Tampilkan postingan dengan label Hari Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Raya. Tampilkan semua postingan

Masyarakat dan Mahasiswa Berpartisipasi dalam PHBI Masjid Mifathus Sa’adah


Dakwahpos.com, Bandung - Kemakmuran, pembangunan, dan keberhasilan acara-acara di kebanyakan masjid itu terjadi sebab masyarakat & generasi muda yang kreatif. Itulah yang kita rasakan dan kita fikirkan, terutama oleh anak-anak muda seperti kita, tapi ketika seorang DKM di berikan pertanyaan mengenai peran pemuda (mahasiswa) dan masyarkat nya, ia menjawab " saya sendiri sangat mengapresiasi masyarakat dan pemuda yang ikut serta membangun dan memeriahkan masjid ini " ujar pak Diki (DKM jami' miftahus sa'adah) tersenyum. (13/10/17)
Idul fitri, idul adha, hari-hari besar islam, itulah serangkaian acara yang kerap di adakan ataupun sudah menjadi rutinitas warga kampung babakan dangdeur di masjid jami' mifathus sa'adah ini, banyak sekali masyarakat antusias dalam mengikuti acara ini, akan tetapi, " masyarakat disini belum terbiasa menggunakan kesadaran, jadi walaupun kita besok hari raya idul fitri, akan tetapi masyarakat ataupun pembesar-pembesar masjid belum menerima undangan ataupun panggilan untuk merayakan itu, ya masyarakat biasa saja dan tidak terlalu menghiraukan hal tersebut, akan tetapi jikalau diberikan undangan secara resmi masyarakt lebih bertambah keantusiasannya," jelas pak Diki menegnai peran masyarakat nya itu.

Contoh nya ketika tahun baru islam yg dilaksanan tepatnya pada bulan lalu september 2017 masyarakat menanggapi semua kegiatan yang dilakukan dewan kemakmuran msjid DKM dengan positif dan antusias.

Kadang ada beberapa hal-hal kecil yang membuat pak Diki ini tidak mengenakkan hati beliau tetapi dengan hati yang besar pak diki DKM menerima semua apa yang di lakukan dan dikatakan masyarakat, itupun kalau ada sesuatu hal yang membuat beliau mulai berfikir dan mengoreksi apa yang salah atas diri nya sendiri.

"Masyarakat adalah sebagai sumber ilmu dan penyongsong kemakmuran dan kesuksesan acara-acara yang dilaksanakan oleh DKM  jami' miftahus sa'adah"tutup pak Diki.

Reporter : Khafidin KPI/3B

Mudik Telah Tiba ! Sudah Jadi Tradisi Penduduk Indonesia


DAKWAH.COM, Bandung - Mudik sudah menjadi tradisi di Indonesia. Banyak orang yang rela bermacet-macetan dengan pemudik lain agar dapat bertemu dengan sanak keluarga di kampung halaman mereka masing-masing. 

Bukan hanya melalui jalar darat , para pemudik memilih jalur udara maupun jalur laut. Para pemudik sangat menikmati tradisi mudik itu sendiri. "Ya saya dan keluarga sangat menikmati, bukan karena akan bertemu keluarga saja, akan tetapi kami semua senang dengan suasana mudik", pungkas Budi pemudik dari Bandung menuju Ciamis ini. 

Tetapi khusus untuk para pemudik, sebelum keberangkatan diwajibkan untuk meninjau kondisi kendaraan pribadi apakah sudah layak untuk dijadikan alat transportasi mudik. Hal itu karena agar tidak terjadi hal-hal yang bisa merugikan keluarga mereka sendiri. 

Selain melihat kondisi kendaraan, bagi para supir yang akan melakukan tradisi mudik harus bisa menjaga kondisinya sendiri karena jika tidak dalam kondisi yang fit maka tunda lah untuk melakukan perjalanan mudik.

Reporter: Ramadhan Dwi Waluya | JURNALISTIK

Pemerintah Jawa Barat Gelar Shalat Ied di Lapang Gasibu


DAKWAHPOS.COM, Bandung - Allahuakbar...Allahuakbar...Allahuakbar... suara takbir berkumandang di se terdengar. Pemerintah Pusat Jawa Barat menggelar shalat Iedul Fitri di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Kamis (06/07/16).
Kegiatan ini memang sudah menjadi agenda tahunan Pemerintah Pusat Jawa Barat dalam rangka memperingati datangnya Hari Raya Iedul Fitri. Karena di lihat dari luas Lapang Gasibu, sangat tepat untuk menampung banyak jamaah dalam melaksanakan shalat Iedul Fitri.
Tak ayal banyak warga Kota Bandung yang melaksanakan shalat Iedul Fitri di Lapang Gasibu. "Saya sengaja datang jauh-jauh dari Cihampelas karena ingin shalat disini dengan Bapak & Wakil Gubernur Jawa Barat," tutur salah satu jamaah shalat Iedul Fitri.
Dan kegiatan shalat Iedul Fitri pada tahun ini penceramah masih tetap oleh Bapak Gubernur Jawa Barat yaitu Bapak Herry Setiawan. Sedangkan Khotib dipimpin oleh KH. Rifqi Rizki, berasal dari Pondok Pesantren Al-Falah, Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Reporter : Ramadhan Dwi Waluya (Jurnalistik 5C)

Shalat Idul Fitri Pererat Silaturahmi Warga


Dakwahpos.com - Lebaran telah tiba, pasti banyak sekali persiapan yang telah dilakukan. Dari mulai yang mudik sudah berkumpul di kampung halaman, sampai makanan khas lebaran pun telah disiapkan.

Hari raya idul Fitri 1437 Hijriyah telah tiba, umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri. Shalat idul fitri merupakan ibadah sunah yang dilakukan setiap hari raya idul fitri, walaupun bersifat sunnah muakad, shlat ini sangat penting dan dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.

Bukan hanya dilihat dari pahalanya saja, shalat idul fitri merupakan penyambung silaturahmi. Karena seluruh warga pasti melaksanakan shalat idul fitri. Dan setelahnya pun saling bersalaman dan berpelukan. Meski hanya sebentar, salat idul fitri ampuh pererat tali silaturahmi.

Diantara warga yang melaksanakan shalat idul fitri di daerah Rancakole, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, adalah Imas Sopiah, dirinya mengaku senang dalam melaksanakan shalat idul fitri, karena bisa bertemu dan bersalaman dengan seluruh warga di daerhanya yang tak bisa dilakukan setiap hari. "Iyakan, ga bisa ketemu semua warga setiap hari, pas shalat idul fitri seluruh warga melaksanakannya dan bisa menjalin silaturahmi." Ungkapnya, Rabu (6/7/2016)

Reporter : Rina Rahadian Susana

Banyak Warga Mudik Setelah Lebaran


Dakwahpos.com - Mudik Lebaran sudah menjadi tradisi di Indonesia. Momen lebaran merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu. Bersilaturmi dan berkumpul dengan keluarga pastikah itu yang dirindukan para pemudik.

Banyak sekali pemudik yang rela mengantri untuk mendapatkan tiket, berdesak-desakan, dan menunggu giliran kendaraan. Ada juga yang rela bermacet-macetan demi bisa pulang ke kampungnya.

Ada juga yang terlambat mudik, yakni pulang kampung setelah lebaran. Hal ini dikarenakan berbagai hal. Salah satunya menghindar dari kemacetan, lalu beberapa pemudik memilih untuk mengundur kepulangannya.

