Tampilkan postingan dengan label Al-Hasan Cileunyi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Hasan Cileunyi. Tampilkan semua postingan

Sukseskan Program Jumat Berkah, DKM Jami Al-Hasan Cileunyi Bagikan Nasi Kotak untuk Jemaah

Dakwahpos.com, Bandung - DKM Jami Al-Hasan Cileunyi melaksanakan program Jumat Berkah dengan cara membagikan nasi kotak kepada para jamaah pada Jumat, (24/11/2023). Kali ini, ratusan nasi kotak siap dibagikan di depan halaman masjid Jami Al-Hasan kepada jemaah usai salat Jumat.

Kegiatan Jumat Berkah ini adalah kegiatan rutin dari DKM Jami Al-Hasan Cileunyi yang dilaksanakan di lingkungan masjid. Ketua DKM Ustaz Sukamat menjelaskan, giat Jumat berkah berbagi nasi kotak bertujuan sebagai bentuk berbagi rezeki kepada saudara-saudara muslim yang lainnya.

"Kita berharap dengan dilaksanakannya Jumat Berkah ini, kita lebih bisa mendekatkan diri kepada sesama. Tidak hanya itu, apa yang kita sedekahkan bermanfaat bagi orang banyak. Berharap juga bagi yang menjadi donator mudah-mudahan dilipat gandakan apa yang telah disumbangkannya oleh Allah Swt," harap  Ustaz Sukamat.

DKM Jami Al-Hasan Cileunyi menyiapkan lebih dari seratus boks nasi kotak yang dibagikan untuk para jemaah usai melaksanakan salat Jumat. Selain itu, nasi kotak juga dibagikan bagi siapa saja yang ada dilingkungan masjid saat berlangsungnya pembagian nasi kotak.

Ustaz Sukamat berharap kegiatan ini bisa berlanjut setiap pekannya. Melalui program ini pula ia berharap bisa menjadi sarana untuk kita menyucikan harta dan jiwa, serta bisa memberikan manfaat kepada orang lain.

Reporter: Annisa Nala Raihan KPI 3A

Masjid Al-Hasan Bumi Panyawangan, Non Muslim Ikut Andil dalam Pembangunan Masjid

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid merupakan pusat pendidikan dan penyebaran syiar Islam. Hal ini serupa terlihat di Masjid Al-Hasan Bumi Panyawangan, di mana tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, akan tetapi terdapat banyak kegiatan kajian dan kegiatan sosial di dalamnya.

Masjid yang beralamat di Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi ini selesai dibangun pada tahun 2017. Sebelumnya, masjid ini hanyalah masjid kecil yang menampung kurang dari 50 jemaah. Kontruksi bangunannya pun hanya 1 lantai dan dengan interior yang sangat terbilang sederhana.

"Sebelum dibangunnya masjid sebesar sekarang, dulu sudah terbangun namun kapasitasnya yang sangat terbatas. Oleh karena itu, dari pihak DKM dan masyarakat sekitar pada waktu itu sangat ingin sekali merenovasi masjid ini dengan kapasitas lebih besar sehingga bisa banyak menampung banyak jemaah," kata H. Sukamat.

Pada saat putusan untuk merenovasi masjid ini, pihak DKM membuka open donasi bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan sebagian hartanya untuk berinfak. Namun, hal uniknya bukan hanya umat muslim saja yang ikut menyumbang, akan tetapi non muslim yang berada di sekitaran Komplek Bumi Panyawangan juga turut memberikan sumbangan bagi perenovasian masjid ini.

"Awalnya saya memberi pengumuman bagi masyarakat sekitar bagi yang ingin berdonasi silakan bisa hubungi pikah DKM, ternyata ada beberapa non muslim yang datang juga. Mereka datang dengan niat baik, kalau mereka ingin menyumbangkan sebagian harta mereka bagi perenovasian masjid ini," tandas H. Sukamat.

Hal tersebut tidak ada sama sekali unsur paksaan. Mereka melakukan hal tersebut sebagai wujud toleransi, karena umat muslim yang ada di Komplek Bumi Panyawangan pun sangat toleransi juga pada mereka, meskipun sebagai minoritas dalam menyangkut kepercayaan.

