Ustazah Reni Meilani: Seorang Pengajar Harus Miliki Adab

Dakwahpos.com, Bandung – Masjid An-Nur mengadakan pengajian ibu-ibu pada hari Rabu (04/10/2023). Kegiatan yang berlokasi di Kampung Sukasari, Katapang, Kabupaten Bandung ini rutin diselenggarakan setiap hari Rabu setelah salat asar. Jadi, ketika anak-anaknya mengikuti kegiatan belajar-mengajar di kelas, ibunya mengikuti pengajian.

Pengajian dipimpin oleh Ustazah Reni Meilani, S. Pd. Yang membawakan tema "Adab Seorang Pengajar". Ustazah Reni mengungkapkan bahwa adab yang harus dimiliki oleh seorang pengajar antara lain bersih dari hadas, memiliki niat untuk menyebarkan ilmu, menghadap ke kiblat, berdo'a sebelum berangkat, tidak banyak bercanda, sebelum belajar diawali dengan satu ayat, berdo'a sebelum belajar, mengajarkan ilmu yang lebih penting terlebih dahulu, materi tidak terlalu panjang, ilmu yang diberikan harus ada tujuan dan manfaatnya, tidak meninggikan suara kecuali ketika dibutuhkan, mengulangi materi beberapa kali jika siswa belum paham dan hafal, memberitahukan sumber ajaran, tidak ragu-ragu, membaca do'a kifaratul majlis, jika belum ahli jangan mencoba untuk mengajar, dan pengajar harus bisa membedakan sumber-sumber ilmunya.

Sebelum pergi mengajar, pengajar dianjurkan untuk membaca do'a keluar rumah, yaitu:
بِسْمِ اللهِ آمَنْتُ بِاللَّهِ بِسْمِ اللَّهِ تَوَجَّهْتُ لِلَّهِ، بِسْمِ اللَّهِ اعْتَصَمْتُ بِاللَّهِ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ أَلعَلِيِّ العَظِيم

Artinya: Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah. Dengan nama Allah aku hadapkan diriku kepada Allah. Dengan nama Allah aku berlindung kepada Allah. Dengan nama Allah aku berserah diri kepada Allah, tiada daya upaya dan tiada kekuatan melainkan atas izin Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung.

Tujuan dari do'a tersebut adalah menjauhkan diri dari ketersesatan. Supaya kita terjaga, tidak tersesat atau disesatkan oleh orang lain, sesat mengajarkan ilmu, dan kesesatan lainnya. InsyaAllah, jika niatnya sudah baik, maka hasilnya pun akan baik.

"Nu bade ngajar kedah tiasa ngabedakeun sumberna timana, tong nepika lepat ngadugikeun sumberna," ucap Ustazah Reni. Titipan dari Ustazah bahwa pengajar ditekankan untuk bisa membedakan sumber-sumber ilmu, yang mana merupakan al-qur'an, hadis qudsi, hadis rasul, khobar, atsar, dan kaul ulama. Bilamana salah menyebutkan, akan fatal akibatnya.

"Kira-kira teu acan ahli mah ulah waka ngajar. Lamun jalmi kapayun bari teu acan asak waktosna, sanes kamulyaan nu aya, tapi kengeng hinaan," ungkap Ustazah Reni. Ustazah juga memberikan pesan bahwa pengajar harus menguasai ilmunya terlebih dahulu. Jika seseorang mengajar tanpa tahu ilmunya, ia akan mendapat hinaan. Bukannya bermanfaat tapi malah akan menyesatkan.

Reporter: Reyditha Amelia. KPI/3D

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Beri komentar secara sopan

© Vokaloka 2023