Salah satunya pemudik yang terlambat mudik diantaranya keluarga Wildan Fauzar asal Pringsewu, Lampung. Menurutnya dengan mengundur kepulangannya bisa terhindar dari  kemacetan panjang, meningat kemacetan panjang sering dilaluinya setiap tahun. "Ya mudik setelah lebaran tidak terlalu macet, lagipula masih bisa berkumpul dengan keluarga meski tidak melaksanakan Shalat idul fitri bersama." Tegasnya, Kamis (7/7/2016)

Reporter : Rina Rahadian Susana

Warga Ciherang Tetap menjaga Tradisi Leluhur Saat Idul Adha

DAKWAHPOS.COM, Sumedang– Perayaan Idul Adha  (24/09) menjadi momentum istimewa bagi umat Islam. Beberapa daerah tetap menjaga tradisi leluhur dalam pelaksanaan perayaan kurban ini. Sebagaiman dilakukan warga  Ciherang Sumedang  yang melakukan beberapa prosesi.

" Sehari sebelum penyembelihan warga Ciherang Sumedang menyalakan kemenyan dan menyiapkan beras serta minyak yang dioleskan pada leher hewan qurban. " Ujar Eva Syaripah  (50) warga Sumedang (24/09).

Berbeda dengan warga Ciherang, warga Sayang Jatinangor punya tradisi menaburi bunga pada hewan kurban dan memberi mereka kain kafan.

Menurut Eva walaupun ini tidak ada dalam aturan Islam, namun proses ini sama maksudnya yakni menjalankan perintah Alloh SWT. "Ini sebagai bentuk syukur dan berbagi kenikmatan. " pungkasnya.

Reporter Ina Munica KPI 3B

Tradisi Mayor di Sindangkerta Cianjur

DAKWAHPOS.COM, Cianjur--Pada hari raya Idul Adha (24/9) masjid Al-Islah Simpang kembali mengadakan pengurusan hewan qurban. Masjid yang berlokasi di Sindangkerta Pagelaran Kab. Cianjur ini juga membagikan daging qurban kepada warga.

Kebahagiaan warga menerima daging qurban, dilanjutkan dengan mengolahnya untuk makan bersama keluarga. Bagi masyarakat Cianjur acara makan bersama hasil pembagian daging kurban ini disebut mayor atau makan bersama. Hal ini diungkapkan oleh Lina Herlina (35), salah satu warga Sindangkerta (30/09).

"Seusai shalat Idul Adha kebiasaan masyarakat disini melakukan mayor atau makan bersama keluarga." ungkap Lina.

Dengan acara mayor ini warga bisa saling menjaga silaturahmi dan rasa kekeluargaan. "Karena saat Idul Adha tiba keluarga jauh kami datang dan berkumpul." pungkasnya. 


Reporter: Leni Saputri (KPI/3/B/1144020093)


Muallaf di Cadasngampar Sukabumi Ikut Berkurban

DAKWAHPOS.COM, Sukabumi— Idul Adha tahun ini tidak banyak warga kampung Cadasngampar Neglasari Purabaya Sukabumi yang mengikuti sholat sunah di masjid setempat. Barisan jamaah yang biasanya sampai ke halaman masjid tidak lagi nampak.

Meski begitu ada yang berbeda. Lima orang muallaf ikut shalat sunnah berjamaah dan salah satunya turut berkurban.

Hal ini diungkapkan oleh H. MA. Suganda, salah seorang ustadz di masjid teresbut "Meskipun tidak terlalu banyak jamaah yang mengikuti sholat id, ada lima orang muallaf yang baru kali ini melakukan sholat idul adha salahsatu diantara mereka ikut berkurban Sapi." katanya.



Anton, salah seorang muallaf dari Katolik menyatakan bahwa ia  senang ikut berkurban sekalipun baru muallaf beberapa bulan yang lalu. "saya baru beberapa bulan masuk Islam, tetapi entah kenapa saya ingin sekali berqurban di hari raya Idul Adha ini. Saya senang tiada tara. Ini adalah tahun yang sangat bermakna untuk hidup saya. Mudah-mudahan saya masih di beri usia untuk bisa berqurban lagi tahun depan" Ujarnya.

