Bandung-Cinta kepada Allah merupakan puncak tertinggi keimanan seorang hamba, yaitu mengutamakan Allah diatas siapapun dan apapun. Namun, cinta tidak hanya diucapkan melainkan harus dibuktikan dengan tindakan dan ketaatan. Menurut Ustaz Aep Saepudin dalam khutbahnya di Masjid Al-Barokah.
Bentuk kecintaan atau mahabbah terhadap Allah diwujudkan dengan mengikuti ajaran dan sunnah Rasulullah Saw., yang dapat dilakukan dengan meneladani ucapan, perbuatan, ketetapannya, menaati perintahnya dan menjauhi larangannya.
Dalil Al-Qur'an untuk mengikuti Rasulullah
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٣١
Katakanlah (Nabi Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran [3]:31)
Ayat ini menjadi pedoman bagi umat islam, bahwa cinta kepada Allah adalah bagaimana ia mengikuti Rasulullah. Mengikuti disini berarti menjalankan ajarannya, meneladani akhlaknya dan mengamalkan sunnah-sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.
Allah juga menegaskan dalam Al-quran
وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا ٦٩
Siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nabi Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (akan dikumpulkan) bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An-nisa [4]:69)
Ayat ini menunjukan bahwa ketaatan kepada Allah dan Rasul adalah jalan menuju kemuliaan. Mereka yang mengikuti Rasulullah bukan hanya akan dicintai Allah tetapi akan dikumpulkan bersama golongan mulia di akhirat kelak.
Bentuk kecintaan atau mahabbah terhadap Allah diwujudkan dengan mengikuti ajaran dan sunnah Rasulullah Saw., yang dapat dilakukan dengan meneladani ucapan, perbuatan, ketetapannya, menaati perintahnya dan menjauhi larangannya.
Dalil Al-Qur'an untuk mengikuti Rasulullah
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٣١
Katakanlah (Nabi Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran [3]:31)
Ayat ini menjadi pedoman bagi umat islam, bahwa cinta kepada Allah adalah bagaimana ia mengikuti Rasulullah. Mengikuti disini berarti menjalankan ajarannya, meneladani akhlaknya dan mengamalkan sunnah-sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.
Allah juga menegaskan dalam Al-quran
وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا ٦٩
Siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nabi Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (akan dikumpulkan) bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An-nisa [4]:69)
Ayat ini menunjukan bahwa ketaatan kepada Allah dan Rasul adalah jalan menuju kemuliaan. Mereka yang mengikuti Rasulullah bukan hanya akan dicintai Allah tetapi akan dikumpulkan bersama golongan mulia di akhirat kelak.
QS. Ali Imran:31 menunjukan jalan ataupun cara untuk memperoleh cinta Allah. Sedangkan QS. An-Nisa:69 menunjukan balasan dari cinta itu, yaitu dengan memperoleh sisi terbaik di sisi-Nya. Kedua ayat ini saling melengkapi yaitu mencintai Allah dengan mengikuti Rasulnya, dan dengan mengikuti atau taat kepada Rasul akan membawa kita kepada rahmat serta kedudukan mulia di sisi-Nya.
Rita Sri Astuti KPI/3B
Rita Sri Astuti KPI/3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar