Dakwahpos.com, Sumedang – Masjid Mukhtaarul Ulum Jatinangor menyelenggarakan salat Jumat (14/11/2025) dengan khutbah yang disampaikan KH. Asep Kawakib, S.Pd., Ketua PC DMI Kecamatan Jatinangor. Dalam khutbahnya, beliau membahas Surah Al-Baqarah ayat 6 sampai ayat 10 yang menjelaskan ciri-ciri orang munafik dan bahaya munafik.
Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan bahwa orang munafik digambarkan sebagai kelompok yang mengaku beriman, namun hatinya tidak sesuai dengan ucapannya. "Wa minan-nāsi may yaqūlu āmannā billāhi wa bil-yaumil-ākhir wa mā hum bimu'minīn" ujar beliau saat membaca ayat Al-Qur'an.
Menurut penjelasannya, ayat tersebut menunjukkan bahwa sebagian orang menyatakan keimanannya hanya sebagai kepura-puraan. Ustaz Asep menjelaskan secara tidak langsung bahwa golongan seperti ini sesungguhnya menipu diri sendiri. Allah Swt menegaskan bahwa hati mereka dipenuhi penyakit yang membuat mereka terus-menerus dalam kedustaan.
Beliau juga menjelaskan bahwa Allah menggambarkan hati orang munafik sebagai hati yang sakit sehingga mereka terus berada dalam kedustaan. Sebagai penguat, ia mengutip hadis Nabi tentang tiga tanda kemunafikan: "Apabila berbicara berdusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila diberi amanah berkhianat." ucapnya
Ustaz Asep mengingatkan bahwa lawan dari sifat munafik adalah iman yang benar, ditandai dengan kejujuran, menjaga amanah, memuliakan tamu, dan memperbaiki hubungan sosial. Ia menegaskan adanya ancaman keras bagi pelaku kemunafikan.
"Innal-munāfiqīna fī darkil-asfali minan-nār," ungkapnya, bahwa neraka paling bawah adalah tempat bagi orang munafik.
Di akhir khutbah, beliau mengajak jamaah untuk menyucikan hati, menjauhi kemunafikan, serta menjaga kejujuran dalam seluruh aspek kehidupan.
"Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat munafik dan meneguhkan iman kita," pungkasnya.
Reporter : Tazkia Zakiah Darajah KPI/3A
Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan bahwa orang munafik digambarkan sebagai kelompok yang mengaku beriman, namun hatinya tidak sesuai dengan ucapannya. "Wa minan-nāsi may yaqūlu āmannā billāhi wa bil-yaumil-ākhir wa mā hum bimu'minīn" ujar beliau saat membaca ayat Al-Qur'an.
Menurut penjelasannya, ayat tersebut menunjukkan bahwa sebagian orang menyatakan keimanannya hanya sebagai kepura-puraan. Ustaz Asep menjelaskan secara tidak langsung bahwa golongan seperti ini sesungguhnya menipu diri sendiri. Allah Swt menegaskan bahwa hati mereka dipenuhi penyakit yang membuat mereka terus-menerus dalam kedustaan.
Beliau juga menjelaskan bahwa Allah menggambarkan hati orang munafik sebagai hati yang sakit sehingga mereka terus berada dalam kedustaan. Sebagai penguat, ia mengutip hadis Nabi tentang tiga tanda kemunafikan: "Apabila berbicara berdusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila diberi amanah berkhianat." ucapnya
Ustaz Asep mengingatkan bahwa lawan dari sifat munafik adalah iman yang benar, ditandai dengan kejujuran, menjaga amanah, memuliakan tamu, dan memperbaiki hubungan sosial. Ia menegaskan adanya ancaman keras bagi pelaku kemunafikan.
"Innal-munāfiqīna fī darkil-asfali minan-nār," ungkapnya, bahwa neraka paling bawah adalah tempat bagi orang munafik.
Di akhir khutbah, beliau mengajak jamaah untuk menyucikan hati, menjauhi kemunafikan, serta menjaga kejujuran dalam seluruh aspek kehidupan.
"Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat munafik dan meneguhkan iman kita," pungkasnya.
Reporter : Tazkia Zakiah Darajah KPI/3A
Tidak ada komentar
Posting Komentar