Sedangkan Dimi, yang juga baru menjadi muallaf, menyampaikan bahwa ia akan berkurban tahun depan. "Saya Insyaallah setiap tahun kalau ada rezeqi dan panjang umur ingin melakukan qurban tiap tahun" Ujar Dimi.

Warga di kampung tersebut terlihat sangat antusias melihat proses pemotongan hewan kurban. Beberapa anak kecil nampak senang melihat cara pemotongan hewan kurban. 

Menurut Suganda pembagian daging qurban di masjid ini selalu diantarkan ke rumah masing-masing oleh panita.

"Alhamduillah semua warga di sini selalu mendapat bagiannya masing-masing. Tetapi hewan qurban tahun ini terlalu banyak, sehingga kami membaginya ke kampung sebelah," pungkas Suganda.

Reporter : Almaulida Syifa Deria/ KPI 3A / 1144020017



Mencegah Tragedi Berulang, Daging Kurban Diantar Ke Rumah Warga


DAKWAHPOS.COM, Bandung-- Kamis (24/9) sebagian besar umat Islam memperingati hari raya Idhul Adha. Seperti biasa seusai shalat Idul Adha DKM Al-Barokah komplek BUDP Bandung memotong hewan kurban dan membagikannya kepada masyarakat. 


Beberapa tahun terakhir pembagian daging kurban di masjid ini dilakukan dengan mengantarkan langsung ke rumah-rumah warga yang terdaftar.



Menurut Tohir, salah satu Panitia Kurban (24/9), hal tersebut dilakukan agar kejadian berdesak-desakan yang pernah terjadi beberapa tahun lalu tidak terulang.

"Pembagian daging ini kepada warga sesuai dengan data yang diterima dari RT setempat, kemuadian diantarkan oleh panitia. Pengantaran daging qurban ke rumah-rumah warga sudah sejak tahun 2000-an sampai sekarang." katanya 

Dulu ketika pembagian kurban dilakukan di masjid, ungkap Tohir banyak warga yang berdesak-desakkan hingga memecahkan kaca mesjid. Selain itu, banyak warga yang menjual daging qurban hasil bagiannya. Kejadian tersebut mendorong panitia berinisiatif melakukan proses pembagian dengan sistem yang lebih baik seperti yang dilakukan saat ini.

Reporter: Dwi Nurul Ilmi (KPI III B)


Usai Shalat Idul Adha, Warga Bojong Bersalaman Sepanjang Jalan Kampung

DAKWAHPOS- Bandung, Pelaksanaan  shalat Ied di kampung Bojong Desa Sukamukti kecamatan Katapang dilakasanakan dengan begitu hikmat.  Namun karena banyak nya jemaah, tempat yang disediakan panitia pun tidak memadai. Masjid yang terletak di kampung Bojong Desa Sukamukti kecamatan Katapang merupakan masjid yang  cukup besar. Selain masjid ini hanya ada mushola yang bisa digunakan warga kampung untuk shalat.

Padatnya jemaah yang melaksanakan shalat Ied menghasilkan satu tradisi unik yang mungkin tidak di temukan di kampung lain yaitu dalam rangkaian salam salaman jika di masjid pada umumnya acara salam salaman dilakukan di dalam masjid lain hal nya dengan di kampung Bojong. Usai melaksanakan sholat Ied Jemaah yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu  berbaris satu barisan panjang di sepanjang jalan kampung. Mereka dibagi menjadi dua bagian yaitu jemaah laki-laki dan jemaah perempuan  barisan jemaah yang hampir memanjang hampir sampai RT lain. Sambil bersalaman mereka juga saling bercengkrama dan bercanda ria diantara sesama jemaah.

Menurut Ustad Adam, salah satu tokoh di kampung Bojong, tradisi ini telah ada sejak 2002.
"Mulanya banyak pendatang dari desa lain ataupun dari kota.  Awalnya tradisi ini dilakukan secara melingkar di lapang di depan masjid namun seiring dibangunnya madrasah di depan masjid tradisi salam salaman ini jadi memanjang mengikuti jalan di kampung." Katanya.

