Azab Kaum Nabi Nuh Jadi Peringatan, Ustaz Ma’mun Ajak Jamaah Kembali Dekat kepada Allah

Dakwahpos.com, Bandung – Kajian tafsir di Masjid Al-Falah 1 Sindangreret membahas kisah Nabi Nuh dalam QS Al-Mu'minun ayat 26–30 sebagai pelajaran agar umat memperkuat iman dan kembali mendekat kepada Allah, Sabtu (8/11/2025).

Dalam ceramahnya, Ustaz Ma'mun menggambarkan beratnya perjuangan dakwah Nabi Nuh. Ratusan tahun mengajak kaumnya kepada tauhid, namun hanya segelintir yang menerima.

"Dina caétan hadis, ngan 80 jalma nu iman. Padahal Nabi Nuh dakwah nepi ka 900 taun. Jadi hoyong jadi jalma beriman téh memang hese pisan," ujarnya.

Ia menuturkan bagaimana Nabi Nuh membangun kapal meski jauh dari laut dan diejek kaumnya. Namun ketika banjir besar datang, seluruh kaum kafir tenggelam sementara Nabi Nuh dan pengikutnya diselamatkan. Menurut Ustaz Ma'mun, kisah ini menunjukkan bahwa pertolongan Allah sangat dekat bagi orang yang tetap beriman.

"Allah mah moal hese nyalametkeun nu iman. Urang nu kudu sok deukeut ka Allah, ulah ngajauhan," jelasnya.

Ustaz Ma'mun menegaskan bahwa pelajaran penting dari kisah ini adalah keselamatan ditentukan oleh iman, bukan hubungan darah atau status keluarga.

"Teu jadi angkeuhan pedah nabi anakna saroleh, lain jaminan pedah salaki nabi, istrina saroleh," tuturnya,

menegaskan bahwa kedekatan dengan keluarga nabi tidak otomatis menyelamatkan seseorang bila ia tidak beriman.

Ia juga meluruskan bahwa azab besar pada masa Nabi Nuh adalah peristiwa khusus bagi kaumnya. Pelajaran bagi umat hari ini.

"Kajadian banjir ageung mah kanggo kaumna. Ari sunatullah nu dibawa Rasulullah Saw masih berlaku dugi ka akhir zaman," ucapnya.

Ustaz Ma'mun turut mengisahkan doa Nabi Nuh yang meminta agar kaum kafir dibinasakan karena keras kepala dan terus menolak dakwah. Doa ini dikabulkan, dan sebagian riwayat menyebutkan bahwa Nabi Nuh merasa berat hati karenanya, menunjukkan kerendahan hati seorang nabi.

Kajian ditutup dengan ajakan untuk menjadikan kisah Nabi Nuh sebagai bahan muhasabah dan memperbaiki hubungan dengan Allah.

"Lamun urang nguatkeun iman, taat kana parentah, insyaAllah kaasup jalma nu disalametkeun," pungkasnya.


Reporter: Tazkiya Nurkamila, KPI 3/C


Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024