Masjid Al Hidayah Cikuda Didik Ratusan Anak Hafal Al-Qur’an dan Hadis

Dakwahpos.com, Bandung – Sejak didirikan pada tahun 2011, TPA Diniyat di masjid Al- Hidayah Cikuda terus konsisten mengajar
anak-anak usia TK hingga SMP tentang Al-Qur'an dan ilmu agama. Metode belajarnya berlangsung selama satu jam setiap hari.
Dalam durasi tersebut, setengah jam pertama digunakan untuk tajwid dan hafalan Al-Qur'an,
sementara setengah jam berikutnya diisi dengan hafalan hadis, doa, serta pelajaran akidah akhlak.

"Walaupun tiap pelajaran hanya lima menit, tetapi sistemnya diulang-ulang setiap hari. Dengan metode pengulangan ini,
anak-anak lebih mudah menghafal doa, sunnah, maupun surat pendek," jelas Ustadzah Umi Wais.

Saat ini, TPA Diniyat menerima sekitar 180 santri.
Meski menghadapi berbagai tantangan, para ustadz dan ustadzah tetap sabar dalam memberikan bimbingan.
Diharapkan lulusan TPA mampu menghafal hingga 50 hadis setelah selesai SD.

TPA Diniyat Cikuda merupakan cabang pertama dari yayasan yang kini berpusat di Arcamanik.
Program ini awalnya digagas oleh almarhumah istri Maulana Harun, pencetus metode Diniyat di Indonesia, yang mengadaptasi silabus dari India.
Setiap tahun, santri mempelajari satu kitab sebagai pegangan utama yang berisi berbagai pelajaran harian.

Ustadzah Umi Wais mengakui tantangan terbesar dalam mengajar adalah menghadapi karakter anak-anak yang berbeda,
terutama karena pengaruh pergaulan.

"ya paling mengatasi anak-anak yang sifatnya kan beda-beda random, kadang untuk anak usia seperti ini untuk mengelola emosinya secara bergaulnya
sekarang karena sudah terkontaminasi HP ya Jadi anak banyak ada sistem bully". Kata Ustadzah Umi Wais

Reporter: Imelda Chandra Kurnia KPI/3C

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024