Kurban di Masjid Al-Hidayah Kalijati Mengalami Peningkatan

DAKWAHPOS.COM—Subang, Kegiatan kurban yang dilaksanakan di masjid al-Hidayah Kalijati Subang (24/92015) mengalami peningkatan, Jumlah hewan yang diserahkan masyarakat melebihi jumlah hewan kurban di Masjid Agung Kalijati.

"saya merasa senang dan bersyukur atas kepercayaan masyarakat kepada kami untuk membagikan daging kurban pada tahun ini, karena sungguh saya pun tidak menduga kalau jumlah hewan kurban tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya, berarti ini merupakan suatu kesadaran dari pada warga sekitar untuk berpartisipasi dengan kami dan berlomba dalam kebaikan." Ujar Asep Ahmad Nasir, ketua DKM Masjid al-Hidayah.

Beriring dengan banyaknya hewan yang disembelih, jumlah panitia pun ditambah. Mereka terlihat bergembira memotong dan membagikan hewan kurban kepada masyarakat.

"Dengan motto "Subang Gotong Royong" panitia tersenyum dan saling berbagi canda tanpa lelah menghitung dan membungkus potongan-potongan daging yang akan dibagikan hingga selesai dan kami mengharap berkah nya dari Allah SWT." Kata Yusuf Budiana, Ketua Panitia Kurban.

Reporter : Jamilah Nurhalimah/KPI 3 B

Kurban di Masjid Al-Hikmah Tangerang Berjalan Lancar



DAKWAHPOS.COM, Tangerang, Kamis (24/9) - Warga Pondok Sejahtera Kutabumi Tangerang mengadakan acara tahunan pemotongan hewan qurban dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha 1436H. Acara dilakukan setelah warga melaksanakan Shalat Idul Adha di Masjid Jami Al-Hikmah yang berlokasi di Jalan Beo Raya Pondok Sejahtera Tangerang

"Alhamdulillah, ada cukup banyak warga yang menyumbangkan hewan qurbannya pada tahun ini. Total ada 10 kambing dan  6  sapi, lebih banyak dari tahun lalu  yang hanya sebanyak 7 kambing dan 2 sapi," ujar Nanang Sudrajat,  salah  seorang panitia acara kurban tersebut.

Proses pemotongan hewan Kurban berjalan dengan lancar tapi ada tragedi sapi mengamuk saat ingin di potong, ketika hendak dibacakan doa sapi tersebut hendak memberontak membuat warga sekitar panik. Tapi kemudian dapat di tenangkan ketika warga mengikat kakinya dengan  tali tambang  yang menyebabkan sapi tersebut terjatuh dan dengan mudahnya dapat dijinakkan. Selebihnya proses pemotongannya berjalan dengan lancar.

"Semoga di tahun depan akan lebih banyak lagi warga yang menyumbangkan hewan qurbannya di masjid ini, dan semoga kepanitiaan di tahun depan akan lebih banyak lagi anak muda yang ikut serta di dalamnya," Pungkas Bapak Sugiharto, ketua umum kepanitian qurban tahun ini.

Banyak sekali warga sekitar yang menonton  pada saat proses pemotongan, dan rezeki pun  datang pada pedagang kaki lima yang ikut meramaikan acara qurban di lokasi.Rezeki memang datang dari mana saja dan kita tidak tahu kapan datangnya, yang kita perlu lakukan hanyalah berdoa kepada Yang Maha Kuasa, Alhamdulillah.

Reporter : Elya Rhafsanzani/KPI 3B

Warga Kampung Raden Bekasi Antusias Mendapatkan Daging Kurban


DAKWAPOS.COM, BEKASI-- Setiap tahunnya warga sekitar  Kampung Raden, Bekasi , Tepatnya jama'ah di Majelis Ta'lim Al-Hidayah melaksanakan potong qurban. Akan tetapi, Tahun ini majelis Al-Hidayah hanya berqurban 1 ekor sapi dan 4 ekor kambing, berbeda dengan tahun sebelumnya (24/9),"ujar Taufik (40) panitia.

Pemotongan dilakukan pukul 8.30. Setelah selesai pemotongan qurban, sapi dan kambing yang telah dipotong langsung dibersihkan dan dikemas dalam kantong plastic semuanya berjumlah 200 bungkus yang akan  segera dibagikan kepada jama'ah Majelis Ta'lim Al-Hidayah.

Saat pembagian daging qurban berlangsung, datanglah ibu-ibu yang namanya tidak tercatat untuk bisa mendapatkan jatah. Mereka saling mengajak temannya untuk ikut mengantri. Karena mreka sudah mengantri dari pagi  akhirnya panitia pun memberikan jatah daging qurban kepada mereka.
Akhirnya banyak Jama'ah yang tidak mendapatkan jatah daging karena sudah habis dibagikan kepada ibu-ibu yang telah mengantri dari pagi hari,"ujar Ahmad

Demikianlah kejadian yang terjadi pada saat hari raya qurban di lingkungan kampung raden, Bekasi. Sebenarnya  mereka pun berhak untuk dapat merasakan bagian dari hewan qurban walupun cara mereka untuk mendapatkannya berbeda-beda.


Reporter: Evita Dewi/KPI 3B







Dolar Mahal, Kurban Sapi di Masjid Asy-syifa Justru Bertambah

DAKWAPOS.COM, Bandung - Meski harga sapi tahun ini cukup mahal, namun itu tak menyurutkan semangat masyarakat untuk menitipkan hewan kurban kepada DKM Masjid Asy-Sifa Cidadap Bandung. 

Tahun 2015 ini terjadi peningkatan penitipan hewan  kurban dari masyarakat kepada DKM. Hewan qurban tahun ini mencapai lima ekor sapi  dan 12 ekor kambing. Jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak yang pernah diterima oleh panitia kurban di masjid tersebut.
"Tak seperti tahun kemarin, tahun ini jumlah penitip hewan qurban meningkat padahal saya prediksi tahun ini  bakal menurun karena harga dolar masih tinggi" ujar Encas (24/09) salah seorang pengurus DKM sesaat sebelum Shalat Ied dimulai.

Setelah semua daging disembelih Danging qurban ini kemudian dibagi-bagikan ke seluruh masyarakat RW 07 Kec. Cidadap.

Reporter : Junariah KPI 3/B


Hewan Kurban Mati Sebelum Disembelih

DAKWAPOS.COM, Bandung: Suara takbir bergema di Masjid PPI 45 Rahayu tanda masyarakat kampung Curug menyambut Hari Raya Idul Adha dengan hati suka cita,
Tetapi kegembiraan tidak dialami oleh keluarga H. Endun (59) Mereka harus merelakan salah satu sapi perahnya yang awalnya akan dijadikan hewan kurban, mati sebelum disembelih.

Sapi tersebut kata Endun (24/90)mati karena keracunan makanan.

"Ketika saya mengecek ke kandang sapi milik saya , saya melihat sapi sudah tewas dan sayangnya belum di sembelih," ujar Endun.
Salah seorang warga, Ai (27) memberikan kesaksian, bahwa pada malam hari takbiran ia melihat anak kecil masuk ke kandang sapi dan memberi makan daun singkong muda sapi milik H. Endun  tersebut. Ai,
Menurut Endun sapinya tersebut sangat alergi terhadap daun singkong sehingga ketika ada yang memberi makan daun tersebut, sapinya menjadi keracunan. Diperkirakan kerugian yang dialami H. Endun mencapai 30 juta Rupiah.
Reporter Ismawati/KPI 3 B


Usai Shalat Idul Adha, Pemulung Mengais Rezeki

Warga Antapani RT 04 / RW 13 Bandung antusias mengikuti Shalat Idul Adha yang diselenggarakan di lapangan basket, Kamis (24/09/15). Sebagaimana biasanya tumpukan sampah bekas alas shalat berserakan memenuhi lapangan.