Reporter: Annisa Nala Raihan KPI 3A

H. Sukamat, Seorang Pebisnis yang Menjadi Seorang Ketua DKM

Dakwahpos.com, Bandung - H. Sukamat (51) merupakan seorang pendatang di Komplek Bumi Panyawangan, Desa Cimekar. Selain sebagai menjabat seorang Ketua DKM, saat ini profesi aslinya adalah seorang pebisnis di bidang kuliner.

Sosok yang lahir dan besar di Banten ini merupakan sosok pebisnis yang memiliki sejumlah restoran di Kota Bandung. Di samping mengurus bisnisnya itu, ia juga merupakan sosok yang dekat dengan masjid.

"Saya memang tidak memiliki latar pendidikan keagamaan yang kuat. Namun, saya merasa sangat senang jika datang atau dekat dengan masjid. Saya mengetahui kalau setiap pekannya di Masjid Al-Hasan ini selalu membagikan yang namanya Jumat Berkah, di mana saya menjadi donatur dengan menginfakkan sebagian harta saya untuk dibagikan kepada saudara-saudara yang lain. Ini adalah sebagai wujud dakwah saya melalui harta yang saya punya," ucap H. Sukamat saat diwawancarai pada Senin, (13/11/2023).

Pada saat itu, kondisi kepengurusan Ketua DKM Al-Hasan akan segera selesai. H. Sukamat ditawari menjadi Ketua DKM selanjutnya oleh Ketua DKM saat itu dan para sesepuh yang memang dituakan di sana. Mereka menawari beliau menjadi seorang Ketua DKM karena mereka melihat kedekatannya dengan masjid dan bagaimana kecintaannya ke masjid dengan turut ikut sertanya di berbagai kegiatan, baik itu ikut terjun dalam kegiatannya langsung atau ikut andil dalam sumbangsih sebagai donatur kegiatan.

"Waktu itu saya tidak langsung menerima begitu saja, akan tetapi karena diyakinkan dari beberapa pihak kalau saya kredibel dan dapat dipercaya menjadi seorang Ketua DKM Al-Hasan, akhirnya dengan ketulusan hati ingin mendedikasikan diri pada masjid, saya menerima tawaran tersebut," tandas H. Sukamat.

Saat ini, beliau menjalankan usaha bisnisnya seiring dengan perannya sebagai Ketua DKM Al-Hasan Bumi Panyawangan. Sebagai seorang Ketua DKM, ia telah menyelenggarakan berbagai kegiatan-kegiatan, seperti kajian, tablig akbar, sedekah Jumat dan lain sebagainya. 

Reporter: Annisa Nala Raihan KPI 3A

Ustaz Mustofa Sayani: Istiqamahlah dalam Bertakwa! Baik dalam Keadaan Lapang maupun Sempit

Dakwahpos.com, Bandung - Kegiatan salat Jumat berjemaah yang diselenggarakan oleh DKM Jami Al-Hasan Cileunyi mengangkat materi khotbah tentang betapa pentingnya istiqamah dalam bertakwa, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Mustofa Sayani pada kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, (27/10/2023).

Ustaz Mustofa Sayani membuka khotbahnya dengan mangajak para jemaah untuk menjaga ketakwaan kepada Allah Swt. Bukan hanya sekadar menjaga, tapi juga beliau mengajak serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

"Bertakwalah kita dalam keadaan apapun, baik dalam keadaan senang maupun susah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, baik dalam keadaan sehat maupun sakit, ataupun dalam keadaan miskin maupun kaya. Hendaklah kita senantiasa menjaga rasa takut kepada Allah dan menjaga ketaatan kita kepada-Nya dengan penuh keyakinan dalam hati, bahwa dengan bertakwa kita pasti akan menjadi orang yang mulia," ujar Ustaz Mustofa.

Kemudian beliau menambahkan, apabila seorang hamba mendurhakai Allah Swt., maka pastilah orang tersebut akan menjadi orang yang hina. Karena Allah Swt. hanya meletakkan kemuliaan manusia dalam ketakwaan kepada-Nya.

Di penghujung khotbahnya, beliau berpesan kepada para jemaah untuk senantiasa menjaga istiqamah dalam kebaikan. Istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya sehingga kelak digolongkan sebagai hamba yang beruntung.

Reporter: Annisa Nala Raihan KPI 3A

 

Gelar Jumat Berkah, DKM Jami Al-Hasan Cileunyi Bagikan Nasi Kotak Gratis

Dakwahpos.com, Bandung - DKM Jami Al-Hasan kembali menggelar kegiatan bakti sosial Jumat Berkah pada hari Jumat, (27/10/2023). Kali ini, ratusan nasi kotak dibagikan kepada para jemaah usai salat Jumat di samping halaman Masjid Jami Al-Hasan Bumi Panyawangan.

DKM Jami Al-Hasan melalui salah satu pengurusnya menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah ini ruitn digelar setiap hari Jumat. Selain sebagai bentuk kepedulian, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi pihak DKM bersama masyarakat.

"Adapun dana Jumat Berkah ini berasal dari para donatur yang dikelola oleh pihak DKM. Di samping para donatur ada yang sudah menyiapkan dalam bentuk makanan lalu dari pihak DKM tinggal membagikan kepada para jemaah, ada pula yang menyerahkan dalam bentuk uang kepada pihak DKM kemudian dikelola menjadi Jumat Berkah nantinya," ujar salah satu pengurus DKM.

Para jemaah terdiri dari anak-anak, dewasa, orang tua, serta para pekerja sekitar Komplek Bumi Panyawangan. Terlihat antusias menerima makan siang gratis berupa nasi kotak dengan lauk beragam. Selain berbagi nasi kotak gratis, disediakan juga minuman gratis bagi para jemaah.

"Tentu Jumat Berkah ini merupakan rezeki bagi kami, terutama yang berada di sekitar masjid. Dengan sedekah Jumat ini saya rasa bisa membantu bagi para jemaah, terutama masyarakat yang untuk kebutuhan makan sehari-hari cukup kesulitan," ucap salah seorang jemaah.

Pengurus DKM berharap kegiatan Jumat Berkah ini dapat terus berjalan dan mengajak kepada siapapun yang mempunyai rezeki lebih untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dengan adanya kegiatan ini pula, beliau berharap banyak jemaah yang bisa terbantu dengan pembagian makanan gratis ini.

Reporter: Annisa Nala Raihan KPI 3A

Ustaz Rizki Ghamara: Luasnya Rahmat dan Ampunan Allah Swt

Dakwahpos.com, Bandung - Kegiatan salat Jumat berjemaah yang diselenggarakan oleh DKM Jami Al-Hasan Cileunyi mengangkat materi khotbah tentang betapa luasnya rahmat serta ampunan Allah Swt. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Rizki Ghamara pada kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, (20/10/2023).

Ustaz Rizki Ghamara membuka khotbahnya dengan penjelasan tentang definisi rahmat. Beliau menuturkan bahwa rahmat dimaknai sebagai kasih sayang. Rahmat di sini diartikan sebagai kasih sayang Allah yang diberikan kepada setiap manusia yang ada di dunia

"Saat ini kita berada dalam fase paling akhir dalam perjalanan di dunia ini. Tidak ada satu pun dari kita, seluruh umat manusia terkecuali para nabi dan rasul yang tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Setiap pandangan mata kita, setiap ucapan kita, setiap apa yang kita dengar, dan apa yang kita rasakan tidak akan pernah lepas dari kesalahan," ujar Ustaz Rizki Ghamara.

Kemudian beliau menambahkan, salah dan dosa yang diperbuat oleh seorang hamba tidak sebanding dengan rahmat dan kasih sayang yang diberikan oleh-Nya. Kita dilarang untuk berputus asa atas rahmat Allah, hal ini selaras dengan ayat dalam QS. Az-Zumar ayat 53.

"Allah Swt. memiliki salah satu bentuk rahmat paling agung, yakni rahmat-Nya yang tidak terhingga dalam memaafkan segala dosa hamba-hambanya. Allah pula senantiasa memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk memperbaiki diri," tambah Ustaz Rizki Ghamara.

Di penghujung khotbahnya, beliau menuturkan bentuk rahmat bukan hanya untuk diri pribadi, melainkan untuk orang di sekitar pula. Diharapkan para jemaah dapat terlibat dalam berbagai amal kebaikan dan menolong sesama. Dengan hal itu, diharapkan bisa menjadi penyalur rahmat dari Allah Swt. bagi orang-orang yang membutuhkan.

