Dakwahpos.com, Bandung- Ustazah Neni, salah seorang tokoh Majelis Taklim Al-Mar'atus Sholihah di Komplek Grand Valley Ujungberung, mengadakan acara silaturahmi dan pamitan di kediamannya pada Jumat (19/09/2025). Acara ini diselenggarakan dalam rangka memohon doa restu dari jamaah majelis taklim karena Ustazah Neni bersama suaminya akan segera menunaikan ibadah umrah.
Dalam sambutannya, Ustazah Neni mengungkapkan rasa syukur atas dukungan dan doa yang diberikan oleh jamaah majelis taklim. Ia kemudian mengajak hadirin merenungi makna ibadah umrah. "Bagi saya pribadi, umrah itu adalah momen untuk belajar melepaskan segalanya," ujarnya.
Menurutnya umrah ini adalah salah satu media untuk ikhlas dan berserah diri kepada Allah dari urusan duniawi. "Kita benar-benar hanya berserah diri kepada Allah. Tawakal, menitipkan semua yang kita cintai kepada-Nya karena kita yakin hanya Dia yang bisa menjaga," jelasnya.
Beliau juga mengambil hikmah dari Sa'i lari-lari kecil dari Safa ke Marwah, mencontoh perjuangan Siti Hajar. Menurutnya, perjuangan ini mengajarkan umat agar menyempurnakan ikhtiar, sementara hasil dan pertolongan datang dari cara yang tidak terduga.
"Ini adalah jejak perjuangan seorang ibu yang hebat, Siti Hajar, yang bolak-balik mencari air untuk putranya, Nabi Ismail. Berlari 7 kali, tapi apa yang terjadi? Air Zamzam justru keluar dari kaki putranya, bukan dari usahanya mencari," tegasnya.
Setelah doa bersama selesai Ustazah Santi turut memberikan doa untuk kelancaran dan keselamatan Umrah Ustazah Neni dan juga mendoakan seluruh jamaah. "Urang doakeun ku sadayana mudah mudahan nu utami namah nikmat sehat, salamet. Sareng urang oge tiasa angkat aya dina kasalametan dunia akhirat, sareng urang kin pami pupus, aya dina kaayaan khusnul khotimah," jelasnya.
Dalam ceramahnya Ustazah Santi juga kembali mengulas pembahasan terkait dengan amalan supaya disegerakan naik haji. "Pami urang hoyong enggal hajian, hoyong enggal umroh, hoyong ka baitullah. Aya doa nabi Ibrahim, dina surat al Baqarah ayat 128," pungkasnya.
Reporter: Tiara Nur`ilma, KPI/3D
Dalam sambutannya, Ustazah Neni mengungkapkan rasa syukur atas dukungan dan doa yang diberikan oleh jamaah majelis taklim. Ia kemudian mengajak hadirin merenungi makna ibadah umrah. "Bagi saya pribadi, umrah itu adalah momen untuk belajar melepaskan segalanya," ujarnya.
Menurutnya umrah ini adalah salah satu media untuk ikhlas dan berserah diri kepada Allah dari urusan duniawi. "Kita benar-benar hanya berserah diri kepada Allah. Tawakal, menitipkan semua yang kita cintai kepada-Nya karena kita yakin hanya Dia yang bisa menjaga," jelasnya.
Beliau juga mengambil hikmah dari Sa'i lari-lari kecil dari Safa ke Marwah, mencontoh perjuangan Siti Hajar. Menurutnya, perjuangan ini mengajarkan umat agar menyempurnakan ikhtiar, sementara hasil dan pertolongan datang dari cara yang tidak terduga.
"Ini adalah jejak perjuangan seorang ibu yang hebat, Siti Hajar, yang bolak-balik mencari air untuk putranya, Nabi Ismail. Berlari 7 kali, tapi apa yang terjadi? Air Zamzam justru keluar dari kaki putranya, bukan dari usahanya mencari," tegasnya.
Setelah doa bersama selesai Ustazah Santi turut memberikan doa untuk kelancaran dan keselamatan Umrah Ustazah Neni dan juga mendoakan seluruh jamaah. "Urang doakeun ku sadayana mudah mudahan nu utami namah nikmat sehat, salamet. Sareng urang oge tiasa angkat aya dina kasalametan dunia akhirat, sareng urang kin pami pupus, aya dina kaayaan khusnul khotimah," jelasnya.
Dalam ceramahnya Ustazah Santi juga kembali mengulas pembahasan terkait dengan amalan supaya disegerakan naik haji. "Pami urang hoyong enggal hajian, hoyong enggal umroh, hoyong ka baitullah. Aya doa nabi Ibrahim, dina surat al Baqarah ayat 128," pungkasnya.
Reporter: Tiara Nur`ilma, KPI/3D
Tidak ada komentar
Posting Komentar