Tampilkan postingan dengan label Al-Barokah Rancaekek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Barokah Rancaekek. Tampilkan semua postingan

Warga RW 10 Satukan Dana untuk bangun Tempat Ibadah yang Nyaman

Dakwahpos.com, Bandung - Dalam upaya untuk memperkuat kehidupan beragama dan memperluas fasilitas ibadah, warga RW 10 mendirikan Masjid Jami Al-Barokah Rancaekek pada tahun 2000 di lahan kosong RW 10 RT 4.

Inisiatif pembangunan ini muncul karena RW 10 hanya memiliki satu masjid yang kecil. Masjid ini dibangun dengan pendanaan dari sumbangan para warga dan donatur.

"awalnya mesjid ini dibangun di tanah kosong rt 4 tahun 2000, karna waktu itu masjidnya baru ada umul quro yang jauh dan kecil, dibangunya pake uang warga sama donatur" ujar Ust Rahman.

Dengan ukuran yang cukup besar, Masjid Jami Al-Barokah mampu menampung jamaah yang lebih banyak dan memberikan kenyamanan bagi warga RW 10 dalam melaksanakan ibadah. Masjid ini telah membawa dampak positif bagi warga dan menjadi pusat kegiatan keagamaan di RW 10 sejak tahun 2000.

"Karna ukurannya agak besar, masjid ini jadi bisa menampung lebih banyak warga RW 10 untuk menjalankan kegiatan ibadah," ungkap Ustaz Rahman.

Ustaz Rahman berharap Semoga masjid ini terus menjadi tempat yang  mempersatukan dan memperkokoh ikatan antar umat islam di RW 10.

"Semoga dengan adanya masjid ini umat islam khusunya warga RW 10 bisa terus menjalankan ibadah dengan nyaman dan juga bisa terus bersilaturahmi" tambah Ustaz Rahman.

Reporter : Moh Ragil Azhar Pangestu KPI/3B

Angga, Mekanik yang Menjadi Pemimpin Remaja Masjid

Dakwahpos, Bandung - Angga (20), adalah seorang mekanik sekaligus ketua Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Masjid Jami Al-Barokah Rancaekek. Dalam keseharianya Angga Bukan hanya ahli dalam memperbaiki mesin, tetapi juga memiliki peran luar biasa untuk memajukan kegiatan keagamaan di Masjid Jami Al - Barokah Rancaekek sebagai Ketua IRMA.

Ketua IRMA bukan hanya sekedar gelar baginya, angga menganggapnya sebagai sebuah tanggung jawab besar untuk memimpin, menginspirasi, dan membangun komunitas IRMA yang amanah serta aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

"Bagi saya,  menjadi Ketua IRMA bukan hanya sebuah gelar, tapi sebuah tanggung jawab yang besar untuk memimpin dan menginspirasi dan membangun komunitas IRMA yang amanah dan juga  aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial" Ungkapnya

Namun, perannya sebagai ketua Remaja masjid bukan tanpa tantangan. Angga harus menyeimbangkan antara tugas mekaniknya dan tanggung jawab kepemimpinannya. Meski lelah fisik seringkali menghampirinya, semangatnya untuk memberikan dampak positif pada lingkunganya tetap tak tergoyahkan.

"Tantanganya sulit untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan tanggung jawab sebagai ketua. Karna Habis kerja kan capek terus harus aktif di komunitas, tapi apapun itu harus tetap semangat." Tambahnya

Melalui perannya yang unik sebagai mekanik dan ketua IRMA, Angga membuktikan bahwa setiap individu tak peduli dari mana asalnya atau pekerjaannya, memiliki potensi untuk memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar.

"Saya percaya bahwa setiap orang walaupun memiliki latar belakang atau profesi yang berbeda - beda, bisa  memberikan dampak yang positif. Ketika kita bersatu, kita dapat mencapai lebih banyak hal yang bermanfaat untuk semua." tandasnya

Reporter : Moh Ragil Azhar Pangestu/KPI 3B

Khotbah Jumat Masjid Jami Al-Barokah, Ustaz Budi : 5 Fase Kehidupan Manusia

Dakwahpos.Com, Bandung – Masjid Jami Al-Barokah Rancaekek mengadakan Salat Jumat  yang dipimpin oleh Ustaz Budi pada Jumat, (27/10/2023).

 

Dalam khotbahnya, Ustaz Budi menjelaskan bahwa manusia melewati lima fase yang berbeda dalam kehidupanya, yaitu alam ruh, alam rahim, alam dunia, alam kubur, dan alam akhirat. Dalam alam ruh, manusia baru diciptakan jiwanya saja oleh Allah sebelum akhirnya diberikan wujud fisiknya.

 

"Alam ruh adalah fase pertama dalam perjalanan hidup manusia. Alam ini adalah saat jiwa manusia diciptakan oleh Allah, jauh sebelum ia lahir ke dunia ini." ujar Ustaz Budi.

