Tampilkan postingan dengan label Al-Karomah Jatiroke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Karomah Jatiroke. Tampilkan semua postingan

Khotbah Jumat Masjid Al-Karomah Jatiroke: Pentingnya Berbakti Pada Orang Tua

Dakwahpos.com, Bandung –Masjid Al-Karomah di Jl. Letda Lukito, Jatiroke, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Jumat (01/12/2023). Khotbah tersebut disampaikan oleh ustaz Wahyudin yang membahas mengenai pentingnya berbakti pada orang tua.

Mengawali khotbahnya khatib bercerita tentang tiga orang yang melakukan amal saleh, yang mana perbuatan tersebut dapat mempermudah seseorang ketika dalam keadaan sulit atau susah, amalan tersebut yakni menghindari zina, ketulusan sedekah dan berbuat baik kepada orang tua.

"Salah satu yang penting dalam peristiwa tersebut adalah amal saleh kepada orang tua karena dengan amal saleh tersebut mereka dapat selamat dari musibah," tegasnya.

Berbuat baik kepada orang tua merupakan kewajiban anak. Dan kewajiban tersebut telah diperintahkan oleh Allah Swt dalam Al-Qur'an dan Rasullah saw dalam hadisnya. Bahkan dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa kewajiban berbuat baik pada orang tua setelah kewajiban menyembah kepada Allah Swt.

"Sesuai yang diterangkan dalam Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 36 yang artinya sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatu apa pun dan berbuat baiklah kepada orang tua," tambahnya.

Berbakti kepada orang tua tidak hanya ketika mereka berdua masih hidup, tetapi saat keduanya telah tiada pun, tetap bisa berbakti kepadanya. Bisa dengan harta benda, bacaan Al-Qur'an atau doa-doa yang mana amalan tersebut dikhususkan pada orang tua yang telah tiada.

Reporter : M. Khoirul Hidayat KPI 3 B

Khotbah Jumat Masjid Al-Karomah Jatiroke Manusia Diciptakan Untuk beribadah Kepada Allah Swt

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Al-Karomah Jatiroke menggelar Salat Jumat yang dipimpin oleh Ustaz Wawan dan juga bertindak sebagai khatib pada Jumat (27/10/2023).

Dalam Khotbahnya, ia mengingatkan pada jemaah bahwa manusia semuanya telah diatur dengan sebaik-baiknya oleh Allah Swt. Oleh sebab itu, sebagai ciptaanya harus mensyukuri apa saja yang telah diberikan oleh Allah Swt.

"Sesuai yang telah difirmankan oleh Allah Swt dalam Qs. At-Tin ayat 4 dijelaskan sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya," tegasnya.

Untuk mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt, manusia diperintahkan oleh Allah untuk beribadah kepadanya. Karena pada hakikatnya manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah Swt sesuai dengan firmannya Qs. Az-Zariyat ayat 56 : (Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku).

"Mudah-mudahan kita semuanya dapat mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt dan Selalu menjalankan segala ibadah yang ridhoi oleh Allah Swt," tambahnya.

Reporter : M. Khoirul Hidayat KPI 3B

Khotbah Jumat Masjid Al-Karomah Jatiroke Khatib Bawakan Tema “Lahirnya Nabi Muhammad Membawa Rahmat bagi Seluruh Umat”

Dakwahpos.com, Bandung –Masjid Al-Karomah di Jl. Letda Lukito, Jatiroke, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Jumat (21/10/2023). Khotbah tersebut disampaikan oleh Ustaz Khoeron  yang membahas mengenai lahirnya Nabi Muhammad membawa rahmat bagi seluruh umat.

Sebelum dilahirkannya Nabi Muhammad Saw, hukum yang berlaku di masyarakat sekitar yakni hukum rimba. Hukum rimba adalah barang siapa yang menang atau kuat, maka dialah yang berkuasa.

"Namun setelah lahirnya Nabi Muhammad Saw, beliau mengubah tatanan yang telah berlaku sejak lama yang terjadi di masyarakat pada zaman tersebut," tegasnya.

Seperti halnya ketika sebelum dilahirkannya Nabi Muhammad Saw. Seorang perempuan tidak ada harga dirinya di mata laki-laki. Tidak aneh pada zaman tersebut ketika banyak seorang suami menjual belikan istrinya bahkan seorang suami tidak segan tukar istri dengan temannya.

"Namun dengan dilahirkannya Nabi Muhammad Saw membawa rahmat bagi seluruh umat, terkhusus bagi kaum perempuan pada zaman itu, sehingga perempuan mendapatkan kemuliaan yang seharusnya mereka dapatkan," tambahnya kemudian.

Allah berfirman dalam QS. Al-Anbiya ayat 107 yang artinya "Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam".

Reporter : M. Khoirul Hidayat KPI 3/B

DKM Al-Karomah Jatiroke Gelar Pengajian Bapak-bapak “Mahram muabbad dan muaqqad”

Dakwahpos.com, Bandung – Acara pengajian rutinan Bapak-bapak di Masjid Al-Karomah di Jl. Letda Lukito, Jatiroke, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Jum'at (13/10/2023). Kegiatan pengajian tersebut dipimpin langsung oleh H. Ujang Saefudin M.Ag. Selaku ketua MUI Desa Jatiroke.

Mahram merupakan Perempuan yang haram dinikahi. Dan Mahram terbagi menjadi dua yakni mahram muabbad dan mahram muaqqat. Mahram muabbad merupakan mahram yang selamanya haram dinikahi sedangkan mahram muaqqad adalah mahram sementara.

"Mahram muabbad ada beberapa sebab yang pertama karena satu nasab, kedua karena hubungan pernikahan,dan ketiga karena satu persusuan," ungkapnya.

Contoh mahram muabbad karena satu nasab diantaranya adalah Ibu kandung termasuk nenek buyut dan terus ke atas, anak kandung termasuk cucu,cicit dan terus ke bawah, saudara Perempuan baik sekandung atau seibu atau saudara bapak, bibi dari ayah bibi dari ibu dan keponakan Wanita.

"Sedangkan mahram muaqqad adalah mahram sementara. Maksud dari mahram sementara adalah Perempuan yang haram dinikahi karena sebab tertentu, apabila sebab itu hilang, maka Perempuan tersebut hilang keharamannya untuk dinikahi," ungkapnya.

Contohnya adalah Perempuan musyrik. Perempuan musyrik mutlak haram untuk dinikahi, namun ketika ia masuk Islam maka hukum tersebut berubah menjadi halal untuk dinikahi.

Reporter : M. Khoirul Hidayat KPI 3B
© Dakwahpos 2024