Salah seorang warga yang juga pemulung berinisiatif memungut sampah sisa alas Shalat tersebut.

Pemulung yang tidak mau disebutkan namanya itu, setiap kegiatan shalat Id sering terlihat mengumpulkan koran bekas. Menurutnya Ia melakukan itu untuk membantu warga agar tidak perlu bersusah payah membersihkannya. Selain itu ia juga mendapatkan tambahan penghasilan.

"Saya mengumpulkan sisa koran, kemudian membawanya ke tukang pengepul untuk dijual. Lumayan uangnya bisa menambah pemasukan" katanya di sela-sela usahanya mengumpulkan koran.

Reporter: Indah Purnama Putri/KPI IIIB/1144020081

Peningkatan Hewan Qurban di Ponpes Al-Barokah

DAKWAPOS.COM, Garut-- Pondok Pesantren Al-Barokah Pangkalan Malangbong Garut tahun 2015 ini (24/9) kembali menyelenggarakan pemotongan hewan qurban. Berbeda dengan daerah lain yang mengalami penurunan jumlah pekurban karena kondisi ekonomi Indonesia yang sedang lesu, Pesantren Al-Barokah mendapatkan kurban yang cukup banyak.

Menurut Nanang Ridwan,  salah seorang panitia pemotongan hewan kurban berbeda dengan tahun 2014 dimana hewan kurban di Pesantren Al-Barokah hanya dua ekor sapi dan tiga ekor kambing. Tahun ini hewan kurban bertambah menjadi enam ekor sapi dan dua ekor kambing ,

Lokasi pemotongan hewan kurban dilakukan di belakang mesjid.  Sedangkan pembagian daging kurban dilaksanakan dengan sistem karcis. Menurut Nanang tahun ini hampir sebagian besar warga Pangkalan mendapatkan jatah daging. Mereka bisa menikmati daging kurban tersebut dalam suasana suka cita. 

Warga Tanjungsari Berkurban Kerbau


DAKWAHPOS.COM, Sumedang-- Penyembelihan  hewan di Hari Raya Idul Adha sudah menjadi ritual tahunan umat Islam. Umumnya yang dijadikan hewan kurban adalah sapi atau kambing. Namun hal yang berbeda terjadi di kecamatan Tanjungsari Sumedang (24/09). Hewan kurban di kabupaten penghasil tahu ini selain sapi dan kambing, juga terdapat kerbau.

Adalah keluarga Ishak, warga kampung Cikondang Tanjungsari yang menjadikan kerbau sebagai hewan kurban.  Ia memilih kerbau karena menurutnya harga kerbau lebih  terjangkau, sesuai dengan dana yang ia miliki.

“Harga sapi saat Idul Adha tahun ini mencapai 21 juta, sedangkan dana yang saya punya kurang dari itu, jadi saya putuskan untuk membeli kerbau untuk dikurbankan ”  ungkap Ishak.

Panitia kurban mesjid Al Furqon sendiri  menyambut baik inisiatif salah satu jamaahnya tersebut. Menurut Uu Mulyana, ketua panitia kurban, berkurban dengan kerbau diperbolehkan oleh para ulama dan sesuai dengan aturan agama.

“Kurban dengan kerbau dibolehkan karena para ulama’menyamakan kerbau dengan sapi dalam berbagai hukum dan keduanya dianggap sebagai satu jenis” tutur Uu.

Proses penyembelihan hewan qurban kerbau ini dilakukan sebagaimana biasanya. Kejadian unik ini menjadi perhatian warga sekitar. Mereka cukup antusias mendapatkan daging kerbau  yang dibagikan panitia.

