Dalam Majelis Ilmu, Ustaz Apid Tegaskan Adab sebagai Penyangga Keberkahan Ilmu

Dakwahpos.com, Bandung— Pengajian rutin di Masjid Al-Ikhlas Cimariuk kembali diadakan pada Sabtu malam (8/11/2025), menghadirkan Ustaz Apid sebagai penceramah. Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB ini diikuti jamaah dari berbagai kalangan yang antusias menimba ilmu.

Dalam ceramahnya, Ustaz Apid membuka dengan ajakan untuk selalu bersyukur atas nikmat iman, Islam, dan kesehatan yang memungkinkan jamaah berkumpul dalam majelis ilmu. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para sesepuh dan pengurus masjid yang telah memfasilitasi kegiatan. "Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan pahala yang lebih besar," ujar Ustaz Apid, Sabtu (8/11/2025).

Pada bagian inti ceramah, ia menegaskan bahwa ilmu merupakan cahaya yang menerangi kehidupan. Ia merujuk Surah Al-Mujadalah ayat 11 yang menegaskan kemuliaan bagi orang beriman dan berilmu. Menurutnya, ayat ini menjadi pengingat bahwa ilmu tidak hanya meningkatkan derajat seseorang, tetapi juga membuka jalan bagi keberkahan hidup.

Selain Al-Qur'an, Ustaz Apid juga mengutip sebuah hadis tentang keutamaan menempuh jalan ilmu. Ia menjelaskan bahwa orang yang bersungguh-sungguh mencari ilmu akan dimudahkan jalannya menuju surga. "Mencari ilmu bukan sekadar kewajiban, tetapi juga ibadah yang meninggikan derajat seorang hamba," ungkapnya, Sabtu (8/11/2025).

Ia menekankan bahwa iman dan ilmu harus berjalan beriringan. Tanpa ilmu, ibadah bisa salah arah, dan tanpa iman, ilmu dapat menyesatkan hati. Oleh karena itu, ilmu yang benar harus melahirkan ketakwaan dan membawa perubahan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Ustaz Apid menjelaskan pentingnya adab sebagai penopang utama dalam menuntut ilmu. Menurutnya, ulama terdahulu memprioritaskan adab bahkan di atas ilmu itu sendiri. "Ilmu tanpa adab bisa menjerumuskan. Adab adalah penjaga ilmu agar tetap membawa manfaat," kata Ustaz Apid, Sabtu (8/11/2025).

Ia kemudian memaparkan empat adab penting bagi penuntut ilmu: ikhlas, hormat kepada guru, tawadhu, dan mengamalkan ilmu. Setiap poin dijelaskan melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga memudahkan jamaah memahami esensinya.

Dalam penjelasannya tentang amal, Ustaz Apid mengingatkan bahwa ilmu harus diamalkan dan disebarkan. Ia menegaskan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang memberi dampak positif bagi lingkungan dan menjadi amal jariyah. "Tanya pada diri kita: ilmu apa yang bisa kita bagikan untuk masyarakat dan negeri ini?" tuturnya, Sabtu (8/11/2025).

Menutup ceramah, ia mengajak jamaah menjadikan ilmu sebagai cahaya dalam hidup, menjaga adab, serta mengamalkan ilmu dalam segala aktivitas. Ia berharap majelis ilmu menjadi sarana yang menguatkan iman dan memperbaiki akhlak.

Reporter: Sri Septia, KPI/3B

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024