Bandung, Dakwahpos.com - Ustadz Yasroni menyampaikan khutbah jumat pada 26 September 2025.
Beliau menyampaikan ceramah yang menggugah tentang pentingnya mensyukuri nikmat Allah
berupa pasangan hidup dan rezeki yang halal. Ia menekankan bahwa kedua hal tersebut adalah tanda
kebesaran Allah SWT yang wajib dijaga dan disyukuri. Umat Islam diajak untuk menjalani kehidupan
berkeluarga dengan penuh tanggung jawab dan menjauhi sumber rezeki yang haram.
Dalam ceramah tersebut, ustadz Yasroni menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia secara berpasang-pasangan
sebagai wujud kasih sayang-Nya. Dari pasangan itu, lahirlah generasi anak-anak dan cucu-cucu yang
merupakan amanah besar dalam kehidupan. Keberadaan pasangan hidup dan keluarga merupakan bagian dari
tanda-tanda kebesaran Allah yang harus disyukuri.
Ustadz Yasroni menekankan bahwa manusia adalah makhluk yang sering lupa dan mudah lalai.
Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk saling menasihati dan mengingatkan dalam kebaikan.
Nasihat adalah inti dari agama, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: "Agama adalah nasihat."
Selain itu, beliau mengingatkan bahwa setiap keluarga akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan
Allah SWT. Peran sebagai suami, istri, ayah, ibu, atau anak harus dijalani dengan baik dan penuh amanah.
Semuanya akan dihitung dan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.Dalam kesempatan itu, beliau juga
menyinggung soal rezeki yang dijamin oleh Allah kepada setiap makhluk. Namun sebagian manusia justru
mencari rezeki dari jalan yang haram, padahal Allah telah menyediakan rezeki yang halal dan baik.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk selalu mencari rezeki yang bersih dan thayyib.
Beliau mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an yang memerintahkan manusia untuk makan dari rezeki yang
halal dan baik, serta tidak mengikuti langkah-langkah setan. Rezeki yang halal akan membawa keberkahan,
sedangkan yang haram justru menjauhkan dari rahmat Allah. Kesadaran ini penting dalam membangun keluarga
yang berkah dan harmonis.
Ceramah ditutup dengan ajakan kepada umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan memaksimalkan ibadah
kepada Allah SWT. Hidup di dunia hanyalah sementara, dan setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.
Maka gunakan nikmat pasangan hidup, anak, dan rezeki sebagai sarana beribadah kepada-Nya.
Pesan yang disampaikan dalam ceramah ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk terus bersyukur
dan menjaga amanah kehidupan. Dengan menjaga hubungan keluarga dan mencari rezeki yang halal, umat akan
lebih dekat kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bersyukur dan istiqamah di jalan-Nya.
Beliau menyampaikan ceramah yang menggugah tentang pentingnya mensyukuri nikmat Allah
berupa pasangan hidup dan rezeki yang halal. Ia menekankan bahwa kedua hal tersebut adalah tanda
kebesaran Allah SWT yang wajib dijaga dan disyukuri. Umat Islam diajak untuk menjalani kehidupan
berkeluarga dengan penuh tanggung jawab dan menjauhi sumber rezeki yang haram.
Dalam ceramah tersebut, ustadz Yasroni menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia secara berpasang-pasangan
sebagai wujud kasih sayang-Nya. Dari pasangan itu, lahirlah generasi anak-anak dan cucu-cucu yang
merupakan amanah besar dalam kehidupan. Keberadaan pasangan hidup dan keluarga merupakan bagian dari
tanda-tanda kebesaran Allah yang harus disyukuri.
Ustadz Yasroni menekankan bahwa manusia adalah makhluk yang sering lupa dan mudah lalai.
Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk saling menasihati dan mengingatkan dalam kebaikan.
Nasihat adalah inti dari agama, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: "Agama adalah nasihat."
Selain itu, beliau mengingatkan bahwa setiap keluarga akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan
Allah SWT. Peran sebagai suami, istri, ayah, ibu, atau anak harus dijalani dengan baik dan penuh amanah.
Semuanya akan dihitung dan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.Dalam kesempatan itu, beliau juga
menyinggung soal rezeki yang dijamin oleh Allah kepada setiap makhluk. Namun sebagian manusia justru
mencari rezeki dari jalan yang haram, padahal Allah telah menyediakan rezeki yang halal dan baik.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk selalu mencari rezeki yang bersih dan thayyib.
Beliau mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an yang memerintahkan manusia untuk makan dari rezeki yang
halal dan baik, serta tidak mengikuti langkah-langkah setan. Rezeki yang halal akan membawa keberkahan,
sedangkan yang haram justru menjauhkan dari rahmat Allah. Kesadaran ini penting dalam membangun keluarga
yang berkah dan harmonis.
Ceramah ditutup dengan ajakan kepada umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan memaksimalkan ibadah
kepada Allah SWT. Hidup di dunia hanyalah sementara, dan setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.
Maka gunakan nikmat pasangan hidup, anak, dan rezeki sebagai sarana beribadah kepada-Nya.
Pesan yang disampaikan dalam ceramah ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk terus bersyukur
dan menjaga amanah kehidupan. Dengan menjaga hubungan keluarga dan mencari rezeki yang halal, umat akan
lebih dekat kepada Allah SWT. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bersyukur dan istiqamah di jalan-Nya.
Reporter: Fachir El-Fargha - KPI C
Tidak ada komentar
Posting Komentar