Reporter: Annisa Nala Raihan KPI 3A

 

Ustaz Nandang Burhanudin: Dahsyatnya Praktik Ekonomi Islam pada Zaman Rasulullah

Dakwapos.com, Bandung - Masjid Jami Al-Hasan mengadakan kegiatan salat Jumat pada hari Jumat (06/10/2023). Masjid yang beralamat di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung ini senantiasa melaksanakan agenda wajib ini setiap pekannya dan turut serta dihadiri oleh warga di sekitaran masjid, terutama di sekitaran Desa Cimekar. 

Ustaz Dr. Nandang Burhanudin, Lc., yang bertindak selaku khatib dan imam pada kesempatan kali ini, mengangkat sebuah tema khotbah terkait praktik ekonomi Islam pada zaman Rasulullah. Beliau menuturkan bahwasanya Rasulullah merupakan teladan paling baik, begitu pula dalam hal ekonomi, beliau menjadi panutan yang sempurna. 

"Rasulullah memiliki beberapa praktik ekonomi yang mencerminkan nilai-nilai dan prinsip-nilai Islam. Contohnya seperti sistem perdagangan, kejujuran dalam transaksi ekonomi, sistem zakat, larangan riba, ekonomi sosial, mengelola pertanian, dan mendorong kewirausahaan," ujar Ustaz Nandang.

Beliau juga menambahkan bahwa Rasulullah adalah seorang pedagang yang dikenal sebagai "Al-Amin" atau yang dapat dipercaya. Ini menunjukan pentingnya integritas dalam perdagangan dalam Islam. Rasulullah juga menekankan pentingnya kejujuran dalam semua transaksi ekonomi, melarang penipuan, pemalsuan barang, atau penipuan dalam perdagangan.

"Rasulullah juga memperkenalkan sistem zakat, yaitu kewajiban memberikan sebagian dari kekayaan kepada yang membutuhkan. Ini merupakan salah satu praktik utama dalam ekonomi Islam untuk ketidaksetaraan sosial. Beliau juga sangat melarang keras praktik riba (bunga) yang menyebabkan eksploitasi dan ketidaksetaraan ekonomi," tambah Ustaz Nandang.

Di penghujung khotbahnya, beliau mengajak kepada para jemaah untuk mencontoh Rasulullah dalam kegiatan praktik ekonomi ke dalam kehidupan sehari-hari. Praktik yang menjunjung tinggi rasa adil, jujur, dan berkeadilan sosial. Dari apa yang menjadikan ajaran Rasulullah tersebut bisa untuk ditelaah kembali sebagai masukkan atas kebijakan ekonomi publik, ketika ekonomi yang dijalankan penuh dengan problematika.

Reporter: Annisa Nala Raihan KPI 3A

Teladani Kisah Khalifah Ali bin Abi Thalib, Masjid Jami Al-Hasan Cileunyi Gelar Kajian Subuh Bersama Ustaz Nur Ihsan

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Jami Al-Hasan menggelar kajian subuh pada hari Ahad, (01/10/202). Masjid yang yang beralamat di Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung ini biasanya dilakukan bakda subuh serta turut diikuti oleh warga Bumi Panyawangan yang ada di sekitaran masjid. Kajian ini dipimpin oleh Ustaz Nur Ihsan Jundullah dengan mengangkat tema mengenai kisah keteladanan sahabat sekaligus menantu nabi yang cerdas, gagah, dan berani yaitu Ali bin Thalib.

Ustaz Nur menuturkan bahwa Ali bin Thalib merupakan sahabat sekaligus sepupu Rasulullah yang memeluk Islam di usia paling muda, yakni sepuluh tahun. Beliau (Ali bin Thalib) merupakan anak asuh Rasulullah dan termasuk ke dalam orang yang sangat dipercaya oleh beliau. Ia termasuk ke dalam golongan Assabiqunal Awwalun atau golongan yang pertama memeluk Islam.

"Sayyidina Ali bin Thalib mempunyai keistimewaan salah satunya dari segi kecerdasan. Banyak orang yang menyebut bahwasanya kecerdasannya melebihi para sahabat yang lain, sehingga banyak orang berdecak kagum bahkan mengagung-agungkannya. Akan tetapi, kecerdasannya itu pula banyak yang iri hati dan membencinya hingga ingin membunuhnya," ungkap Ustaz Nur. 

Beliau juga mengungkapkan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah pembeda di kalangan pemuda Arab pada saat itu. Di masa itu, teramat jarang ada orang yang bisa membaca dan menulis. Karena itulah, Ali bin Abi Thalib menjadi juru tulis Rasulullah dan seringkali menuliskan surat yang didiktekan oleh Rasulullah. Karena kepandaiannya itulah, Ali bin Abi Thalib mendapatkan julukan Babul Ilmi atau Gerbang Pengetahuan.

"Ali bin Abi Thalib banyak membantu Rasulullah dalam proses hijrahnya. Salah satunya yaitu ketika Rasulullah memutuskan hijrah ke Madinah, sosok Ali bin Abi Thalib rela menggantikan Rasulullah di atas tempat tidurnya. Kaum kafir Quraisy yang memiliki niat untuk membunuh Rasulullah merasa kecolongan karena mendapati Ali bin Abi Thalib menggantikan Rasulullah tidur di atas ranjang tersebut. Hingga pada akhirnya, kaum kafir Quraisy memukulinya dan membawanya ke Masjidil Haram," tambah Ustaz Nur. 

Di penghujung ceramahnya, beliau menyampaikan kepada para jemaah supaya kisah keberanian dan pengorbanan Ali bin Abi Thalib ini bisa dicontoh oleh jemaah semuanya. Berharap sahabat sekaligus menantu Rasulullah ini dapat menjadi suri tauladan bagi umat Islam dan terkhusus berharap kepada para orang tua bisa mengajarkan keteladan beliau kepada anak-anaknya.

Reporter: Annisa Nala Raihan KPI 3A

Tingkatkan Nilai Spiritualitas, DKM Jami Al-Hasan Cileunyi Selenggarakan Kajian Subuh

Dakwahpos.com, Bandung - DKM Jami Al-Hasan memiliki sebuah program dan kajian yang cukup banyak, salah satunya adalah kegiatan kajian rutin yang dipimpin oleh Ustaz Dr. Ncep Abdul Razak dengan tema "Wahai Para Suami Istrimu adalah Pakaian Bagimu" pada hari Ahad, (17/09/2023). Kegiatan ini biasanya dilakukan bakda Subuh dan diikuti oleh warga Bumi Panyawangan yang ada disekitaran Masjid Jami Al-Hasan, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

"Hubungan kita dengan pasangan kita itu tentunya bukan hubungan yang singkat dan duniawi saja. Bahkan kalau kita mengenal bagaimana Rasulullah saw. menyampaikan bahwasanya menikah adalah bagian sunnahku. Kalau kita mengenal definisi sunnah, kalau kita melaksanakan sunnah maka mendapatkan pahala, dan kalau kita meninggalkan sunnah maka kita tidak mendapat dosa," ujar Ustaz Dr. Ncep Abdul Razak.

Topik yang diangkat pada kajian kali ini membahas tentang tata cara dan keistimewaan mengenai pernikahan. Kita harus menerapkan bagaimana cara memperlakukan pasangan kita secara baik dan penuh kasih sayang. Salah satu contohnya adalah dengan memanggil pasangan dengan sebutan kasih sayang seperti mama, sayang, dan sebagainya.

"Ketika melakukan pernikahan ada hak dan kewajiban. Ketika dia melakukan pernikahan maka harus ada memberikan nafkah lahir dan batin. Bahkan Allah Swt. menyampaikan dalam surah at-Talaq. Yang namanya suami harus memberikan nafkah terhadap istrinya. Kalau misalkan rezekinya kurang baik, dia harus memberikan nafkah sesuai dengan yang Allah Swt. berikan kepadanya," pungkas Ustaz Ncep Abdul Razak.

Di penghujung ceramahnya, Ustaz Ncep Abdu Razak mengingatkan bahwa adab yang sudah dijelaskan sebelumya agar kita menjadi keluarga yang surgawi. Selain itu, beliau pun meminta kepada Allah Swt. agar kita diberikan kekuatan dan pertolongan untuk menerapkan hak dan kewajiban kita dalam pernikahan terutama peran kita sebagai suami.

Reporter: Annisa Nala Raihan KPI 3A

© Dakwahpos 2024