Reporter : Iqbal Mudzakir S./KPI 3B

Berbagi Kebahagiaan, Iing Bagikan 600 Bungkus Daging Sapi

BANDUNGPOS.COM, Majalengka -- Memotong hewan kurban pada hari raya Idul Adha adalah salah satu tradisi umat muslim. Biasanya pemotongan kurban dilakukan di masjid atau organisasi. Hal yang berbeda terjadi di Desa Babakanjawa Majalengka. Satu keluarga memotong 2 ekor sapi sekaligus di halaman belakang rumah mereka (23/9).

Adalah keluarga Iing Misbahuddin (37) yang berinisiatif untuk melakukan pemotongan kurban sapi. Pemotongan tersebut dilakukan pada hari Kamis (25/9) tepat pukul 09.00 WIB yang berlangsung kompak dan melibatkan banyak warga.

Untuk memudahkan pembagian daging kurban, dibagikan terlebih dahulu karcis kepada para tetangga dan warga setempat Menurut Iing dengan menggunakan karcis pembagian daging menjadi lebih teratur.

"Pembagian karcis dilakukan agar pembagian daging lebih terkontrol. Kita sudah lebih dulu menentukan siapa yang akan dibagi, dan kita pun sebagai tuan rumah tidak perlu repot-repot membagikan daging, tinggal tunggu saja mereka yang sudah diberi karcis datang ke rumah," tutur Iing.

Dari dua ekor sapi tersebut didapatkan 600 bungkus daging yang dibagikan kepada masyarakat yang tidak mampu dan masyarakat umum.

"Daging hewan Idul Adha ini tidak hanya dibagikan untuk orang fakir miskin kok. Berbagi dengan orang kaya pun tidak masalah, anggap saja itu sebagai hadiah atau bentuk rasa saling menghargai," ujar Lilis (38) istri dari Iing.

Bagi keluarga Iing berkurban di hari raya merupakan salah satu cara untuk membantu warga lingkungan sekitar. Dan itu cukup membantu, selama diniatkan dengan ikhlas.

"Intinya sedekah, ya memang semua harus diniatkan karena Allah Azza Wajalla semata," pungkas Lilis.

Reporter Intan Aulia/KPI 3B
   


Panglima TNI berkurban di Kampung Rawa Lega Bogor

DAKWAHPOS.COM, Bogor -- Warga Kampung Rawa Lega Desa Gunung Sari  Pamijahan Bogor turut merayakan Idul Adha dan memotong hewan kurban, pada kamis (24/09) siang. Satu ekor  sapi dan tujuh ekor kambing dipotong dan dibagikan kepada warga di kampung tersebut.

Ada  yang spesial dalam perayaan Idul Adha tahun ini, Jendral Gatot Nurmantyo, Panglima TNI  yang juga warga kampung Rawa Lega turut berkurban dengan menyediakan satu ekor sapi yang cukup besar.

Sebelum menjadi Panglima TNI, Gatot rutin berkurban di kampung ini setiap tahun. Keberadaan kurban Panglima TNI tersebut menambah semarak perayaan Kurban di Kampung tersebut. 

“ Kurban tahun ini tambah banyak dibandingan tahun lalu. Tahun ini kurban sangat spesial karena kami mendapatkan hewan kurban dari Pak Gatot Nurmantyo yaitu seekor sapi” ungkap Ace Abdul Marta, Ketua RT yang juga panitia kurban.

Meskipun Jendral Gatot tidak nampak menghadiri kegiatan pemotongan kurban, masyarakat tetap terlihat antusias melakukan pemotongan dan pembagian hewan kurban. 

“Kami mengucapkan terima kasih (atas pengiriman kurban) dan menyampaikan selamat atas terpilihnya beliau sebagai panglima TNI.” Ujar Ace di sela-sela acara pembagian daging kurban. 

Reporter : Muhtarudin/ KPI 3 C

© Dakwahpos 2024