Tampilkan postingan dengan label Nurul Ilmi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nurul Ilmi. Tampilkan semua postingan

Wujudkan Ibu-ibu Shalihah, DKM Nurul Ilmi Adakan Kajian Khusus Ibu-ibu

Dakwahpos.com, Bandung- Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Ilmi menggelar pengajian khusus untuk ibu-ibu. Dalam kajian kali ini, tema yang diangkat adalah "Waladan Shalihan", yang disampaikan oleh Ambu Iis Tuti Riana, seorang tokoh wanita yang dikenal memiliki pemahaman mendalam dalam pendidikan keagamaan, juga beliau menjabat sebagai ketua bidang dakwah di Pimpinan Cabang (PC) Persistri Cileunyi, Senin (07/10/2024).

Pengajian ini bertujuan untuk membentuk karakter ibu-ibu yang lebih salehah serta mendidik mereka agar dapat melahirkan generasi yang shalih dan shalihah. Ambu Iis Tuti Riana dalam ceramahnya menjelaskan pentingnya peran seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya menjadi waladan shalihan (anak yang shalih), dengan menekankan pentingnya memberikan pendidikan agama sejak dini.

"Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ibu yang shalihah akan mampu mendidik anak-anaknya menjadi waladan shalihan, yang tidak hanya patuh kepada orang tua, tetapi juga taat kepada Allah SWT," ujar Ambu Iis dalam kajiannya.

Selain itu, Ambu Iis juga mengajak para ibu untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu menjadi teladan yang baik bagi anak-anak dan keluarga.

Pengajian yang berlangsung selama satu jam ini diikuti dengan antusias oleh para ibu-ibu jamaah Masjid Nurul Ilmi. Setelah sesi ceramah dan tanya-jawab selesai, acara ditutup dengan santap makanan ringan yang disediakan oleh DKM Nurul Ilmi. Hidangan sederhana ini menambah suasana kebersamaan di antara para peserta.

Salah satu peserta pengajian, menyampaikan rasa syukurnya dapat mengikuti kajian tersebut. "Alhamdulillah, pengajian ini sangat bermanfaat, menambah ilmu, dan menguatkan tekad kami sebagai ibu-ibu untuk mendidik anak-anak dengan lebih baik. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut," tuturnya.
Salah satu pengurus DKM Nurul Ilmi juga menyampaikan harapannya terhadap kajian ini. "Pengajian ini kami adakan agar para ibu bisa lebih memahami peran penting mereka dalam keluarga. Melalui kegiatan ini, kami berharap para ibu dapat menjadi pribadi yang lebih shalihah dan mampu mendidik anak-anak mereka menjadi generasi yang unggul dalam akhlak dan ibadah. Kami di DKM Nurul Ilmi mendukung penuh program-program keagamaan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Pengajian khusus ibu-ibu ini yang dinamakan Pengajian Dinten Senen merupakan program rutin yang diadakan setiap Senin di Masjid Nurul Ilmi. DKM berharap, melalui kajian-kajian seperti ini, para ibu dapat lebih memahami peran penting mereka dalam membangun keluarga yang harmonis dan religius.

Reporter: Asep Setiawan KPI 3/A

Kajian Ahad Subuh Masjid Nurul Ilmi: Menghadapi Ujian

 
Dakwahpos.com, Bandung – Masjid Nurul Ilmi yang beralamat di Jl. Jember, Cibiru Wetan, kota Bandung menyelenggarakan kajian ahad subuh (09/10/2023) membawakan tema menghadapi ujian yang di sampaikan oleh ustaz Nurdin Sa'bana.

Beliau membuka kajian dengan menjelaskan suatu analogi, beliau menjelaskan "ada sebuah cerita seorang jamaah dari pengajian yang datang ke ustaz, kemudian menceritakan rasa pedih yang dia alami dalam hidupnya, kemudian ustaz tersebut memerintahkan jamaah tersebut untuk meminum jamu dengan air yang sedikit, setalah di minum jamu tersebut ternyata rasa jamu tersebut sangat pahit, kemudian ustaz tersebut memerintahkan kembali untuk meminum jamu tersebut dengan air yang sangat banyak, setelah jamaah meminumnya rasa dari jamu tersebut menjadi tidak pahit. Analogi tersebut adalah gambaran ketika kita menghadapi masalah dengan tenaga yang sedikit dan kurangnya kita percaya pada diri kita sendiri masalah tersebut menjadi sangat berat, tetapi ketika kita menghadapi masalah tersebut dengan tenaga yang besar dan menerima dengan ikhlas maka masalah tersebut menjadi tidak berat" tutur beliau.

Kemudian dalam kajiannya beliau mengingatkan kepada kita bahwa ketika kita berdoa kepada Allah jangan meminta di ringankan masalah tersebut, akan tetapi mintalah doa kepada Allah untuk di berikan kekuatan dalam menghadapi masalah tersebut.

Dalam akhir kajian beliau terus mengingatkan kepada kita semua bahwa setiap muslim akan selalu menghadapi sebuah masalah, maka dari itu jangan sampai kita menghindari dari masalah tersebut, karena ketika kita berusaha menghindari masalah tersebut maka akan bertambah masalah menjadi lebih besar, dan yakin kepada Allah bahwa setiap masalah yang di hadapi oleh seorang hamba pasti akan sesuai dengan kemampuan hambanya, dan berdoa kepada Allah untuk meminta kekuatan yang besar untuk menghadapi masalah tersebut.

Reporter: Raphy Achmad Zacky KPI/3C
© Dakwahpos 2024