Dakwahpos.com Bandung - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Mu'minin Cicalengka selenggarakan shalat Jum'at berjamaah. Dalam khutbahnya, khatib mengajak para seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga ketakwaannya kepada Allah Swt. 12/09/2025
Khatib mengawali khutbahnya dengan pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menekankan pentingnya ketakwaan sebagai kunci pertolongan dari Allah termasuk jalan keluar dari masalah. Sebagaimana disebutkan dalam surat At-talaq ayat 2-3
"Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tak terduga," kutip khatib.
Lebih lanjut, khatib menyoroti kenyataan bahwa manusia tidak luput dari dosa. Baik disadari maupun tidak, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Namun, menurutnya, Allah SWT senantiasa membuka pintu taubat bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh ingin memperbaiki diri.
Mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, khatib menyampaikan:
"Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat." (HR. Ibnu Majah)
Meski demikian, khatib mengingatkan bahwa ada dua waktu di mana taubat tidak lagi diterima, yaitu ketika ajal menjemput dan saat hari kiamat tiba. Hal ini merujuk pada Al-Qur'an Surat Al-An'am ayat 158, yang menyebutkan bahwa penyesalan di hari kiamat tidak lagi berguna, sebagaimana kisah Fir'aun yang baru mengakui kekuasaan Allah saat ia tenggelam.
"Jagalah akhiratmu, sebagaimana kamu takut kehilangan apa yang kamu miliki dunia" ujar khatib.
Dengan tegas, khatib mengimbau jamaah untuk tidak menunda-nunda taubat hanya karena merasa masih muda dan sehat. Ia menekankan bahwa kematian bisa datang kapan saja, dan penyesalan di akhir hayat tak akan membawa manfaat. Jangan sampai kita berada dalam penyesalan.
"Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah, karena aku bertobat seratus kali dalam sehari," kutip khatib dari hadits riwayat Muslim.
Khutbah ditutup dengan ajakan agar umat Islam memanfaatkan usianya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, sebelum terlambat.
Reporter : Nadya Siti Maulidya
Khatib mengawali khutbahnya dengan pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menekankan pentingnya ketakwaan sebagai kunci pertolongan dari Allah termasuk jalan keluar dari masalah. Sebagaimana disebutkan dalam surat At-talaq ayat 2-3
"Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tak terduga," kutip khatib.
Lebih lanjut, khatib menyoroti kenyataan bahwa manusia tidak luput dari dosa. Baik disadari maupun tidak, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Namun, menurutnya, Allah SWT senantiasa membuka pintu taubat bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh ingin memperbaiki diri.
Mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, khatib menyampaikan:
"Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat." (HR. Ibnu Majah)
Meski demikian, khatib mengingatkan bahwa ada dua waktu di mana taubat tidak lagi diterima, yaitu ketika ajal menjemput dan saat hari kiamat tiba. Hal ini merujuk pada Al-Qur'an Surat Al-An'am ayat 158, yang menyebutkan bahwa penyesalan di hari kiamat tidak lagi berguna, sebagaimana kisah Fir'aun yang baru mengakui kekuasaan Allah saat ia tenggelam.
"Jagalah akhiratmu, sebagaimana kamu takut kehilangan apa yang kamu miliki dunia" ujar khatib.
Dengan tegas, khatib mengimbau jamaah untuk tidak menunda-nunda taubat hanya karena merasa masih muda dan sehat. Ia menekankan bahwa kematian bisa datang kapan saja, dan penyesalan di akhir hayat tak akan membawa manfaat. Jangan sampai kita berada dalam penyesalan.
"Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah, karena aku bertobat seratus kali dalam sehari," kutip khatib dari hadits riwayat Muslim.
Khutbah ditutup dengan ajakan agar umat Islam memanfaatkan usianya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, sebelum terlambat.
Reporter : Nadya Siti Maulidya
Tidak ada komentar
Posting Komentar