukar pandangan seputar persoalan keagamaan yang sering dihadapi masyarakat.
Salah satu panitia kajian menjelaskan bahwa pertemuan rutin ini diadakan setiap bulan dan diikuti oleh para ustad dari berbagai majelis taklim.
"Tujuan kami bukan hanya belajar, tetapi juga memperkuat ukhuwah di antara para pengajar agama," jelasnya.
Usai kajian, para ustad menikmati hidangan sederhana yang disediakan panitia sebagai bentuk kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar ilmu yang dipelajari membawa manfaat bagi diri mereka dan jamaah yang kelak mereka ajar.
Kajian kitab kuning pada pagi itu diharapkan dapat terus menjadi tradisi keilmuan yang menumbuhkan semangat belajar dan menjaga warisan keilmuan ulama di lingkungan Cicalengka.
Reporter: Dewi Puji Astuti, KPI/3A
Kajian yang dimulai sejak pukul pagi ini difokuskan pada pendalaman materi fikih dan adab dalam kitab kuning. Salah satu ustad yang memimpin kajian menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dasar keagamaan bagi para pengajar.
"Kitab kuning adalah warisan ulama. Dengan mempelajarinya secara rutin, kita menjaga tradisi ilmu tetap hidup," ujarnya di hadapan para peserta.
Secara tidak langsung, ia juga menekankan bahwa seorang guru agama harus terus memperbarui ilmu agar mampu menyampaikan pemahaman yang benar kepada jamaahnya. Ia menyebutkan bahwa perkembangan zaman justru menuntut para ustad untuk semakin mendalami literatur klasik agar mampu menjawab persoalan masyarakat secara tepat.
Para ustad tampak berdiskusi dengan serius, sesekali membuka kitab, mencatat, atau menyampaikan pendapat. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun tetap ilmiah. Beberapa ustad yang hadir mengungkapkan bahwa forum seperti ini sangat penting sebagai sarana musyawarah dan bertukar pandangan seputar persoalan keagamaan yang sering dihadapi masyarakat.
Salah satu panitia kajian menjelaskan bahwa pertemuan rutin ini diadakan setiap bulan dan diikuti oleh para ustad dari berbagai majelis taklim.
"Tujuan kami bukan hanya belajar, tetapi juga memperkuat ukhuwah di antara para pengajar agama," jelasnya.
Usai kajian, para ustad menikmati hidangan sederhana yang disediakan panitia sebagai bentuk kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar ilmu yang dipelajari membawa manfaat bagi diri mereka dan jamaah yang kelak mereka ajar.
Kajian kitab kuning pada pagi itu diharapkan dapat terus menjadi tradisi keilmuan yang menumbuhkan semangat belajar dan menjaga warisan keilmuan ulama di lingkungan Cicalengka.
Reporter: Dewi Puji Astuti, KPI/3A
Tidak ada komentar
Posting Komentar