 

Selanjutnya, Ustaz Budi menjelaskan bahwa alam rahim adalah tahap kedua dalam perjalanan hidup manusia. Ini adalah saat di mana manusia berada dalam rahim ibunya, diberi perlindungan dan makanan oleh Allah.

 

"Alam rahim adalah fase kedua dalam hidup manusia, di sini manusia berada dalam rahim ibunya selama kurang lebih 9 bulan. Dalam rahim ini tubuh kita terlindungi dan diberi makanan serta perlindungan oleh Allah," lanjut Ustaz Budi.

 

Selanjutnya, Ustaz Budi menjelaskan fase ketiga dalam kehidupan manusia yakni alam dunia. Di sini manusia diberi kebebasan dalam menjalankan kehidupanya.

 

"Setelah alam rahim, manusia memasuki alam dunia, yang merupakan fase ketiga. Di sini, manusia menghadapi berbagai cobaan dan ujian kehidupan, serta memiliki kebebasan untuk memilih jalan hidupnya," ujar Ustaz Budi.

 

Kemudian, Beliau menjelaskan bahwa alam kubur adalah fase keempat dalam perjalanan hidup manusia, di mana seseorang akan menghadapi pertanyaan dan ujian dari dua malaikat, Munkar dan Nakir.

 

"Yang keempat adalah alam kubur. Dalam alam kubur, manusia akan dihadapkan pada pertanyaan – pertanyaan dan ujian oleh dua malaikat, yaitu Munkar dan Nakir. Munkar dan Nakir akan mengajukan pertanyaan tentang keyakinan dan perbuatan manusia selama hidupnya. Kita harus memahami betapa krusialnya fase ini dalam perjalanan rohani kita, di mana semua tindakan dan keyakinan kita akan diuji dalam alam ini," lanjut Ustaz Budi.

 

Ustaz Budi menjelaskan bahwa fase terakhir adalah alam akhirat, di mana manusia akan menerima konsekuensi atas perbuatannya selama hidup di dunia. Pada tahap ini, Allah akan menentukan nasib akhir manusia, apakah mereka akan mendapatkan surga atau neraka, sesuai dengan amal perbuatan mereka.

 

"Dan akhirnya, fase terakhir adalah alam akhirat, di mana manusia akan menerima balasan atas perbuatannya dalam kehidupan dunia. Ini adalah saat ketika Allah akan menentukan nasib akhir manusia apakah akan dimasukan kedalam surga atau neraka." Ujar Ustaz Budi.

 

Repoerter : Moh Ragil Azhar Pangestu, KPI/3B

 

Kegiatan Yasinan di Masjid Jami Al-Barokah Rancaekek, Eratkan Silaturahmi Antar Warga

Dakwahpos.com, Bandung - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al-Barokah Rancaekek mengadakan Kegiatan Yasinan yang dipandu oleh Ustaz Budi Sumardi pada Kamis, (26/10/2023).

Acara ini dihadiri oleh puluhan jamaah dari Warga RW 10, termasuk oleh para remaja dan bapak-bapak. Adit, salah satu jamaah yang hadir, menjelaskan bahwa ini adalah sebuah kegiatan yang sangat Positif.

"Saya merasa senang ikut dalam kegiatan ini karena Yasinan ini membantu kita menjaga tali silaturahmi antara Warga RW 10. Menurut saya pribadi, Yasinan juga memberikan ketenangan tersendiri bagi saya," ujar Adit.

Adit berharap agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan lancar karena ia yakin bahwa acara ini memiliki banyak nilai positif dan dapat memberikan manfaat bagi semua yang hadir.

"Semoga acara ini terus berjalan dengan lancar sehingga kita dapat terus menjalin silaturahmi, dan semoga doa-doa yang kita panjatkan dapat dikabulkan, Aamiin," tambah Adit.

Reporter: Moh Ragil Azhar Pangestu, KPI/3B

DKM Jami Al-Barokah Rancaekek Ajak Umat Muslim Sambut Jumat dengan Yasinan

Dakwahpos.com, Bandung - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al-Barokah Rancaekek mengadakan kegiatan keagamaan berupa Yasinan pada Kamis, (28/09/2023).

Kegiatan Yasinan ini dilaksanakan setiap hari Kamis setelah Maghrib hingga Isya. Tujuannya adalah untuk mengajak umat Muslim agar menjalankan kegiatan positif dan juga sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak umat Muslim untuk melakukan kegiatan yang baik dan positif dengan memperbanyak membaca Al-Quran. Selain itu, ini juga merupakan bentuk syukur kepada Allah Swt karena telah memberikan kita kenikmatan seperti kesehatan badan, penglihatan, dan suara," ujar Ustaz Budi.

Ustaz Budi juga berharap agar umat Muslim dapat terus melibatkan diri dalam kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca Al-Quran, karena memiliki nilai ibadah yang besar.

"Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena Hari Jumat adalah hari yang mulia dan harus diisi dengan kegiatan yang bermanfaat serta ibadah yang besar, seperti membaca Al-Quran," tambah Ustaz Budi

Reporter : Moh Ragil Azhar Pangestu, KPI/3B
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos